Langsung ke konten utama

UF Inventarisasi Kolosal Sekuens DNA Semua Spesies Laut di Moorea Pasifik

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Peneliti dari University of Florida mengumpulkan invertebrata laut di pulau Polynesia Perancis, Moorea, sebagai bagian dari upaya besar-besaran persediaan DNA sequence setiap spesies yang hidup di sana. Informasi genetis yang dikumpulkan oleh para ilmuwan dari UF's Florida Museum of Natural History adalah bagian dari keseluruhan sistem pendekatan yang akan digunakan untuk mempelajari proses-proses ekologis secara mendalam di seluruh pulau.

Terumbu karang Moorea secara khusus dianggap sebagai indikator penting bagaimana sistem alam merespon perubahan iklim. "Belum ada proyek sequencing seperti ini. Dan tak seorang pun pernah meneliti keanekaragaman hayati terumbu karang secara menyeluruh di satu tempat," kata Gustav Paulay, pimpinan proyek untuk invertebrata laut dan kurator malakologi kelautan di Museum Florida.

Moorea Biocode Project sudah berlangsung dua tahun dari tiga tahun yang direncanakan. Beberapa peneliti Museum Florida menggunakan peralatan selam, snorkel, dan jala rendam untuk mengerukn semua spesimen. Invertebrata laut membentuk sekitar 50 persen dari spesies di sana yang berjarak lingkar sekitar 37 mil dan 11 kilometer dari Tahiti. Berbasis di UC Berkeley Richard B. Gump South Pacific Research Station di Moorea, tim mengumpulkan spesimen hingga tiga kali sehari. Termasuk menangkap kepiting, udang, plankton, moluska dan cacing.

Sesampai di stasiun, spesimen yang lebih besar dikelompokkan, dipilih setiap spesimen dari setiap kelompok untuk dipotret dan mengambil sampel jaringan. Sampel ditempatkan di DNA extractor, kemudian DNA dikirimkan ke Smithsonian Institution untuk sequencing. "Kita bisa menjawab semua ini dalam ekologi, evolusi, dan manajemen sumber daya jika kita memiliki DNA dictionary. Kami sedang membangun kamus," kata Paulay.

Tim Paulay membagi ke dalam tiga ukuran yaitu makro (lebih dari empat per sepuluh inci), meso (lebih kecil tapi terlihat), dan mikro (kurang dari 1 mm). Paulay berharap secara efektif memetakan semua fauna makro, tapi bahkan tidak mungkin, karena masih langka tinggal di tempat-tempat aneh, selain itu fauna bermigrasi setiap dua tahun. Meso organisme bahkan lebih sulit. Tim Paulay menggunakan sejumlah metode ekstraktif seperti getaran untuk memancing keluar dari pasir dan batu, mendapatkan sebanyak mungkin spesimen unik.

Tim Paulay sedang mengeksplorasi metode ekstraksi DNA kolosal. Pendekatan ini melibatkan analisis DNA simultan pada semua organisme yang ditemukan dalam sampel. Pola cluster dalam urutan DNA akan membantu menunjukkan spesies individu. Teknologi modern mengurutkan jutaan gen sekaligus. Diperkirakan lebih dari 5 persen macro fauna termasuk genera dan spesies baru. Proyek ini sedang dibahas untuk penelitian jangka panjang yang didanai oleh National Science Foundation. Mereka berharap untuk mengumpulkan semua sekuens DNA untuk setiap makhluk hidup di planet ini.

bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar