Hidup Kesepian Menular kepada Orang Lain

Tinuku

(KeSimpulan) Penelitian oleh University of Chicago, University of California-San Diego dan Harvard menunjukkan bahwa kesepian dapat menular pada kelompok orang. Para peneliti menganalisis data longitudinal dari studi skala besar dengan memantau kelompok subjek selama lebih dari 60 tahun. Orang kesepian cenderung menularkan rasa kesepian mereka kepada orang lain. Secara bertahap dari waktu ke waktu, sekelompok orang kesepian semakin bergerak di pinggir jaringan sosial.

"Kami mendeteksi pola yang membawa orang-orang bergerak ke batas pinggir jaringan sosial ketika mereka mulai merasa sepi. Orang-orang yang di pinggir memiliki lebih sedikit teman, kemudian semakin mendorong ke jalur ikatan sosial yang sudah tipis menjadi putus seluruhnya," kata John Cacioppo, dari University of Chicago, psikolog anggota tim peneliti dan salah seorang ulama terkemuka di dunia kesepian. Anggota tim studi lain, James Fowler, Professor Political Science di University of California-San Diego, dan Nicholas Christakis, Professor dari Medicine and Sociology di Harvard Medical School.

Sebelum hubungan terputus, orang-orang di pinggir menyampaikan perasaan sepi kepada teman-teman yang tersisa, yang juga sesama mengalami kesepian. "Efek penguatan ini bahwa struktur sosial menuju ke lokasi ujung, seperti benang yang longgar pada akhir rajutan sweter," kata Cacioppo, anggota Tiffany & Margaret Blake Distinguished Service Professor in Psychology. Kesepian dikaitkan dengan berbagai penyakit mental dan fisik yang dapat mati pada usia muda, penting bagi orang untuk mengetahui kesepian untuk membantu ke tengah kelompok sosial sebelum kesepian individu bergerak semakin ke pinggir.

Temuan 'para ulama dunia kesepian' tersebut diterbitkan dalam artikel, "Alone in the Crowd: The Structure and Spread of Loneliness in a Large Social Network," diterbitkan edisi Desember, Journal of Personality and Social Psychology. Tim peneliti memeriksa data dari Framingham Heart Study yang telah mencatat masyarakat di Framingham sejak tahun 1948. Kelompok asli, termasuk lebih dari 5.209 orang yang pada awalnya dipelajari untuk risiko penyakit jantung. Studi diperluas dengan menyertakan 12.000 orang, sementara anak-anak dan cucu-cucu dari kelompok asli telah dimasukkan untuk diversifikasi sampel populasi. Studi Framingham termasuk juga depresi. Generasi kedua meliputi 5.124 orang yang difokuskan khusus kesepian.

Para peneliti tetap berhubungan dengan studi setiap dua sampai empat tahun, data dikumpulkan dari teman yang mengenal subjek untuk informasi tentang jaringan sosial, membuat grafik, dan memetakan subyek terkait sejarah persahabatan dan informasi laporan kesepian yang dialami. Pola kesepian menyebar ketika dilaporkan semakin sedikit teman dekat. Data menunjukkan orang kesepian "terinfeksi" orang di sekitarnya yang juga kesepian, dan orang-orang semakin bergerak ke tepi lingkaran sosial. Kemungkinan orang menjadi kesepian lebih cenderung disebabkan oleh perubahan dalam jaringan persahabatan daripada perubahan dalam jaringan keluarga.

Temuan juga menunjukkan bahwa ketika orang-orang merasa sepi menjadi kurang percaya pada orang lain sehingga mengembangkan suatu siklus yang membuat lebih sulit untuk membentuk persahabatan. Cacioppo mengatakan tampaknya masyarakat mengembangkan kecenderungan alami menumpahkan rasa kesepian pada orang lain. Dalam eksperimen kera, cenderung mengusir anggota kelompok yang telah dihapus dari sebuah koloni. "Masyarakat mungkin akan lebih positif jika lebih agresif pada orang-orang di pinggiran untuk membantu memperbaiki jaringan sosial mereka dan menciptakan sebuah pelindung terhadap kesepian sebelum seluruh jaringan terurai," kata Cacioppo.

Penelitian ini didukung dana dari National Institute on Aging (NIA). "Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kesepian dan kurangnya hubungan sosial dapat memiliki efek negatif yang signifikan pada keseluruhan kesehatan dan kesejahteraan manula. Ini penelitian perintis bagi koneksitas individu di dalam jaringan sosial, memiliki implikasi penting yang lebih luas interaksi sosial dan kesehatan," kata Richard Suzman, Ph.D., direktur NIA Division of Behavioral and Social Research.

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment