Proyek Studi Reaktor Nuklir Generasi Baru untuk Mengurangi Sampah Radioaktif

Tinuku
(KeSimpulan) Perkembangan teknologi menawarkan cara-cara untuk mengurangi jumlah limbah nuklir. "PLTN generasi baru dapat beralih ke siklus bahan bakar tertutup. Itu berarti bahwa limbah nuklir tidak akan dikubur dalam tanah lagi, melainkan secara kimiawi diurai dan komponen yang dapat didaur ulang diproses kembali menjadi bahan bakar baru. Sebagai hasilnya, banyak zat radioaktif yang berumur panjang dapat digunakan pada jenis fasilitas baru," kata Profesor Riitta Kyrki-Rajamäki dari Lappeenranta University of Technology.

Profesor Kyrki-Rajamäki yang juga kepala reaktor nuklir jenis baru ini mengatakan bahwa proyek yang dilakukan merupakan bagian dari Sustainable Energy Research Programme yang diluncurkan oleh Academy of Finland. Reaktor yang sangat jauh berbeda dari reaktor air ringan yang ada sekarang, reaktor jenis baru reaktor yang dikembangkan ini telah menarik minat peneliti di seluruh dunia.

Dalam proyek studi reaktor nuklir generasi baru ini dikenal sebagai 'generasi keempat reaktor nuklir'. Tujuan dari proyek ini untuk meningkatkan kemampuan analisis kapabilitas Gen IV reactors, dengan kata lain pengembangan dan penerapan komputasi baru dan metodologi eksperimental untuk mempelajari reaktor. Bidang utama yang terlibat adalah fisika reaktor, reaktor dinamika, teknologi material, termal hidrolik, dan komputasi dinamika fluida.

Sementara penggunaan energi nuklir secara signifikan tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau partikel buangan, sumber daya uranium yang murah diperlukan untuk reaktor air ringan hanya akan berlangsung selama 200 tahun berikutnya. Jika jumlah listrik tenaga nuklir meningkat, sumber daya akan habis lebih cepat. Saat ini, ada sekitar 450 unit yang beroperasi dengan sekitar 50 reaktor lagi sedang dibangun di seluruh dunia. "Transisi ke reaktor jenis baru selama beberapa dekade akan menjamin bahwa cadangan yang bahan baku untuk bahan bakar nuklir akan tercukupi selama ribuan tahun yang akan datang," jelas Profesor Kyrki-Rajamäki.

Profesor Kyrki-Rajamäki juga menekankan bahwa konsep reaktor baru akan menyajikan banyak tantangan karena tidak ada kompromi dan harus fokus pada keselamatan reaktor. Penting untuk mempersiapkan standar keamanan jenis reaktor tersebut yang berbeda dari fasilitas yang ada untuk pada tingkat yang lebih baik. Untuk satu hal, PLTN baru akan menggunakan bahan-bahan baru yang akan diuji untuk memastikan keamanan. Misalnya, pengelolaan reaktor grafit akan memiliki sistem pendingin bahan bakar berdasarkan radiasi panas yang lebih mudah untuk mengontrol, namun isu keselamatan harus dapat dicegah terjadinya interaksi atmosfer.

Menurut Profesor Kyrki-Rajamäki, Finlandia harus secara aktif terlibat dalam kegiatan internasional untuk mempengaruhi dan manfaatkan perkembangan reaktor nuklir jenis baru ini. Melalui proyek yang dilakukan, Finlandia memberikan kontribusi positif untuk kerjasama internasional melalui penelitian dan pelatihan ilmuwan baru untuk sektor nuklir. Pihak-pihak lain yang terlibat dalam proyek di samping Lappeenranta University of Technology juga Helsinki University of Technology dan Technical Research Centre of Finland VTT.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment