Tes Urine Pediatrik Diagnosa Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Tinuku

(KeSimpulan) Para peneliti dari University of Chicago menggembangkan suatu teknik yang dapat menentukan apakah seorang anak mempunyai obstructive sleep apnea (OSA) atau kebiasaan mendengkur dengan skrining urin. "Temuan ini membuka kemungkinan mengembangkan tes urine yang relatif sederhana yang dapat mendeteksi dengkur OSA pada anak-anak. Ini akan mengurangi biaya dan studi ketidaknyamanan tidur pada anak-anak yang mendengkur, hanya sekitar 20 hingga 30 persen di antaranya benar-benar memiliki OSA," David Gozal, profesor dan ketua pediatrics department di University of Chicago.

Hasil studi akan diterbitkan pada edisi 15 Desember American Thoracic Society's, American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. Dr Gozal bersama peneliti dari University of Chicago dan University of Louisville mempelajari 90 anak yang dirujuk ke klinik tidur untuk dievaluasi karena diduga mengalami gangguan keteraturan pernafasan tidur. Mereka juga merekrut 30 anak sehat dan non-mendengkur dari masyarakat sebagai kelompok kontrol. Semua kelompok mendapat polysomnography standar selama semalam dan dikategorikan sebagai memiliki OSA, kebiasaan tidur mendengkur, atau nafas tidak teratur. Sample urine dikumpulkan pada pagi hari.

Para peneliti menggunakan teknik electrophoresis canggih layar ratusan protein secara bersamaan dan menemukan sejumlah protein yang berbeda dinyatakan pada anak-anak dengan OSA dibandingkan anak-anak dengan kebiasaan mendengkur, sehat, dan kontrol. "Ini agak tidak terduga bahwa urin akan menyediakan kita kemampuan untuk mengidentifikasi OSA. Namun, bidang biomakers adalah salah satu pentunjuk ekspansi dan tentunya ini membuka jalan untuk kemungkinan metode penyaringan diagnostik sederhana di masa depan," kata Dr Gozal.

Sementara itu diperkirakan 1 atau 3 persen semua anak-anak sampai umur sembilan tahun menderita OSA dan hingga 12 persen mengalami kebiasaan mendengkur. Karena OSA dapat mempengaruhi kognitif, perilaku, kardiovaskular, dan konsekuensi metabolik pada anak-anak, maka membedakan kebiasaan mendengkur sangat penting. Pendekatan awal pembedahan dengan membuang amandel yang membesar dan tumbuh adenoide, serta beberapa anak mungkin berakhir dengan membutuhkan CPAP setelah operasi mereka.

"Kami ingin memvalidasi temuan-temuan dalam sampel urin dari banyak anak-anak di laboratorium di seluruh Amerika Serikat dan untuk mengembangkan warna sederhana berbasis tes yang dapat dilakukan di klinik dokter atau oleh orang tua," kata Dr Gozal.

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment