Langsung ke konten utama

Tes DNA Temukan Spesies Buaya Siam Asli: Crocodylus siamensis di Kamboja

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Para konservaser mencari salah satu satwa dunia yang paling terancam punah pada spesies buaya telah menemukan puluhan reptil Crocodylus siamensis duduk-duduk di sebuah pusat penyelamatan satwa liar di Kamboja.

DNA yang diambil dari 69 buaya di parit Phnom Tamao Wildlife Rescue Center menunjukkan hampir 50 persen adalah Siamese crocodiles (Buaya Siam) yang saat ini diyakini telah punah dari alam liar. "Untuk pertama kalinya di Kamboja, kami memiliki populasi binatang yang kita tahu 100 persen adalah ras Siam buaya," kata Adam Starr, yang mengelola Program Konservasi Buaya Kamboja, upaya bersama antara pemerintah dan Fauna & Flora International yang berbasis di Washington, DC, kelompok konservasi Wildlife Aliansi juga ambil bagian. Di seluruh Asia Tenggara buaya siam, Crocodylus siamensis, dianggap telah punah 99 persen dari seluruh habitat asli dan terdaftar dalam golongan hampir punah oleh International Union for Conservation of Nature.

Sebagian besar populasi terhapus dengan hilangnya habitat dan perburuan liar. Mereka yang tersisa di alam liar dianggap kurang dari 250 (hampir semua di Kamboja dan sisanya di Indonesia dan Vietnam) menghadapi ancaman baru dengan dibangunnya bendungan tenaga air di dua dari tiga habitat mereka di Kamboja. Starr mengatakan penemuan populasi akan memberikan pilihan baru bagi pembiakan dan pengembalian ke alam bebas, di tempat-tempat yang kemungkinan besar tidak terpengaruh oleh bendungan. Hingga kini 60 buaya setahun dapat dilepaskan ke wilayah di mana mereka pernah berkembang.

Analisis DNA, yang dilakukan di Thailand Kasetsart University menjadi penting karena hampir mustahil untuk membedakan antara buaya Siam asli dan hibrida spesies (kawin silang) yang juga bertempat di konseravasi. Nhek Ratanapech, direktur pusat satwa liar, mengatakan dirinya terkejut ketika mengetahui ternyata begitu banyak buaya siam murni. "Sebelum kita melakukan tes DNA, kami pikir mungkin hanya tiga atau empat dari mereka di kebun binatang itu buaya Siam," kata Nhek Ratanapech. Buaya-buaya Siam sedikit lebih kecil dengan hanya di bawah 10 kaki (3,5 meter) dibanding buaya hibrida, serta moncong lebih pendek dan lebih lebar.

Laporan Penelitian
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.