Suzaku X-Ray Observatory di Intergalaksi untuk Sensus Kimia Alam Semesta

Tinuku

(KeSimpulan) Unsur kimia dalam alam semesta sebagian besar hidrogen dan helium. Masa cahaya kosmis ini mengisi dua tempat pertama pada tabel periodik yang terkenal mengenai elemen-elemen. Unsur yang kurang berlimpah yaitu unsur-unsur yang lebih berat seperti besi dan logam lainnya dapat ditemukan di Bumi. Namun apakah di alam semesta hanya berisi unsur-unsur kimia yang sudah kita kenali?

Baru-baru ini astronom menggunakan Suzaku orbiting X-ray observatory yang dioperasikan secara bersama oleh NASA dan Japan Aerospace Exploration Agency untuk menemukan unusr-unsur kimia langka di alam semesta. Suzaku mendeteksi unsur chromium (kromium) dan mangan (manganese) sambil mengamati pusat daerah di Perseus galaxy cluster. Atom logam merupakan bagian dari gas panas atau "intergalactic medium" yang terletak di antara galaksi.

"Deteksi pertama adalah chromium dan mangan. Sebelumnya hanya logam yang terdeteksi dari bintang-bintang di Bima Sakti atau galaksi lain. Ini adalah yang pertama di deteksi di ruang intergalaksi," kata Takayuki Tamura, astrofisikawan dari Japan Aerospace Exploration Agency yang memimpin studi Perseus.

Cluster gas adalah ekstrim panas sehingga memancarkan energi sinar-X. Instrumen Suzaku membagi energi sinar-X menjadi panjang gelombang atau spektrum. Spektrum adalah sidik jari kimia dari jenis dan jumlah elemen yang berbeda di dalam gas. Bagian dari cluster di bidang pandang Suzaku sekitar 1,4 juta tahun cahaya atau sekitar 1/5 dari total lebar cluster. Berisi jumlah atom logam yang mengejutkan. Chromium adalah 30 juta kali massa Matahari atau 10 triliun kali massa Bumi. Cadangan Mangan berbobot sekitar 8 juta massa Matahari.

Ledakan bintang atau supernova akan menempa elemen berat, juga menciptakan superwinds. Elemen berat galaksi terlempar masuk ke intergalaksi yang hampa. Menangkap kekayaan elemen dari Perseus Cluster tidak mungkin, tapi peneliti akan menangkap data Suzaku X-ray untuk kajian ilmiah. "Dengan mengukur kandungan logam, kita dapat memahami sejarah kimia bintang di galaksi, seperti jumlah dan jenis bintang-bintang yang terbentuk dan meledak di masa lalu (supernovarum)," kata Tamura.

Data dari Suzaku menunjukkan 3 miliar supernova untuk menghasilkan jumlah yang diukur chromium dan mangan selama periode miliaran tahun, superwinds membawa logam keluar dari cluster galaksi dan meletakkan di ruang intergalaksi. Sejarah lengkap alam semesta harus mencakup pemahaman tentang bagaimana, kapan, dan di mana elemen berat terbentuk.

Suzaku memberikan kontribusi terhadap upaya berkelanjutan yang lebih besar sensus kimia alam semesta. "Ini bagian dari sejarah panjang pembentukan unsur kimia di alam semesta," kata Koji Mukai yang mengepalai Suzaku Guest Observer program di NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md. Lebih dari 10.000 galaksi cluster diketahui, para astronom baru saja mulai pekerjaan mereka. "Hasil Suzaku saat ini tidak dapat menjawab pertanyaan besar ini dengan segera, tapi salah satu langkah pertama untuk memahami sejarah kimia alam semesta," kata Tamura. Hasil lengkap studi ini dipublikasikan pada edisi 1 November di The Astrophysical Journal Letters.

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment