Langsung ke konten utama

Kain Pemakaman dari Era Yesus Memunculkan Keraguan untuk Kain Kafan dari Turin

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Tim peneliti internasional menemukan potongan-potongan kain kafan sebagai studi banding yang melemparkan keraguan serius terhadap the Turin shroud (Kain kafan JESUS Nazarene dari Turin), kain linen kontroversial yang oleh banyak orang dianggap sebagai bukti saat Kristus dibangkitkan dari kubur.

Ditemukan di sebuah kuburan di Yerusalem yang dikenal sebagai Akeldama atau "Tanah Darah," di mana Judas Iscariot diperkirakan melakukan bunuh diri, potongan-potongan kain kafan yang ditemukan di sekitar sisa-sisa seorang pria yang dimakamkan di ruang tertutup.

Mungkin kain kafan seorang imam Yahudi atau anggota aristokrasi yang meninggal karena menderita TBC dan lepra, hasil uji DNA dari kedua penyakit ini ditemukan di tulang. "Ini adalah kasus kusta yang paling awal dengan dikonfirmasi waktu di mana DNA M.leprae terdeteksi," peneliti dari Israel, Kanada, Australia, Amerika Serikat, dan lembaga-lembaga Inggris, yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE.

Meskipun identifikasi molekuler penyakit ini penting untuk distribusi geografis dan temporal untuk tuberkulosis dan lepra di masa lalu, "apa yang diduga sebagai makam ini adalah unik dibanding makam lainnya di pekuburan Akeldama, penemuan dari tekstil kain kafan yang terdegradasi," kata para peneliti. Pertama dari jenis tekstil ditemukan di Yerusalem, tanggal fragmen kain kafan dari waktu yang bersamaan kematian Kristus, tetapi sangat berbeda dengan Kain Kafan dari Turin.

Salah satu yang paling kontroversial relik Kristen, fitur kain Turin ditenun dari benang kepar yang rumit. Sedangkan kain yang baru ditemukan ini terdiri dari dua arah tenunan yang sederhana. Selain itu, garmen khas Yerusalem terdiri dari dua potong, satu untuk kepala dan satu untuk tubuh, sedangkan kain kafan Turin berbentuk satu gulungan besar. Jika tetap berada di makam khas Yerusalem, kain kafan ini mewakili banyak yang digunakan secara umum pada era Yesus, memunculkan keraguan yang kuat bahwa Turin shroud bukan berasal dari era Yesus Yerusalem.

Minat ilmiah Kain Kafan Turin dimulai pada 1898, ketika gambar oleh pengacara Secondo Pia, menunjukkan gambar negatif seorang pria berjanggut menembus pergelangan tangan, kaki, dan kepala yang berlumur darah. Pada tahun 1988, Gereja Vatikan menyetujui dilakukan carbon-dating tests. Tiga laboratorium terkemuka menyimpulkan bahwa kain kafan itu berasal dari abad pertengahan, sekitar tahun 1260-1390 dan bukan kain penguburan yang melingkari tubuh Kristus. Penanggalan radiokarbon tidak mencegah banyak peneliti merumuskan berbagai hipotesis pada keaslian kain kafan itu.

Barbara Frale, peneliti Vatikan, bulan lalu mengatakan telah menemukan surat-surat berserakan di permukaan kain dan menyatakan bahwa pada dasarnya kain kafan itu sebuah sertifikat hukuman mati untuk seseorang bernama "Yeshua Nazarani".

Kain kafan Turin selamanya digulung dalam sebuah peti perak dan telah bertahan sejak keberadaannya pertama kali tercatat di Perancis pada 1357, termasuk ditimpa sebuah kebakaran misterius di Katedral Santo Yohanes Pembaptis pada tahun 1997. Pernah ditampilkan ke publik sebanyak lima kali selama abad yang lalu. Penampilan terakhir pada tahun 2000, lebih dari tiga juta orang melihatnya. Penampilan ke publik berikutnya dijadwalkan pada 10 April – 23 Mei 2010 di Katedral Turin.
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar