Skip to main content

Paroxetine Kognitif dan Plasebo Terhadap Neurotisisme dan Extraversion Depresi Kambuh

(KeSimpulan) University of Pennsylvania (Penn), Vanderbilt University psychology study, dan Northwestern University melaporkan data pertama kali bukti kontrol plasebo bahwa obat (terutama antidepresan) Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) dapat merubah substansial kepribadian pasien. Perubahan kepribadian tampaknya dapat dihubungkan dengan perbaikan jangka panjang suasana hati. Temuan menolak asumsi umum bahwa perubahan kepribadian selama pengobatan SSRI hanya akan terjadi sebagai hasil sampingan dalam menggurangi gejala depresi. Studi ini, menunjukkan pengaruh paroxetine dalam mengubah kepribadian yang muncul jauh lebih drastis dibandingkan plasebo dalam mengurangi depresi.

"Penelitian kepribadian karakteristik SSRI seperti neuroticism and extraversion, mungkin perlu lebih disempurnakan pemahaman tentang mekanisme SSRI. Kemungkinan SSRI dapat dipandang sebagai agen penormalan kepribadian yang bermanfaat dalam mengobati berbagai kelainan yang berhubungan dengan tingginya neurotisisme dan rendahnya extraversion," kata Robert DeRubeis, profesor di Department of Psychology in Penn's School of Arts and Sciences. Di antara responden paroxetine, mereka yang neurotisisme yang paling berubah selama pengobatan. Munculnya perubahan dalam neurotisisme (atau dalam sebuah fenomena yang berhubungan laporan neurotisisme) berfungsi untuk mengurangi kerentanan kambuh.

Sebelumnya laporan menunjukkan bahwa terapi kognitif mencegah depresi kambuh lebih efektif dibanding melakukan terapi obat secara keseluruhan. Dalam studi ini, pasien yang dirawat dengan terapi kognitif mengalami perubahan kepribadian yang lebih besar dibandingkan pasien yang memakai plasebo, namun efek ini tidak dapat menjelaskan tingkat kekambuhan yang lebih rendah dalam kelompok terapi kognitif. Sebaliknya, perubahan terapi kognitif berkaitan dengan pembelajaran keterampilan baru daripada perubahan-perubahan dalam kepribadian. Secara khusus, kemampuan dan kecenderungan pasien dapat menerapkan metode-metode terapi kognitif setelah menjalani terapi pengobatan agar memiliki efek jangka panjang.

Studi ini diterbitkan pada edisi Desember jurnal Archives of General Psychiatry. Penelitian ini didukung oleh National Institute of Mental Health and GlaxoSmithKline. Para peneliti secara acak dengan 240 responden depresi berat atau MMD, memberi plasebo selama 8 minggu, paroxetine selama 16 minggu atau terapi kognitif selama 16 minggu. Pengukuran kepribadian dan gejala depresif dilakukan Pre dan Post. Setelah pengobatan dengan paroxetine atau dengan terapi kognitif, responden ditindaklanjuti selama satu tahun untuk identifikasi depresi kambuh.

Seperti yang khas, pasien paroxetine mengalami peningkatan moderat kambuh depresi daripada mereka yang menerima plasebo. Sebaliknya, perubahan dalam neurotisime dan extraversion jauh lebih besar untuk pasien yang memakai paroxetine dibanding yang menerima plasebo. Pasien yang memakai paroxetine melaporkan 6,8 kali lebih banyak perubahan pada neurotisisme dan 3,5 kali lebih banyak perubahan extraversion pada pasien plasebo. "Temuan kami mengusulkan model baru mekanisme antidepresan. Data kami menunjukkan bahwa antidepresan modern bekerja pada kepribadian kunci memperbaiki faktor risiko depresi," kata Tony Z. Tang dari Northwestern University.

Tidak hanya neurotisisme sebagai kunci faktor risiko tinggi untuk depresi, tetapi studi juga telah menemukan substansi tumpang tindih dalam gen yang terkait dengan neurotisisme tinggi dan gen yang terkait dengan depresi. Juga, neurotisisme dan extraversion keduanya berkaitan dengan sistem serotonin otak yang ditargetkan oleh antidepresan. Penelitian ini dilakukan oleh Tang and Benjamin Schalet dari Northwestern University, DeRubeis dan Jay Amsterdam dari University of Pennsylvania, Steven D. Hollon dan Richard Shelton dari Vanderbilt University.

Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Comments