Virus West Nile Menetap Permanen di Ginjal Setelah Infeksi Awal

Tinuku

(KeSimpulan) Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang yang telah terinfeksi West Nile mungkin virus akan terus-menerus menetap di dalam ginjal selama bertahun-tahun setelah infeksi awal, yang berpotensi menyebabkan masalah ginjal di kemudian hari. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan pada edisi 1 Januari 2010 di The Journal of Infectious Diseases.

Disebarkan oleh nyamuk yang terinfeksi, virus West Nile pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat pada tahun 1999. Sejak itu, sekitar 25.000 kasus manusia terinfeksi telah dilaporkan dengan lebih dari 1.000 kematian. Belum terhitung juga bagi yang terinfeksi tapi tanpa menunjukkan gejala. Penelitian pada hewan sebelumnya meningkatkan kemungkinan bahwa pasien mungkin masih terinfeksi virus beberapa tahun setelah sembuh dari penyakit awal.

Studi, dipimpin oleh Kristy Murray, DVM, PhD dari University of Texas School of Public Health di Houston, menunjukkan bahwa tidak semua individu menghapus virus dari sistem tubuh mereka dalam beberapa hari pertama dan menetap pada ginjal selama bertahun-tahun hingga berpotensi menyebabkan gagal ginjal. Dr Murray dan rekan-rekannya mengikuti lebih dari 100 pasien di Houston dengan infeksi awal virus West Nile pada tujuh tahun yang lalu. Individu-individu dievaluasi dan sampel darah dikumpulkan setiap enam bulan. Lebih dari setengahnya terus memiliki gejala yang berhubungan dengan infeksi setelah jatuh sakit dari infeksi awal, walaupun gejala mulai mendatar sekitar dua tahun pertama. Lima subjek meninggal karena gagal ginjal. Peneliti mempertimbangkan apakah ginjal menjadi pilihan situs untuk replikasi virus.

Untuk menguji hipotesis, Dr Murray dan timnya mengumpulkan contoh urin dari 25 pasien dari kohort asli dan menguji kehadiran virus West Nile. Dalam kelompok ini, 5 pasien (20 persen) dinyatakan positif. RNA virus dapat dideteksi dalam urin selama sedikitnya enam tahun setelah infeksi. Ada 4 dari 5 pasien yang dinyatakan positif mengalami gejala-gejala kronis. Ada 1 dari 5 pasien mengalami gagal ginjal. Hasil ini menunjukkan bahwa virus West Nile mampu bertahan dalam jangka panjang, khususnya ketika gejala kronis hadir.

Ernest Gould, PhD, dari Centre for Ecology and Hydrology di Oxford, Inggris, menunjukkan kajian ini kekhawatiran tambahwan bahwa virus West Nile dan flaviviruses lainnya dapat ditularkan nyamuk kepada manusia atau hewan meskipun nampak sehat. Kemungkinan ini memiliki potensi untuk memulai epidemi baru seluruh dunia. Dr Murray, mengajukan saran bahwa pasien yang pernah terinfeksi West Nile harus "memiliki ginjal yang harus dimonitor untuk setiap bukti penyakit dan menyadari bahwa infeksi persisten dapat terjadi di ginjal."

Tinuku Store

No comments:

Post a Comment