Skip to main content

Syamsuddin Haris: Anggota DPR RI Mengalami Gejala Amnesia

loading...
Tinuku

(KeSimpulan) Respons Komisi III yang dangkal dalam menanggapi polemik kasus pimpinan KPK (nonaktif), Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, kental dengan pengaruh dominasi koalisi Partai Demokrat di tubuh Dewan.

Pengamat politik Syamsuddin Haris dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, respons Komisi III hingga ketuanya, Benny K Harman, yang menantang Tim Delapan untuk berdebat soal penegakan hukum dinilai tidak relevan dan tidak bijaksana. "Saya melihat ada pengaruh dominasi partai koalisi di DPR sehingga berpihak. Tapi yang dilupakan anggota DPR bahwa mereka adalah wakil rakyat," kata Syamsuddin.

Syamsuddin mengatakan, respons Komisi III yang cenderung berpihak pada Polri sangat dangkal. Padahal, rekaman yang diputar di Mahkamah Konstitusi (MK) jelas-jelas menunjukkan adanya masalah besar dalam tubuh Polri. Belum lagi soal menggugat kewenangan dan menantang profesionalisme Tim Delapan. Padahal, Tim Delapan sendiri dibentuk dengan mandat dan kewenangan dari Presiden.

Bukan hanya itu, tingkah anggota Dewan yang baru menunjukkan "gejala amnesia" bahwa mereka dipilih oleh rakyat. Keberpihakan pada kubu Polri hingga sikap terhadap angket Century bisa menjadi parameternya. (nasional.kompas.com / Syamsuddin: Anggota DPR Lupa, Mereka Wakil Rakyat! / Jumat, 13 November 2009)

Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.