Langsung ke konten utama

Para Peneliti Mengetahui Pergerakan Sel yang Misterius Tiga Dimensi

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Sel kita lebih mirip kita dari yang kita pikirkan sebelumnya. Mereka peka terhadap lingkungan mereka, menusuk, dan mendorong dengan sengaja ke sekitarnya dengan tangan seperti antena dan sinyal kimia ketika mereka memutuskan di mana harus bergerak. Seperti berhati-hati agar berfungsi dengan baik tetapi membuat jengkel para insinyur yang berusaha menciptakan jaringan sintetis, katup jantung, implant, dan perangkat lain agar tubuh manusia mau menerima.

Untuk mengatasi kendala itu, para ilmuwan telah berusaha untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana sel menjelajahi apa yang ada di sekitar mereka. Meskipun banyak kajian telah meneliti gerakan selular dalam dua dimensi dan beberapa percobaan baru-baru ini melibatkan gerakan selular dalam tiga dimensi, ilmuwan tetap yakin berapa banyak sel berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Kini, sebuah studi yang melibatkan Brown University dan California Institute of Technology telah mencatat untuk pertama kalinya bagaimana sel bergerak dalam tiga dimensi dengan mengukur gaya yang diberikan oleh sel-sel di lingkungan mereka. Penelitian para ilmuwan memberi penilaian terbaru yang paling lengkap tentang bagaimana sel bergerak.

"Kami mempelajari bahwa sel bergerak dalam cara yang jauh lebih kompleks daripada yang diyakini peneliti sebelumnya. Sekarang, kita bisa memulai untuk benar-benar menempatkan nomor punggung guna mengetahui seberapa banyak sel mendorong dan menarik di lingkungan mereka dan berapa banyak sel tetap berpegang pada jaringan ketika mereka bergerak dan berinteraksi," kata Christian Franck, asisten profesor rekayasa di Brown yang dipublikasikan hasil studi di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Franck dan Stacey Maskarinec, melakukan eksperimen dengan menempatkan sel-sel di atas gel setebal 50 mikron berbasis air yang dirancang untuk meniru jaringan manusia. Serta ditambahkan lingkup gel sekitar diameter setengah mikron ketika berdesak-desakan oleh perilaku sel. Dengan menggabungkan dua teknik (laser scanning confocal microscopy dan digital volume correlation) para ilmuwan menelusuri kualifikasi gerakan sel-sel, bagaimana lingkungan berubah setiap kali sel berpindah. Tim peneliti mencatat hasilnya setiap 35 menit nonstop selama 24 jam.

Apa yang mereka temukan bahwa sel-sel bergerak dengan cara yang menarik. Dalam satu percobaan, gerakan sel yang ditunjukkan dengan jelas dalam tiga dimensi dengan memperpanjang antena ke gel, menyelidiki kedalaman, seolah-olah menyodorkan kaki ke bawah mengukur kolam. Brown dan para ilmuwan Caltech juga menemukan bahwa sebagai sebuah sel yang bergerak, hal ini terlibat dalam serangkaian tindakan sebagai push-pull actions, meredistribusi beratnya, tubuh berputar dan berlongasi. Ini berbeda dengan gaya "genggaman" atau melekat pada permukaan. Kombinasi gerakan untuk membantu menghasilkan momentum dan menciptakan sebuah "gerakan bergulir", lebih seperti berjalan daripada mendesak seperti pemahaman banyak ilmuwan sebelumnya dalam membaca gerakan.

"Ini gerakan dalam tiga dimensi. Temuan ini memberi janji pada pemahaman kita yang lebih besar terkait dengan cara perubahan perilaku sel ketika mereka sakit," kata Franck yang merencanakan untuk menggunakan teknik pengukuran baru ini dalam mengkaji bagaimana pergerakan sel-sel yang sehat normal dibandingkan dengan gerakan dari sel-sel mutan. Penelitian ini dibantu oleh David Tirrell dan Guruswami Ravichandran, ilmuwan di Caltech dan didanai oleh National Science Foundation.

Laporan Penelitian
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar