Skip to main content

Letusan Tak Dikenal Sebelum Gunung Tambora Turut Mendinginkan Bumi Tahun 1810

loading...
Tinuku

(KeSimpulan) Sebuah analisis baru menunjukkan catatan inti es bahwa letusan besar telah mendinginkan Bumi pada tahun 1809-an bahkan sebelum letusan Gunung Tambora yang bertanggungjawab terjadinya 'sepanjang tahun tanpa musim panas'.

Sebuah analisis baru menunjukkan sebagian besar, letusan gunung berapi yang sebelumnya tidak dikenal di suatu tempat di daerah tropis mendorong iklim dingin pada dekade 1810-an menjadikan Bumi terdingin selama 500 tahun yang lalu. Para ilmuwan telah lama fokus untuk mengetahui terjadinya letusan Gunung Tambora di Indonesia pada tahun 1815, letusan yang berakibat pada pendinginan iklim begitu besar sehingga dekade 1816-an sering disebut sebagai "tahun tanpa musim panas" (SN: 8/30/2008, hal 16).

Sekarang, bukti dari inti es yang diambil dari daerah kutub menunjukkan bahwa letusan besar lain juga terjadi di daerah terpencil, daerah yang tidak berpenghuni di daerah tropis hanya beberapa tahun sebelum Gunung Tambora meniupkan material ke udara, kata Jihong Cole-Dai, kimiawan lingkungan dari South Dakota State University di Brookings.

Air hujan yang jatuh di Greenland dan Antartika pada tahun 1810 dan 1811 mengandung sulfat yang jauh lebih tinggi dibanding jumlah normal biasanya. Cole-Dai dan rekan-rekannya melaporkan analisis ini pada edisi 28 November di jurnal Geophysical Research Letters. Beberapa ilmuwan telah menyarankan bahwa sulfat berasal dari letusan lokal dan kecil yang terjadi di belahan dunia yang terpisah tetapi pada saat yang sama.

Namun, analisis baru dari sulfat tersebut mengungkapkan pergeseran rasio dari isotop sulfur yang menjadi indikasi belerang sulfur telah melakukan reaksi kimia yang terjadi di atmosfer tinggi. Para peneliti berpendapat bahwa temuan tersebut menunjukkan sulfat berasal dari sebuah letusan yang besar cukup besar untuk mengirim aerosol ke stratosfer di areal yang lebih luas yaitu baik belahan Utara dan Selatan.
Letusan yang mungkin terjadi pada sekitar Februari 1809, kira-kira setengah ukuran Gunung Tambora dan mendinginkan iklim secara substansial. "Kemudian, sebelum suhu punya kesempatan untuk sepenuhnya pulih, selang beberapa saat Gunung Tambora meletus," kata Cole-Dai.

Central England temperature series 1770-1840. The length of the cooling effect of the Tambora 1815 eruption is indicated by the blue bar. These graphs have been prepared using the composite monthly meteorological series since 1659, originally painstakingly homogenized and published by the late professor Gordon Manley (1974) / Manley, G. 1974. Central England Temperatures: monthly means 1659 to 1973. Quaterly Journal of the Royal Meteorological Society 100, 389-405.

Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Comments