KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Sunday, November 22, 2009

Setelah Mastodon, Mammoth, Sabertoothed, dan Behemoth Terhapus dari Ekosistem

(KeSimpulan) Sekitar 15.000 tahun yang lalu, pada akhir zaman es terakhir, dataran Amerika Utara didominasi sekumpulan binatang besar seperti mammoths, mastodons, unta, kuda, sloths tanah, Smilodon fatalis (sabertoothed cat), berang-berang raksasa (Behemoth beaver), dsb, mulai menemui kepunahan.

Ketika populasi turun drastis, keanekaragaman hewan besar seperti halnya jika pada saat sekarang Taman Serengeti di daratan Afrika yang kaya ekosistem oleh sejumlah besar herbivora dan karnivora beserta tumbuh-tumbuhan di rawa-rawa dalam kesatuan lansekap, tiba-tiba lenyap. Segera setelah itu, akumulasi dari pohon memicu peningkatan secara dramatis.

Sebuah gambaran baru dari pergolakan ekologis lansekap Amerika Utara setelah mundur dari lembaran es yang rinci dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 19 November di jurnal Science. Penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan dari University of Wisconsin-Madison, menggunakan fosil serbuk sari, arang, dan jamur spora kotoran untuk mendiskripsikan situasi pasca zaman es.

Penelitian ini penting karena menjadi "bukti yang jelas tanggal kepunahan luas yang memiliki dampak binatang pada bagian lain dari ekosistem purba ini," kata John W. Williams, profesor geografi dari UW-Madison serta ahli iklim dan ekosistem purba. Terlebih lagi, rincian perubahan pada lanskap zaman es sebuah kunci yang dapat memberikan wawasan kritis secara lebih luas lenyapnya binatang dari kehidupan modern.

Studi ini dipimpin oleh Jacquelyn Gill mahasiswa pascasarjana di Williams laboratorium, Stephen T. Jackson dari Universitas Wyoming, Katherine B. Lininger dari UW-Madison, dan Guy S. Robinson dari Universitas Fordham.

Penelitian terbaru memberikan informasi tetapi tidak menyelesaikan perdebatan tentang apa yang menyebabkan kepunahan dari 34 genera atau kelompok hewan besar, termasuk gajah. "Data kami tidak konsisten bahwa adanya 'pemusnahan kilat' yang berlebihan pada hewan besar oleh manusia," kata Gill. Namun juga tidak menolak karena hilangnya habitat tergusur oleh keberadaan manusia Clovis. Meskipun begitu penelitian ini, tampaknya untuk menolak hipotesis baru bahwa sebuah meteor atau komet 12.900 tahun yang lalu bertanggung jawab atas kepunahan hewan besar pada zaman es di Amerika Utara.

Studi ini menggunakan core sedimen danau yang diperoleh dari Danau Appleman di Indiana, serta data yang diperoleh sebelumnya oleh Robinson dari situs di New York. Gill, Williams dan rekan-rekan mereka menggunakan serbuk sari, arang dan spora jamur dari kotoran yang memerlukan perjalanan melalui saluran pencernaan mamalia untuk melengkapi siklus hidupnya dalam merekonstruksi diskripsi perubahan ke lingkungan zaman es. Penurunan jejak mamalia pada zaman es di Amerika Utara adalah proses secara bertahap. Para peneliti memberikan rentang sekitar 1.000 tahun. Penurunan dalam jumlah besar hewan pada zaman es yang diawetkan dalam rekaman fosil ketika spora jamur menghilang sama sekali. "Pada 13.800 tahun yang lalu, jumlah spora turun secara dramatis. Mereka sudah nyaris hilang dalam catatan," kata Gill.

Seperti detektif yang merekonstruksi TKP, penggunaan spora jamur kotoran hewan membantu membentuk rangkaian peristiwa yang tepat, menunjukkan bahwa musnahnya megafaunal es dimulai sebelum usia tanaman mulai berubah dan sebelum api muncul secara luas pada lanskap ekosistem. "Data menunjukkan bahwa penurunan dan kepunahan megafaunal mulai terjadi situs Danau Appleman kira-kira antara 14.800 dan 13.700 tahun yang lalu dan didahului pergeseran besar dalam komposisi komunitas tumbuhan dan frekuensi api," kata Williams.

Jenis pohon seperti black ash, elm, and ironwood mulai mendominasi panorama termasuk jenis pohon jarum seperti cemara dan larch. Campuran yang dihasilkan dari temperatur iklim utara dan pohon membentuk komunitas tanaman yang diamati tidak seperti saat ini. "Segera setelah lanskep herbivora, kita melihat komunitas tanaman yang berbeda," kata Gill. Mantodon dan binatang besar lainnya menempati sebuah taman seperti lansekap ditandai oleh ruang terbuka yang luas, petak-petak hutan, dan rawa. "Data kami menunjukkan bahwa pohon-pohon ini membiakkan herbivora secara cepat jika tidak ada di sana untuk makan mereka," kata Gill.

Sementara kepunahan megafaunal zaman es di Amerika Utara dan perubahan lansekap ekosistem adalah fenomena terdokumentasi dengan baik, ada sampai sekarang, tidak ada detail kronologi peristiwa yang dibuat secara ulang pada komunitas biologis benua awal sekitar 14.800 tahun yang lalu. Hilangnya mammoths, berang-berang raksasa, sloths tanah dan binatang besar lainnya mendahului perubahan besar dalam masyarakat tanaman, menjanjikan wawasan baru tentang dinamika kepunahan dan pengaruhnya terhadap lanskap tertentu.

Artikel Lainnya: