Langsung ke konten utama

Voyager Probe Identifikasi Kemagnetan Local Fluff Bimasakti

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Si tua Voyagers probe, teleskop ruang angkasa kembar baru saja menemukan magnet yang semenjak dulu telah diprediksi para astronom, faktor yang tampaknya memungkinkan keberadaan bulu-bulu awan (fluff) antar bintang. 'Local Fluff' (awan antarbintang lokal) adalah awan tipis panas hidrogen dan helium yang membentang 30 tahun cahaya. Sistem tata surya Bimasakti adalah jalur energi Local Fluff di mana Voyagers 1 dan 2 sedang melintasi batas yang memisahkan ruang gelembung di sekitar matahari (heliosphere) dan ruang antarbintang.

Pada tahun 1970-an, NASA meluncurkan Voyager 1 dan 2 yang sekarang telah menembuh lebih dari 10 miliar kilometer dari Matahari, masih beroperasi untuk melacak Deep Space Network. Pengukuran selama masa transisi melalui daerah perbatasan (heliosheath). Meskipun kedua probe belum memasuki Local Fluff, sampling Voyagers adalah karakteristik dari heliosheath, secara tidak langsung mengukur medan magnet Local Fluff.

Sekitar 10 juta tahun yang lalu, sebuah cluster supernova meledak di dekatnya, menghasilkan gelembung besar gas. Ilmuwan bingung mengapa Local Fluff tetap utuh karena seharusnya pergi tertiup oleh panas supernova. Ini seperti mengharapkan kepulan asap rokok untuk tetap mempertahankan struktur setelah ditup dari mulut, beberapa jenis gaya diperlukan di sekitarnya (atau saling terjalin) yang membantu asap tidak pergi terurai. Dalam kasus Local Fluff yang tipis, medan magnet mungkin dapat mejelaskan.

"Data Voyager menunjukkan bahwa Fluff sangat lemah mengandung kemagnetan daripada yang diduga sebelumnya yaitu antara 4 dan 5 microgauss. Medan magnet ini dapat memberikan tekanan ekstra yang diperlukan untuk melawan pemudaran." kata Merav Opher anggota NASA Heliophysics Guest Investigator dari George Mason University dan mempublikasikan hasil pengamatan di jurnal Nature, 24 Desember.

Medan magnet astrophysical sering diukur dalam satuan Gauss, bumi memiliki medan magnet sekitar 0,5 Gauss (500.000 microgauss). Oleh karena itu, 4-5 microgauss mungkin tampak cukup lemah dalam perbandingan, tetapi bidang ini mencakup skala yang mengherankan, muncul lemah membungkus gas hidrogen dan/atau helium, mungkin membantu mempertahankan struktur Local Fluff.

Namun, kedua Voyager belum masuk ke dalam Fluff, lantas bagaimana mereka dapat mengukur kekuatan medan magnet awan? Dengan mengukur ukuran heliosphere (yang terpelihara oleh magnet di luar tekanan dari medan magnet matahari), probe dapat menyimpulkan berapa banyak tekanan magnetik ke dalam heliosphere. Tekanan ini disebabkan oleh Local Fluff, jadi medan magnet diukur secara tidak langsung.

Awan lokal antarbintang bukanlah satu-satunya awan fluff, dan sekarang Teori Opher menyatakan bahwa formasi awan antarbintang lain mungkin mengeluarkan magnet juga. Seperti sistem tata surya terus memiliki disk orbit galaksi akan menemukan lebih banyak awan, deformasi heliospheric ke derajat yang lebih rendah atau lebih besar yang berpotensi mempengaruhi kehidupan di Bumi.

Sinar kosmik yang berasal dari luar tata surya terus menerus membombardir atmosfer, namun kuantitas dari partikel energi tinggi yang dipengaruhi oleh jumlah heliosphere mengalami kecacatan. Semakin besar tekanan, semakin kecil heliosphere dan semakin banyak sinar kosmik memasuki bagian dalam tata surya. Ini tidak hanya mempengaruhi dinamika atmosfer di masa lalu, karena juga dapat mempengaruhi situasi masa depan penjelajahan manusia dalam tata surya. Energik partikel ini adalah berita buruk bagi setiap astronot yang tidak memiliki pelindung.
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar