Langsung ke konten utama

Pesawat Ruang Angkasa NASA's Kepler Spacecraft Menggalami Gangguan dan Tunda Penemuan Planet Layak Huni Mirip Bumi

loading...
Tinuku

(KeSimpulan) Mungkin memerlukan waktu sedikit lebih lama untuk menemukan planet mirip Bumi, karena adanya gangguan pada pesawat ruang angkasa NASA's Kepler spacecraft. Kepler diluncurkan pada bulan Maret 2009 untuk mencari planet yang ramah untuk dihuni di sekitar bintang lain di luar Bimasakti. Kepler bertugas melakukan dips (bidikan) dalam kecerahan bintang ketika melewati planet di depan bintang, sebuah tugas yang disebut transit.

Pada bulan Agustus, tim Kepler mengumumkan bahwa pesawat sebelumnya telah mendeteksi planet gas raksasa, sebuah kemampuan untuk melihat dunia asing. Tetapi misi utamanya adalah untuk menemukan planet seukuran Bumi di sebelah bintang-bintang induk yang mengandung air pada permukaannya. Laporan kepala misi ilmuwan kepada NASA advisory committee pada hari Kamis yang dipublikasikan oleh Nature News mengatakan bahwa terjadinya kesalahan pada detektor cahaya sehingga membuat misi menjadi sedikit lebih sulit dari yang diharapkan. Kepler memfokuskan pada 42 chip detektor cahaya yang disebut CCDs, masing-masing memonitor bintang-bintang di bagian yang berbeda dari bidang sudut pandang teleskop. Setiap CCD dibagi menjadi dua untuk tujuan pengiriman data ke Bumi dengan total 84 data pada seluruh saluran.

Tiga saluran ini mengalami gangguan oleh suara elektronik yang membuat bintang-bintang di bidang pandang mereka muncul berkedip. "Ini akan mengubah tingkat kecerahan dengan kecepatan," kata William Borucki, kepala ilmuwan Kepler dari NASA's Ames Research Center di Moffett Field, California. Kecerahan dips transit planet yang lebih kecil dari Bumi bisa hilang di tengah fluktuasi ini. Tapi karena masalah ini hanya berpengaruh sedikit dari 84 saluran, diharapkan untuk tetap dapat mendeteksi semua plenet seukuran Bumi. "Kami telah menemukan noktah di sini dan mereka mencoba membuatnya menjadi sebuah gunung. Banyak planet-planet akan muncul," kata Borucki kepada New Scientist.

Namun, penemuan pertama planet seukuran Bumi yang dapat dihuni di luar Bimasakti akan tertunda jika detektor yang rusak terjadi saat mengorbit sebuah bintang yang dipantau untuk melakukan dips. Tim ilmuwan mengembangkan perangkat lunak yang secara otomatis menghapus suara dari data setelah dikirim turun ke bumi, tapi pengujian ketat tidak akan siap hingga tahun 2011. Para astronom membutuhkan tiga transit untuk memastikan bahwa mereka telah mendeteksi sebuah planet. Jadi tanpa prangkat ini, dibutuhkan waktu sampai setidaknya tahun 2012 untuk mengkonfirmasi pertama kali keberadaan planet mirip Bumi yang bisa dihuni, karena Kepler akan melingkari bintang dalam satu tahun orbit.

Keterlambatan hanya akan mempengaruhi untuk keberadaan planet lebih kecil yang mengorbit pada bintang lebih dingin. Zona yang dihuni bintang-bintang dalam, di mana planet menyelesaikan putaran orbit tiga kali dalam satu tahun di Bumi. Tanpa glitch, planet semacam ini pada prinsipnya dapat dikonfirmasi pada tahun 2010. Tetapi jika pengamatan planet ditangkap oleh CCD yang rusak akan tertunda hingga perangkat lunak akan mengoreksi pada tahun 2011. "Ini mungkin menunda pengumuman penemuan mundur enam bulan atau setahun," kata Borucki.

Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.