Molekul SOCS1 Terhubung Protein p53 Pertahanan Alami Anti Kanker

Tinuku

(KeSimpulan) Peneliti Kanada telah menemukan mekanisme molekuler sebuah novel yang mencegah kanker. Dalam edisi 11 Desember jurnal Molecular Cell, ilmuwan dari Université de Montréal dan Université de Sherbrooke menjelaskan bahwa molekul SOCS1 mencegah aktivitas penyebab kanker cytokines, hormon rawan penyebab kanker penyakit radang kronis seperti Crohns, pada perokok, dan orang-orang yang terpapar asbes.

"Aktivitas cytokines yang berlebihan meningkatkan kanker. Penemuan mekanisme ini akan memungkinkan para ilmuwan untuk merancang suatu strategi pencegahan kanker bagi orang-orang dengan penyakit inflamasi kronis dan mengarah pada pemahaman yang lebih baik pertahanan alami tubuh manusia terhadap kanker," kata Dr Gerardo Ferbeyre, peneliti senior dan profesor biokimia dari Université de Montréal.

Tim peneliti tidak menduga SOCS1 ternyata dapat dihubungkan dengan p53, master pengatur pertahanan antikanker alami. "Kami terkejut untuk menyadari bahwa SOCS1 langsung dihubungkan dengan p53," kata Viviane Calabrese, peneliti utama dan mahasiswa di Université de Montréal mahasiswa.

"Tim kami menunjukkan bahwa SOCS1 adalah pengatur langsung gen p53," kata Dr Ferbeyre yang mencatat gen p53 sering hilang dalam pasien penderita kanker manusia seperti juga SOCS1 secara signifikan. Penelitian baru menunjukkan bahwa dampak kerugian pada pasien SOCS1 mungkin juga menonaktifkan jalur penekanan tumor oleh p53. Tim peneliti juga menunjukkan bahwa reintroduksi SOCS1 ke sel tumor mengurung mereka dalam keadaan tidak aktif tetap dikenal sebagai mencegah penuaan sel berkembang biak dengan liar seperti ciri khas sel kanker.

"Dengan studi ini, kami memberikan harapan baru untuk menemukan farmasi untuk mengaktifkan pertahanan anti kanker alami pada orang-orang yang beresiko menderita kanker dipicu oleh peradangan kronis," kata Dr Ferbeyre. Penelitian profesor Ferbeyre didukung oleh Canadian Institute of Health Research dan oleh Fonds de la recherche en santé du Québec.

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment