Skip to main content

Letusan West Mata Volcano di Kedalaman 4K meter Laut Pasifik Direkam Tim Ekspedisi

loading...
Tinuku
(KeSimpulan) Ekspedisi yang didanai oleh National Science Foundation (NSF) dan NOAA telah merekam letusan spektakuler gunung berapi di dasar laut terdalam yang pernah diketahui, West Mata Volcano, direkam dengan high-definition video. "Untuk pertama kali kami mampu meneliti dari dekat, seperti gunung berapi dilahirkan, primitif tidak lazim dari komposisi letusan lava gunung, banyak hal untuk pemahaman kami," kata Barbara Ransom, direktur NSF's Division of Ocean Sciences.

Letusan gunung berapi ini ditemukan pada bulan Mei, 4.000 meter di bawah permukaan Samudra Pasifik di kawasan Fiji, Tonga, dan Samoa. "Kami menemukan jenis lava yang belum pernah ada yang meletus dari sebuah gunung berapi aktif dan untuk pertama kali mengamati lava yang mengalir di dasar laut," kata kepala ekspedisi Joseph Resing, kimiawan kelautan University of Washington.

"Tampilan spektakuler kembang api kedalaman 4.000 meter. Karena tekanan air menekan kekuatan ledakan gunung berapi, kita bisa memparkir robot beberapa meter dari letusan aktif. Di darat atau bahkan di perairan dangkal, anda tidak bisa berharap untuk melihat lebih dekat dan melihat detail," kata Bob Embley, geolog kelautan NOAA's Pacific Marine Environmental Laboratory di Newport, Ore.

Ketakjuban termasuk lava gelembung besar tiga meter meledak di air laut dingin, ventilasi merah membara meletuskan lahar ke laut, dan aliran lava sebelum ke lantai laut. Bunyi letusan direkam oleh hidropon dan dicocokkan dengan rekaman video. Ekspedisi ilmuwan merilis video dan mendiskusikan pengamatan mereka pada 17 Desember 2009 saat pertemuan tahunan American Geophysical Union (AGU) di San Fransisco. West Mata Volcano memproduksi boninite lavas yang diyakini berada di antara yang terpanas di Bumi zaman modern dan jenis sebelumnya hanya pada gunung berapi lebih dari satu juta tahun.

Geokimiawan University of Hawaii, Ken Rubin, percaya bahwa letusan boninite aktif memberikan kesempatan unik untuk mempelajari pembentukan magma gunung berapi dan untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara daur ulang materi Bumi di mana salah satu plat tektonik subducted di bawah yang lain. Air dari gunung berapi sangat asam dengan beberapa sampel yang dikumpulkan di atas letusan.

Julie Huber, mikrobiolog Marine Biological Laboratory menemukan beragam mikroba bahkan dalam kondisi ekstrim seperti itu. Tim Shank, biolog Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) hanya menemukan udang, satu-satunya hewan yang berkembang di dalam air vent asam dekat letusan. Shank menganalisis DNA udang untuk menentukan apakah mereka spesies yang sama dengan yang ditemukan di seamounts lebih dari 3.000 mil jauhnya. Para ilmuwan percaya bahwa 80 persen aktivitas letusan di Bumi terjadi di laut dan sebagian besar gunung berapi berada di dalam laut.

Studi lebih lanjut letusan dalam laut akan memberikan pemahaman yang lebih baik pada siklus karbon dioksida dan gas-gas belerang samudera, serta materi yang ditransfer dari bagian dalam bumi ke permukaan, bagaimana kehidupan menyesuaikan keadaan. Tim bekerja di atas kapal University of Washington's research vessel Thomas Thompson dan menurunkan Jason (kendaraan selam yang dioperasikan jarak jauh) milik WHOI. Jason mengumpulkan sampel menggunakan perangkat lengan dan merekam menggunakan HD imaging system yang dikembangkan oleh Advanced Imaging and Visualization Lab di WHOI.

Tim ekspedisi lain yang berafiliasi yaitu Oregon State University, Monterey Bay Aquarium Research Institute, Western Washington University, Portland State University, Harvard University, University of Tulsa, California State University's Moss Landing Marine Laboratory, University of California Santa Cruz, dan Lamont Doherty Earth observatorium.
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Comments