Langsung ke konten utama

Mekanisme Transformasi Diri Sel Mengubah Status

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Sel-sel tidak statis. Mereka dapat mengubah diri dari waktu ke waktu, tetapi perubahan dapat memiliki implikasi yang berbahaya. Misalnya, sel yang jinak bisa tiba-tiba berubah menjadi kanker yang ganas. Itulah salah satu alasan mengapa para ilmuwan mencoba untuk mencari tahu mengapa dan bagaimana sel dapat melepaskan identitas lama mereka dan menjadi identitas yang baru.

Jika dapat mengetahui bagaimana hal ini terjadi, para peneliti dapat lebih mengerti mengapa banyak sel yang berbeda (seperti sel-sel induk atau sel-sel yang menjadi kanker) bertransformasi. Hingga pada gilirannya, suatu hari nanti bisa memungkinkan para ilmuwan untuk mengontrol proses transformatif yang dapat mengembangkan farmasi untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Jeffrey Laney, asisten profesor biologi dari Brown University, telah mengidentifikasi satu cara perubahan ini terjadi dengan melihat Saccharomyces cerevisiae, ragi yang umum digunakan untuk membuat bir dan roti. Laney menemukan bahwa "mesin" seluler menghapus regulasi dari gen di dalam sel, sehingga sel dapat mengubah keadaan. Rincian penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature Cell Biology.

"Kita sudah tahu bahwa sel-sel melepaskan identitas lama mereka. Apa yang kita tidak tahu adalah bagaimana mekanisme itu terjadi," kata Laney yang juga peneliti di Department of Molecular Biology, Cell Biology and Biochemistry. Temuan ini dapat memberi cahaya baru di berbagai transisi biologis, di mana sel mengubah atau berevolusi sebagai bagian dari fungsi normal mereka.

Untuk melakukan studi, Laney di laboratorium melacak perubahan seluler yang terjadi pada ragi pembuat roti. Secara khusus, mereka terkunci pada organisme sebagai "suatu" sel berubah ke sel-sel "alpha" untuk memupuk diri (proses ini analog dengan sebuah telur menjadi sperma).

Tim Laney menemukan bahwa suatu protein regulator "duduk" pada gen di dalam sel dan mengelola identifikasi sel sebagai hasilnya. Regulasi molekul yang lain dapat menghentikan protein dari gen, sehingga gen harus diaktifkan dan untuk mengubah sel dari "sebuah" tipe ke dalam tipe "alpha".

Meskipun gen yang dipelajari di laboratorium dan tidak pada manusia, gagasan tentang perubahan selular dengan mengubah ekspresi status gen dari "on" ke "off" atau dari "off" ke "on", dianggap universal pada semua sel. Memahami bagaimana proses ini terjadi secara normal akan memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi tentang situasi patologis ketika proses transformasi sel yang tidak beres.

Penelitian Laney dibantu oleh Alexander Wilcox, peneliti postdoctoral. Proyek penelitian mereka didanai hibah dari National Institutes of Health dan March of Dimes Basil O'Connor Starter Scholar Research Award.

bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar