Langsung ke konten utama

Peneliti ASU Memprogram Mikroba Fotosintetik Bakteri Cyanobacteria untuk Produksi Biofuel

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Sebuah tim peneliti dari Arizona State University (ASU) mengembangkan suatu proses yang menghilangkan hambatan kunci untuk memproduksi biofuel terbarukan dengan biaya lebih rendah. Peneliti memprogram photosynthetic microbe (mikroba fotosintetik) untuk menghancurkan diri sendiri, membuat pemulihan lemak energi tinggi dan produk samping biofuel mereka yang lebih mudah dan murah.

"Biaya yang sesungguhnya terlibat dalam produksi biofuel dan mengubahnya menjadi bahan bakar. Seluruh sistem yang telah kita kembangkan adalah sarana untuk pemulihan yang memerlukan bahan energi yang tidak tergantung fisik atau proses kimia," kata Roy Curtiss, direktur the Biodesign Institute's Center for Infectious Diseases and Vaccinology dan profesor di School of Life Sciences.

Curtiss adalah bagian dari tim multidisiplin ASU yang telah berfokus mengoptimalkan pada mikroba fotosintetik disebut cyanobacteria sebagai sumber terbarukan biofuel. Mikroba ini mudah memanipulasi secara genetik dan memiliki potensi hasil lebih tinggi daripada menanam tanaman sebagai sumber bahan bakar transportasi. Namun sampai sekarang, panen lemak dari mikroba memerlukan banyak biaya dan langkah pengolahan intensif.

Cyanobacteria memiliki multi lapisan, misalnya burrito yaitu rangkaian pelindung membran luar yang membantu bakteri berkembang dalam lingkungan yang keras, menciptakan buih yang sering ditemui di dalam kolam renang. Untuk mendapatkan cyanobacteria lebih mudah, mereka melepas lemak tinggi. Curtiss dan peneliti postdoctoral Xinyao Liu meletakkan suite gen-gen pada proses fotosintetik bakteri yang dikontrol dengan penambahan sederhana sejumlah nikel ke media pertumbuhan. "Genetika adalah alat yang sangat ampuh. Kami telah menciptakan sebuah sistem halus yang sangat fleksibel dan dapat kita kontrol," kata Liu. Hasilnya penelitian ini dipublikasikan pada 7 Desember di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Gen diambil dari bakteri mematikan musuh disebut bacteriaphage yang menginfeksi bakteri, akhirnya membunuh mikroba dengan cara meledakan mereka seperti balon. Para ilmuwan bertukar bagian dari bacteriaphages yang menginfeksi E. coli dan salmonella, hanya menambahkan nikel ke media pertumbuhan di mana gen-gen yang disisipkan menghasilkan enzim yang perlahan-lahan mengurai membran cyanobacteria dari dalam.

Ini adalah kasus pertama menggunakan sistem bakteri khusus dan menempatkannya di cyanobacteria agar mereka hancur dengan sendirinya. Curtiss telah mengajukan hak paten teknologi bersama Xinyao Liu. Curtiss selama ini menjadi perintis dalam mengembangkan vaksin baru, menggunakan sistem yang sama untuk mengembangkan secara aman dan efektif vaksin radang paru-paru.

Proyek ini merupakan contoh utama dari multidisiplin, semangat kolaboratif penelitian ASU. Kontributor utama lainnya adalah School of Life Sciences, profesor Wim Vermaas, (teknolog manipulasi genetik cyanobacteria), Robert Roberson (mikroskopi elektron transmisi), Daniel Brune (spektrometer massa yang melakukan analisis tentang produk lipid).

"Ini mungkin tidak akan pernah berjalan jika Science Foundation Arizona atau BP tidak mendanai proyek," kata Curtiss. Dana proyek penelitian ini sebesar US$5 juta adalah kunci untuk merekrut bakat baru termasuk Xinyao Liu, mikrobiologi dan genetikawan yang baru saja menerima gelar Ph.D dari Peking University di Beijing, Cina. "Sekarang, kita bergerak maju dengan sejumlah pendekatan baru untuk melihat seberapa jauh kita dapat mendorong sponsor," kata Curtiss. Fase berikutnya dari penelitian ini didanai sebesar US$5.2 juta selama dua tahun, hibah dari US Department of Energy (DOE) yang dipimpin oleh peneliti Wim Vermaas, Curtiss, Liu dan tim biofuel ASU.

bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar