Pesta Solstice di Stonehenge yang Membingungkan

Tinuku
(KeSimpulan) Sebuah pesta besar titik balik matahari musim dingin mungkin telah terjadi di sekitar Stonehenge pada 4.500 tahun yang lalu. Fragmen ternak dan tulang babi yang ditemukan beberapa kilometer dari situs megalitik prasejarah ini menunjukkan bahwa orang-orang terhubung antara lingkaran batu dan langit dengan pesta ratusan daging panggang.

Menurut penelitian awal yang dipimpin oleh Mike Parker Pearson dari University of Sheffield, Inggris, menunjukkan hewan-hewan didatangkan dari tempat yang berbeda dan dibawa menempuh ratusan mil untuk disembelih segera setelah tiba di Durrington Walls, batu tiang melingkar yang besar atau henge, dua mil timur laut Stonehenge. Telaah Parker Pearson menunjukkan bahwa situs ini menarik banyak orang datang berbondong-bondong merujuk pada era Neolitik.

"Jumlah tulang ternak babi, gerabah, batu api, mata panah, dan puing-puing lithic menunjukkan bahwa penduduk berkumpul dan mengkonsumsi," kata Parker Pearson yang baru saja mencairkan dana proyek untuk riset ini sebesar US$1.290.000, menganalisis berbagai bahan-bahan yang ditemukan dari situs. Sejauh ini, para arkeolog tidak menemukan bukti bahwa Durrington dihuni secara permanen. Parker Pearson percaya bahwa aktivitas manusia yang intens dikaitkan dengan pesta selama solstices.

"Jumlah kecil alat-alat batu selain mata panah, tidak adanya penggilingan dan kurangnya partikel karbonasi mengindikasikan bahwa ini merupakan situs khusus untuk 'mengadakan hajatan'. Pada pertengahan musim panas dan pertengahan musim dingin kecenderungan solstice dari arsitektur Stonehenge dan Durrington Wall menyarankan penduduk musiman," kata Parker Pearson.

Stonehange terletak di daerah Wiltshire, wilayah pusat terpadat di Inggris, sebuah kompleks monumen Neolitik dan Zaman Perunggu, Stonehenge terdiri dari sisa-sisa lingkaran misterius berdirinya batu-batu besar yang dibangun antara 3000SM dan 1600SM. Monumen prasejarah ini telah lama membingungkan para arkeolog yang hingga kini masih berdebat mengenai tujuan aslinya dengan dua teori utama mulai terbentuk pada beberapa tahun terakhir.

Menurut arkeolog Geoff Wainwright dan Timotius Darvill, Stonehenge adalah "Neolitikum Lourdes", tempat bagi orang yang sakit dari seluruh Eropa untuk disembuhkan oleh kekuatan magis. Sedangkan menurut Mike Parker Pearson, Stonehenge adalah tempat orang mati, kuburan, atau upacara untuk memperingati sesuatu. Durrington Walls, di sisi lain, adalah tanah yang hidup dengan orang-orang Neolitikum besar berkumpul di sana untuk berpesta.

Kedua situs tampaknya saling melengkapi. Stonehenge berorientasi untuk menghadapi matahari terbit musim panas dan matahari terbenam pada pertengahan musim dingin, sementara lingkaran kayu di Durrington Walls menghadap ke pertengahan musim dingin dan pertengahan musim panas, matahari terbit dan matahari terbenam. Kedua monumen dihubungkan jalan ke Sungai Avon, menunjukkan pola pergerakan di antara kedua situs.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment