Langsung ke konten utama

Korupsi Rp 200 Milyar Mantan Bupati dan Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Pada tahun 2006, pemerintah daerah Pandeglang meminjam uang sebesar Rp.200 miliar kepada Bank Jabar cabang Pandeglang. Bupati Pandeglang Ahmad Dimyati Natakusumah yang dilantik pada tanggal 15 November 2005, diduga membungkam seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang dengan menyuap.

16 Juli 2008

Unjuk rasa 500-an warga di Kejaksaan dan Pendapa Kabupaten meminta Dimyanti dijadikan sebagai tersangka kasus suap itu. Unjuk rasa tersebut menjadi rusuh.

28 Mei 2008

Wakil Ketua DPRD Bupati Pandeglang Aris Turisnadi dan dua anggota DPRD mengembalikan duit pemberian pemerintah kabupaten. Duit diberikan pada Desember 2006. Dalam sidang empat terdakwa pada 24 Desember, terungkap uang diberikan setelah anggota DPRD mempertanyakan persetujuan pinjaman oleh pimpinan DPRD tanpa rapat paripurna.

6 Maret 2009

Pemeriksaan tersangka Dimyati dan wakilnya Erwan Kurtubi.

23 Maret 2009

Dalam sidang Kepala Dinas Pengelolaan Keunagan Abdul Manad, Dimyati membantah jika disebut memerintahkan suap. Namun Munaf berkukuh suap Rp.1,5 miliar tersebut atas perintah dari Bupati.

14 April 2009

Dimyati mangkir dari panggilan Kejaksaan Tinggi dengan alasan belum menerima surat panggilan. Dua hari kemudian Dimyati sempat diperiksa, tapi belum ke materi perkara karena tidak didampingi pengacara.

29 April 2009

Dimyati menjadi anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan.

22 Mei 2009

Dimyati dilaporkan menyuap Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Dondy Kumando Soedirman berupa rumah mewah di Cianjur, Jawa Barat. Kejaksaan tidak menemukan buktinya. Sebulan kemudian, Dondy diturunkan pangkatnya karena meneken surat penehanan Prita Mulyasari dalam kasus pencemaran nama baik dokter dan RS Omni Tangerang Selatan. Kejaksaan Tinggi dinilai tidak profesional.

16 September 2009

Dimyati mangkir lagi dari panggilan Kejaksaan Tinggi dengan alasan umrah.

29 September 2009

Dimyati mengkir lagi dengan alasan ikut orientasi anggota DPR. Ia dinyatakan mengkir tiga kali dengan berbagai alasan.

9 November 2009

Dimyati mengutarakan kasus ini kepada kejaksaan saat Rapat Kerja Komisi III dengan agenda kasus dugaan kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi dan Makelar kasus.

11 November 2009

Kejaksaan Tinggi menahan Dimyati.

(www.tempointeraktif.com, Tergelincir Utang Rp 200 Miliar, Senin 16 November 2009 / www.tempointeraktif.com / Senin Pekan Depan, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Resmi Dicopot, Jum'at 26 Juni 2009 / www.surya.co.id / Buntut Kasus Prita Kejati Dicopot, Diduga Perintahkan Tahan Prita, Sabtu, 13 Juni 2009)

bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar