Skip to main content

Kicauan Burung Alarm Mengingatkan Teman dan Ancaman Predator

loading...
Tinuku

(KeSimpulan) Di Indonesia, burung berkicau lebih banyak dipajang di ruang tamu atau untuk diikutkan dalam perlombaan, tetapi bagi para peneliti di UC Davis kicauan burung adalah sebuah misteri perilaku fauna liar.

Menurut sebuah studi UC Davis menyatakan bahwa burung-burung melakukan panggilan sinyal alarm untuk mengingatkan burung lain berkaitan dengan ancaman bahaya dan memberi peringatan kepada predator. Beberapa burung dapat menarik trik ventriloquist, berkicau dengan sisi mulut mereka.

Jessica Yorzinski, seorang mahasiswa pascasarjana perilaku binatang di UC Davis yang melakukan penelitian bersama Gail Patricelli, profesor evolusi dan ekologi mengatakan, banyak hewan menanggapi vokalitas ketika mereka mendeteksi pemangsa, tetapi tidak jelas kepada siapa mereka melakukan pensinyalan. Mereka mungkin mengingatkan kepada yang lain mengenai ancaman, tetapi kemungkin juga bentuk peringatakan kepada predator bahwa "Aku telah melihat anda."

Yorzinski menggunakan mikrofon yang ditata berbentuk ring terarah di sekitar kandang burung untuk merekam kicauan dark-eyed Juncos, yellow-rumped Warblers, house Finches dan unggas lainnya saat mereka ditunjukkan sebuah boneka burung hantu. Semua burung yang ditangkap di alam liar diuji dan dilepas lagi dalam waktu 24 jam.

Secara keseluruhan, burung-burung memberikan alarm panggilan relatif Omnidirectional yang menunjukkan bahwa mereka memperingatkan burung lain di sekitarnya. Namun, spesies utama yang diuji (Juncos, Warblers, dan Finch), semuanya menunjukkan kicauan yang ditujukan ke arah burung hantu, sehingga kicauan ini juga bisa berfungsi untuk memperingatkan pemangsa. Yorzinski mencatat bahwa burung Finch paling terarah dalam berkicau.

Mereka juga mencatat Finch merupakan spesies yang paling banyak bersosial saat diuji. Beberapa burung mampu menciptakan panggilan dalam satu arah sementara paruh mereka menunjuk pada yang lain. "Ini seperti mengeluarkan pembicaraan dari sudut mulut mereka," kata Yorzinski.

Dalam beberapa kasus, burung-burung memiliki penglihatan ke samping lebih baik dibandingkan ke depan, meskipun Yorzinski tidak menemukan bukti catatan bahwa burung memproyeksikan panggilan baik ke depan dan ke kedua sisi. "Tidak jelas bagaimana mereka mencapai ini," kata Yorzinski. Studi ini didanai oleh National Science Foundation dan dipublikasikan pada 18 November di jurnal Proceedings of the Royal Society B.

Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Comments