Struktur Molekular Treponema pallidum, Bakterium Penyebabkan Sifilis

Tinuku

(KeSimpulan) Sebuah tim ilmuwan dari The Forsyth Institute, University of Connecticut Health Center, CDC, dan the Wadsworth Center, telah menggunakan teknologi untuk menjelaskan arsitektur molekul Treponema pallidum, bakterium yang menyebabkan sifilis (syphilis). Sebelumnya tidak diketahui struktur rinci bakteri kini dapat ditampilkan dalam tiga dimensi. Ini memberikan gambaran nyata pertama dari patogen dan mengungkapkan fitur yang sebelumnya tidak dikenal, yang dapat membantu memerangi penyebaran sifilis.

Cryo-electron tomography (CET) adalah jenis mikroskop yang digunakan untuk memperoleh rekonstruksi tiga dimensi dari suatu sampel dari dua dimensi gambar pada temperatur yang sangat rendah. Menggunakan CET, tim peneliti telah menjelaskan perbedaan mendasar antara lain Treponema pallidum dan bakteri gram negatif (gram-negative bacteria). Penelitian ini dipublikasikan pada edisi 15 Desember, Journal of Bacteriology.

Menurut memimpin editor, Jacques Izard, Ph.D., hasil ini memberikan gambaran yang jelas dari sebuah sel secara real time. "Hal ini akan mengubah cara kita mempelajari bakteri ini. Memiliki arsitektur yang akurat dari sel akan memberikan wawasan penting untuk memahami bagaimana ia menjadi invasif dalam tubuh manusia. Dengan informasi ini, kita dapat belajar bagaimana menghentikan perkembangan penyakit," kata Izard.

Setelah penurunan tajam pada tingkat primer dan sekunder kasus sifilis saat tahun 90-an, sejak tahun tahun 2000 CDC telah mengamati tren peningkatan prevalensi yang stabil. Lebih dari 36.000 kasus yang tercatat setiap tahunnya mempengaruhi baik laki-laki dan wanita serta bayi dengan congenital syphilis.

Lebih dari satu dekade yang lalu, publikasi Treponema pallidum genome sequence menempati daftar bakterium yang sangat dibutuhkan. Namun, para ilmuwan baru mengenal sedikit tentang bagaimana komponen ini tersusun sehingga tercipta virulen yang ekstrim dan immuno-evasive pathogen. CET telah muncul sebagai alat yang ampuh untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan. Dengan teknik ini, sel-sel lapisan tipis dibekukan untuk mempertahankan struktur sel mendekati struktur negatif, menghindari degradasi yang diakibatkan oleh kerusakan dini akibat menggunakan mikroskop tradisional. Serangkaian gambar diperoleh sebagai sampel yang secara progresif dari penggunaan mikroskop elektron untuk menghasilkan gambar 3D.

Dengan CET, sel T. Pallidum muncul membentuk gelombang datar dan tidak berisi mantel luar. Daya tingkat tinggi motile organisme dapat melampirkan sel manusia dengan ujungnya. Penelitian yang menunjukkan bahwa ujung bakteri ini memiliki struktur unik di antara para patogen, yang meningkatkan pemahaman sel dan jaringan lampiran penetrasi. Selain itu, bukti struktural novel menjelaskan bagaimana bakteri misterius bergerak dengan flagella di dalam sel tubuh mereka. Studi ini didukung oleh hibah dari National Institute of Health dan National Center for Research Resources.

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment