Langsung ke konten utama

Polisi Tolak Gugatan Malpraktek Dokter Ferdy Limawal dan Omni International Hospital

loading...
Tinuku

(KeSimpulan) Kasus malpraktek bayi kembar Jared Christoper dan Jayden Christoper yang dilakukan oleh dokter Ferdy Limawal dan RS Omni Internasional (Omni International Hospital) ditolak kepolisian.

Kepala Satuan Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Polda Metro Jaya, AKBP Agustinus Pangaribuan, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jaksel, Jumat 4 Desember 2009 bahwa polisi mengeluarkan penghentikan penyidikan (SP3).

Ibu Jared dan Jayden, Juliana, melaporkan malpraktek ini ke Polda Metro Jaya, 26 Mei 2009. Salah satu dokter anak dari RS Omni Internasiona telah melakukan kesalahan prosedur sehingga mengakibatkan kebutaan pada 2 buah hatinya yang lahir prematur.

Kasus malpraktik yang dilakukan RS Omni Internasional Tangerang bermula pada 24 Mei 2009, saat Juliana melahirkan bayi kembarnya di RS Omni, yaitu Jared dan Jayden yang lahir dalam keadaan prematur. Karena alasan itu, dokter memutuskan memasukkan kedua kembar itu ke dalam incobator.

Tapi tenyata beberapa minggu kemudian Jayden mengalami kelainan silindris pada matanya. Adapun Jared mengalami kebutaan. "Cacat tersebut disebabkan tidak ada dokter spesialis yang menangani Jared dan Jayden," kata Juliana.

Dokter Ferdy Limawal dan RS Omni Internasional telah melakukan malpraktek sehingga melanggar Pasal 362 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan luka berat atau cacat.

(www.detiknews.com, Polisi SP3 Kasus Dugaan Malpraktek Bayi Kembar Jared & Jayden, Jumat, 4 Desember 2009 / www.tempointeraktif.com, Dugaan Malpraktik, Orangtua Si Kembar Jared dan Jayden Lapor Polisi, Senin, 15 Juni 2009)

Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar