Skip to main content

Antimicrobial Peptide dari Metazoan Purba Efektif Melawan Patogen Multiresistant MRSA

(KeSimpulan) Para peneliti di Jerman telah mengidentifikasi antimicrobial peptide baru yang menunjukkan aktivitas secara signifikan terhadap berbagai bakteri, termasuk multiresistant strain manusia seperti methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan vancomycin-resistant enterococci (VRE).

Temuan ini terjadi saat meneliti organisme metazoan purba Hydra magnipapillata. Para peneliti dari Christian Albrechts University dan University Medical Center Schleswig-Holstein Campus, Kiel, Jerman melaporkan temuan mereka dalam edisi Desember 2009 jurnal Antimicrobial Agents and Chemotherapy.

Sementara kejadian resitensi multidrug terus meningkat, penemuan dan pengembangan farmasi yang efektif terhadap strain bakteri ini telah melambat. Begitu umumnya dianggap sebagai infeksi didapat di rumah sakit, MRSA sekarang telah menyebar ke masyarakat (sekarang dikenal sebagai community acquired atau CA-MRSA) dan menginfeksi dini anak-anak muda yang sehat yang baru-baru ini dirawat di rumah sakit atau menjalani prosedur medis.

Penelitian terakhir telah membuktikan bahwa organisme purba memiliki kelengkapan dengan baik untuk mencegah patogen infeksius memasuki tubuh dan sangat membutuhkan target obat baru, eksplorasi lebih lanjut pada organisme ini dimungkinkan.

MRSA telah mengembangkan resistansi terhadap CA-MRSA human antimicrobial peptides dan penelitian sebelumnya telah menunjukkan respon imun antibakteri dalam metazoan sederhana Hydra magnipapillata untuk memasukkan bakterisida peptida dengan novel fitur struktural dan cara bekerjanya. Dalam studi, peneliti mengidentifikasi antimicrobial peptide arminin 1a dari Hydra dan menemukan bahwa hal itu ditunjukkan secara signifikan dan aktivitas luas terhadap bakteri termasuk MRSA dan enterococci, penyebab umum infeksi nosocomial yang juga resistan terhadap obat.

Pengamatan lebih lanjut mengungkapkan bahwa bakteri yang tewas ketika dinding sel terganggu dan aktivitas antibakteri arminin 1a tidak terpengaruh oleh paparan garam dalam darah manusia. Akhirnya, para peneliti menetapkan bahwa arminin 1a tidak berbagi nenek moyang dengan antimicrobial peptides apapun yang pernah kita kenal.

"Data kami menunjukkan bahwa organisme metazoan purba seperti Hydra memegang janji untuk mendeteksi novel molekul antimikroba dan pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri multiresistant," kata para peneliti.

R. Augustin, F. Anton-Erxleben, S. Jungnickel, G. Hemmrich, B. Spudy, R. Podschun, T.C.G. Bosch. Activity of the Novel Peptide Arminin against Multiresistant Human Pathogens Shows the Considerable Potential of Phylogenetically Ancient Organisms as Drug Sources. Antimicrobial Agents and Chemotherapy, 2009; 53 (12): 5245 DOI: 10.1128/AAC.00826-09
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Comments