Skip to main content

Teleskop Inframerah Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) Deteksi Matahari Katai dan Objek Debu

(KeSimpulan) NASA merencanakan peluncurkan teleskop pesawat ruang angkasa Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE), pada bulan depan yang akan melacak benda-benda langit dengan scan infra merah untuk objek yang terlalu redup, berdebu atau terletak di ruang yang sangat jauh.

Wide-field Infrared Survey Explorer atau WISE diharapkan dapat mengungkap ratusan ribu asteroid gelap yang tersembunyi di tata surya serta jutaan bintang dan galaksi yang sulit dipahami karena berada di ruang lebih jauh. Pesawat ruang angkasa seharga US$320 juta dibawa ke orbit oleh roket Delta 2 dari landasan peluncuran Vandenberg Air Force Base di California pada hari Jumat dan lepas landas dijadwalkan dini hari 9 Desember.

Misi enam bulan untuk mengamati seluruh langit dengan radiasi infra merah, suatu bentuk cahaya yang tidak terlihat oleh mata manusia dan dipancarkan oleh benda-benda paling dingin termasuk yang terabaikan oleh teleskop yang hanya peka cahaya biasa. "Kami berharap melihat banyak asteroid, bintang dan galaksi. Tapi sungguh saya akan terkejut karena kita akan menemukan hal-hal yang tidak terbayangkan sebelumnya," kata Edward Wright dari University of California, Los Angeles, seorang peneliti utama dari misi.

Teleskop duduk di dalam sebuah tangki yang diisi hidrogen beku nol mutlak, suhu terdingin yang dicapai secara teoritis, sehingga dapat mencegah instrumen ini akan menangkap panas inframerah miliknya sendiri. Di antara fenomena WISE kemungkinan akan mengungkap sejumlah besar bintang yang disebut matahari gagal atau katai (Brown dwarf) yaitu bola-bola gas yang sangat lebih kecil dibanding matahari karena kekurangan massa untuk memicu bintang internal mereka sendiri. Cahaya tidak terlihat karena mereka bersinar dalam spektrum inframerah.

Peter Eisenhardt, kepala proyek ilmuwan di NASA's Jet Propulsion laboratorium mengatakan, Brown dwarfs diyakini lebih banyak daripada yang sebenarnya di alam semesta yang terdekat dan beberapa darinya dapat berada lebih dekat ke bumi daripada bintang yang telah dikenal seperti Proxima Centauri, sekitar 4 tahun cahaya. Kedua teori kemungkinan besar akan dikonfirmasi oleh WISE. Sinar inframerah juga dapat menembus debu, memungkinkan WISE untuk kedua kali mengintip melalui material padat atau tidak terlihat karena kabut yang mengaburkan beberapa galaksi yang paling jauh dalam kosmos.

Kelas objek tersebut disebut galaksi ultra-bercahaya yang dianggap super-inkubator bintang baru, bersinar dengan lebih dari satu triliun kali cahaya matahari. Tetapi sebagian besar yang dipancarkan berbentuk cahaya inframerah. "Jadi, kita akan menemukan yang paling super-duper, hyper ultra-luminous galaxies di alam semesta dan menemukan betapa ekstrem pembentuk galaksi ini berproses," kata Eisenhardt.

Pesawat ruang angkasa detektor ini sekitar 500 kali lebih sensitif daripada teleskop inframerah langit terakhir pada tahun 1983 yang dibangun dalam misi bersama Eropa dan NASA. WISE kemungkinan akan menambah beberapa ratus asteroid tersembunyi dan komet ke inventaris yang dikenal "near-Earth objects" yang mengorbit nyaris bersinggungan dengan orbit Bumi, sementara para ilmuwan mengatakan lebih banyak tentang komposisi mereka.

Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.