Langsung ke konten utama

Satelit Soil Moisture and Ocean Salinity (Smos) Mengorbit untuk Kumpulkan Data Siklus Hidrologis Bumi

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Sebuah satelit Eropa diprogram untuk memberikan wawasan baru yang penting bagaimana air mengelilingi bumi. Smos spacecraft akan membuat peta global pertama seperti tingkat kelembaban tanah atau kuantitas garam terlarut dalam lautan. Data akan ditingkatkan untuk ramalan cuaca dan peringatan dini peristiwa ekstrim, seperti banjir.

Sebuah Peluncur Roket membawa Smos (Soil Moisture and Ocean Salinity) lepas landas dari Kosmodrom Plesetsk di Rusia pada hari Senin. Sekitar 70 menit kemudian Roket melepaskan pesawat ruang angkasa, dan telemetri mengkonfirmasikan semuanya berjalan dengan misi yang dikendalikan dari stasiun di darat yaitu Hartebeesthoek, dekat Johannesburg, Afrika Selatan. Satelit Smos merupakan bagian dari armada pesawat ruang angkasa Eropa yang dikirim ke orbit selama beberapa tahun untuk mempelajari planet Bumi.

Jean-Jacques Dordain, direktur jenderal European Space Agency (Esa) mengatakan "Ini bukan hanya satelit tapi juga momen sangat penting. Penjelajah Bumi kita dan mengkonfirmasi bahwa Esa adalah badan antariksa dunia membuat upaya yang terbaik untuk ilmu pengetahuan kebumian dan pemahaman baru tentang perubahan iklim." Smos membawa satu instrumen yaitu sebuah interferometric radiometer disebut Miras. Sekitar delapan meter seperti baling-baling helikopter. Miras akan mengukur perubahan kelembaban tanah dan salinitas air dengan mengamati variasi dalam emisi microwave alami yang muncul dari Bumi. Smos membawa 69 antena yang ditempatkan pada struktur pusat dan di sepanjang ketiga lengan.

"Kami melakukannya dalam dua langkah. Lengan melekat dengan 12 untaian, dengan empat modul pada setiap lengan. Pertama, urutan piroteknik akan memotong sembilan lengan sehingga masing-masing dipegang oleh satu mur. Kemudian kita akan menyalakan bentangan sinkron lengan. Ini akan memakan waktu sekitar tiga menit," kata Francois Bermudo, manajer proyek Smos dan French space agency (CNES).

Data dari Smos akan menghasilkan pemahaman yang lebih baik dari siklus hidrologis, deskripsi tentang bagaimana air terus dipertukarkan antara daratan, laut, dan atmosfer. Informasi dari Smos ini diharapkan dapat membantu meningkatkan akurasi ramalan cuaca jangka pendek dan menengah, juga memiliki aplikasi praktis di bidang-bidang seperti pertanian dan pengelolaan sumber daya air. Selain itu model-model iklim harus memiliki gambaran yang lebih tepat mengenai skala dan kecepatan gerakan air dalam berbagai komponen dari siklus hidrologis.

Satelit Smos adalah bagian dari Esa's Earth Explorer programme, delapan pesawat ruang angkasa yang akan memberikan data tentang isu-isu lingkungan yang mendesak. Pertama sudah berada di orbit, sebuah misi yang disebut Goce, melakukan pemetaan variasi dalam tarikan gravitasi di permukaan bumi. Kedua Smos Explorer yang baru saja diorbitkan dan pesawat ruang angkasa ketiga, yang dikenal sebagai Cryosat yang akan diorbitkan awal tahun 2010. Cryosat akan menilai keadaan lapisan es di kutub. "Kami sudah menunggu lama untuk mendapatkan melihat penjelajah Bumi mengorbit, sebagian karena menunggu kesiapan roket peluncur, tetapi juga karena beberapa masalah teknis, karena semua misi ini berada pada teknologi yang sangat inovatif. Sekarang kami sangat senang karena jika Cryosat mengorbit pada bulan Februari, dalam waktu 12 bulan kami akan meluncurkan tiga Penjelajah Bumi kita," kata Dr Volker Liebig, direktur Earth observation di Esa.

Program Smos menelan biaya sekitar 315 juta euro (US$465 juta, £280 juta). Proyek dilakukan oleh Esa tetapi dengan masukan yang signifikan dari Perancis dan Spanyol. Satelit diharapkan beroperasi selama setidaknya tiga tahun. "Jika instrumen masih dalam kondisi yang baik dan kami mendapatkan dana dari delegasi kami, kami akan memperpanjang misi selama dua tahun dan kemudian meninjau kembali," kata Dr Susanne Mecklenburg, manajer misi Smos Esa.

bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.