Polisi Tembak 11 Petani Saat Protes di PT PN VII Ogan Ilir Sumatra Selatan

Tinuku

(KeSimpulan) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang akan melaporkan peristiwa penembakan terhadap 11 petani di lahan sengketa antara warga dengan PT PN VII, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, ke Komnas HAM dan Komisi Kepolisian Nasional. Aksi penembakan terhadap 11 petani oleh polisi terjadi pada Jumat 4 Desember 2009 sekitar pukul 11.00 WIB.

"Apa pun alasannya, tindakan kekerasan itu harus diproses hukum. Sebab para petani itu aksi menuntut hak mereka sebagai warga negara. Seharusnya para petani itu mendapatkan perlindungan hukum," kata Eti Gustina, Direktur LBH Palembang, Jumat malam 4 Desember 2009.

"Selain itu kami akan melaporkan kasus ini ke Polda Sumsel. Baik terkait sengekta lahannya maupun tindak pidananya," kata Eti. Menurut Eti, seharusnya tindakan minimal dari aparat kepolisian dalam menghadapi persoalan tersebut, yakni bersikap netral, dan mencegah semaksimal mungkin adanya bentuk kekerasan. "Aksi kekerasan ini benar-benar ini memalukan citra polisi yang sudah tidak baik," kata Eti.

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan (Sumsel) memprotes penembakan 11 petani oleh polisi tersebut. Mereka pun siap membentuk tim investigasi kasus tersebut. "Kami mengutuk aksi kekerasan tersebut, dan kami akan membentuk tim terhadap kasus kekerasan tersebut," kata Direktur Walhi Sumsel, Anwar Sadat, Jumat malam 4 Desember 2009.

Menurut Sadat, aksi penembakan itu tidak akan terjadi, apabila polisi bersikap persuasif. Polisi seharusnya dapat memediasi antara warga dengan pihak perusahaan. "Kami menyayangkan perilaku kekerasan yang masih dilakukan kepolisian. Kami minta kepolisian juga melakukan penyelidikan atas kasus ini secara internal, sehingga citra polisi terjaga," kata Sadat. (www.detiknews.com / 11 Petani Ditembak, LBH Palembang akan Laporkan ke Komnas HAM / Walhi Sumsel Siapkan Tim Investigasi Penembakan Petani Ogan Ilir / Jumat, 4 Desember 2009)

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment