KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Saturday, August 29, 2009

Tim Pendaki TV One Jumpa Frangky Kowaas Taklukkan Gunung Elbrus Rusia

(kesimpulan) Tim pendaki TV One berhasil menaklukkan Gunung Elbrus, Rusia, yang memiliki ketinggian 5.642 meter. Dengan demikian, tim TV One menjadi tim penyiaran elektronik pertama yang mencapai puncak gunung tersebut setelah melakukan masa aklimatisasi yang menghabiskan waktu sekitar 21 hari.

Pendakian tim TV One tersebut menjadi semakin berarti setelah ketiga pendakinya, Miranti Puspitadewi, Ahmad Zainal, dan Willy Kurniawan, tiba di puncak gunung tersebut tepat pada tanggal 17 Agustus 2009.

Zainal mengatakan bahwa di ketinggian 5,350 meter dirinya terus mendaki bersama Willy karena khawatir tidak ada yang sampai. Zainal dan Willy tiba di puncak sekitar pukul 13.00 waktu Rusia. Karena mereka berdua tidak tahan lagi terlalu lama saat kondisi di puncak, akhirnya memutuskan untuk segera turun.

Ketika turun, mereka sempat berjumpa dengan Miranti. Tetapi ketika ingin kembali naik ke puncak untuk menemaninya, baru lima langkah kondisi sudah tak memungkinkan. Itu sebabnya diputuskan turun saja.

Miranti sendiri tetap memutuskan terus ke puncak, ditemani pemandu lokal. Dia lebih yakin karena, menurut pemandu lokal, khusus pada hari itu, 17 Agustus 2009, cuaca masih tetap baik hingga pukul 16.00 sore.

Nuzaman Muchtar, Wakil Pemimpin Redaksi TV One, menyampaikan rasa bangga kepada semua awak TV One karena tim TV One mampu melakukan siaran langsung sebanyak dua kali, yakni tanggal 15 dan 17 Agustus 2009. Rencananya tahun-tahun ke depan pihaknya akan membuat ekspedisi yang jauh lebih baik lagi.

Sementara itu, Wahid Muharam, Sekretaris Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, menegaskan bahwa pemerintah tentu bangga dengan prestasi anak bangsa yang dilakukan tim TV One. Wahid berharap prakarsa yang sudah diberikan bisa diikuti pemuda lainnya.

Seven Summit Frangky Kowaas

Selain tim TV One, tiga jam sebelumnya, Frangky Kowaas dari Federasi Mountaineering Indonesia (EMI) serta satu tim dari Indonesia lainnya juga tiba di puncak Gunung Elbrus.
Frangky saat ini sedang menjalani program seven summit (menaklukan tujuh puncak tertinggi di lima benua).

Dengan berhasilnya pendakian Gunung Elbrus, berarti baru tiga puncak yang dicapainya, setelah sebelumnya Puncak Carstensz Pyramid setinggi 4.884 meter di Papua dan Puncak Kilimanjaro setinggi 5,892 meter di Tanzania Afrika. Pada bulan November 2009, Kowaas akan meneruskan ke Simpson Massive di benua beku Antartika, yang ketinggiannya hanya sekitar 4.000 meter (Kompas, TV One Taklukkan Gunung Elbrus, Jumat 28 Agustus 2009)





Teroris Gunakan Teknik Mesmerism atau Waking Hypnosis Untuk Rekrut Pengebom Bunuh Diri

(kesimpulan) Batal jadi calon "pengantin" (pelaku bom bunuh diri) kadang bisa memicu gangguan jiwa. Kepala Departemen Psikiatri Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Dr AAA Agung Kusumawardhani SpKJ (K) dan hipnoterapis Mardigu Wowiek Prasantyo pernah menangani mereka. Usianya sekitar 22 tahun, pria mahasiswa jurusan ilmu komunikasi di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Dibawa orang tuanya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sekitar tahun 2008. Dr Agung mengatakan calon pembom bunuh diri tersebut masuk ke RSCM satu hari setelah Lebaran tahun 2008.

Sampai kini, pemuda itu masih menjalani rawat jalan. Ketika pertama datang ke RSCM, dia mengalami kebimbangan berat. Kondisinya sangat kacau. Sering bicara tidak jelas, bahkan tidak mengenali dua orang tuanya. Berdasar pengakuan orang tua pasien itu, bahwa anaknya pernah dipengaruhi orang-orang radikal yang membenarkan tindakan Noordin M. Top menebar teror. Hanya, dia tidak pernah mau mengungkapkan penyebab dirinya bimbang itu. Dia hanya bilang bertemu orang jahat.

Pria yang namanya dirahasiakan itu menjalani rawat inap dua bulan di RSCM. Enam bulan setelah perawatan, kondisinya membaik. Dia juga kembali kuliah sambil rawat jalan. Kejiwaannya sudah tidak bimbang dan kacau lagi. Kekacauan jiwa tersebut, disebabkan doktrin dari teroris. Doktrin tersebut memengaruhinya sehingga konsep pikirannya berubah. Dalam psikologi, istilahnya bukan brainwashing (pencucian otak atau indoktrinasi), tapi re-edukasi atau talk reform. Ditanamkan pembentukan konsep berpikir baru.

Ada beberapa teknik untuk mereedukasi otak, yaitu:

  1. Cognitive Behaviour Therapy (CBT). Dalam teknik ini, harus ada kontak terapi antara pasien dan psikiater. Untuk melakukan teknik tersebut, kondisi pasien harus benar-benar sadar.

  2. Teknik khusus hipnoterapi. Pasien dibawa ke suasana rileks. Istilah psikologinya alfa state of mind. Kemudian dimasukkan konsep-konsep positif yang sudah disetujui bersama.

  3. Mesmerism. Sejenis hipnotis yang dapat memengaruhi seseorang dengan lebih cepat. Bukan hipnoterapi. Korban sering diajak zikir dan pengajian secara berulang-ulang sehingga kondisi otaknya menjadi alfa state. Baru kemudian dimasukkan mimpi-mimpi jihad dan surga.

Noordin tidak menggunakan dua teknik itu dalam merekrut calon pengebom bunuh diri. Dia menggunakan teknik lain. Sebab, butuh berbulan-bulan jika menggunakan teknik CBT dan hipnoterapi. Teknik yang digunakan Noordin, adalah mesmerism.

Pesan-pesan yang disampaikan saat mesmerim sering bertentangan dengan akal sehat sehingga membuat korban mengalami gangguan kejiwaan. Orang-orang yang menjadi korban biasanya sedang labil. Umumnya, mereka remaja. Mereka sedang mencari jati diri dengan mengikuti sikap dan perbuatan panutannya.

Ahli hipnoterapi Mardigu Wowiek Prasantyo, peraih gelar master di bidang clinical hypnotherapies dan San Francisco State University, Amerika Serikat, menjelaskan, ada dua jenis hipnotis. Trance hypnosis dan waking hypnosis.

  1. Trance hypnosis. Dilakukan dengan kondisi korban setengah sadar atau bahkan tidak sadar. Korban diberi nilai-nilai baru. Itu dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu lama

  2. Waking hypnosis. Lebih permanen dan bisa dilakukan dalam waktu singkat. Proses ini didukung oleh adanya keinginan. Misalnya, pada calon pengebom bunuh diri, sudah ada keinginan untuk jihad

Noordin dan gengnya menggunakan teknik waking hypnosis dalam mencari calon pengebom bunuh diri. Pencarian dilakukan saat calon dalam kondisi sadar. Setiap orang bisa melakukan. Syaratnya, seluruh indra harus terpuasi. Proses waking hypnosis didukung oleh sudah adanya keinginan, sudah ada keinginan untuk jihad. Keinginan itu yang dicari para perekrut seperti Syaifuddin Zuhri. "Contohnya, Asmar Latin Sani (bom JW Marriott, 2003). Sejak kecil, Sani sudah ingin jihad dan mati syahid.

Mengembalikan otak yang sudah dicuci oleh teroris, cukup mudah. Harus dilakukan. pendekatan secara personal juga. Synapse di dalam otak ditanami nilai-nilai baru. Nilai-nilai yang ditanamkan jangan sampai bertentangan dengan nilai yang mereka miliki. Contohnya, nilai mereka jihad. Kita tidak boleh melarang. Tapi, diarahkan bahwa Indonesia bukan tempat jihad. Hanya, biasanya ada kendala tempat. Teroris tidak dipisahkan dari tahanan lain di penjara. Padahal, mereka seharusnya dipisahkan. Sekarang di penjara, tapi pikiran tetap sama. Jika tidak dilakukan pemrograman ulang otak, ideologi teroris tidak akan berubah (Jawa Pos, Pemrograman Ulang Otak Teroris, Kamis 27 Agustus 2009)





Perayaan 400 Tahun Galileo Galilei dan Teleskop Pengutus Turunnya Wahyu Alam Semesta

(kesimpulan) Sebuah perayaan atas revolusi manusia memandang dirinya, hanya dirayakan secara sederhana, meski dampaknya terhadap perubahan pola pikir manusia secara fundamental, revolusioner, dan menyudutkan kalangan ortodoks. Selasa, 25 Agustus 2009, "turun wahyu" tepat pada musim gugur 400 tahun lampau, astronom, matematikawan, dan filsuf dari Italia, Galileo Galilei menyelesaikan kreasinya kepada para saudagar di Venesia. Karya itu adalah teleskop yang membuat namanya abadi dalam dunia sains sekaligus mendorongnya ke dalam masalah.

Teleskop cokelat, kaku, dan ramping buatan Galileo bahkan tergolong kecil dibandingkan dengan standar yang banyak dibeli orang di toko-toko masa kini. Tapi teleskop dengan kekuatan hingga delapan kali perbesaran dan model lainnya yang lebih kuat yang dibuat kemudian membimbingnya ke serangkaian kesimpulan besar ketika digunakan mengintip langit. Galileo meneropong bulan, menemukan bahwa satelit bumi itu penuh dengan benjolan, retakan, dan kasar. Bulan yang diobservasi jauh dari gambaran bulat mulus seperti yang diyakini sebelumnya. Ketidaksempurnaan obyek luar angkasa juga ditunjukkan ketika teleskopnya mengungkap titik-titik hitam di wajah matahari. Dalam rangkaian pengamatan yang dilakukannya setahun kemudian, pada 1609, Galileo menemukan ada planet lain, yakni Jupiter dengan empat buah satelit.

Galileo telah mementahkan teori Aristoteles dan Ptolomeus yang diadopsi gereja bahwa semua obyek di langit berputar mengelilingi Bumi. Pada tahun yang sama Galileo menunjukkan planet yang lain lagi, Venus, menjalani fase-fase seperti bulan, sesuatu yang tidak mungkin terjadi jika keduanya, Venus dan matahari, mengorbit Bumi. Fenomena terakhir itu sejalan dengan yang pernah diprediksi Nicolaus Copernicus hampir seabad sebelumnya. Waktu itu Copernicus menyimpulkan pemikirannya tentang sistem planet dengan matahari sebagai pusatnya, bukan Bumi.

Pembankangan terbesarnya terhadap gereja adalah ketika Galileo mengungkapkan hasil observasi bahwa galaksi Bima Sakti tersusun dari bintang-bintang. Kesimpulan tesis Galileo bahwa Bumi bukanlah satu-satunya di alam raya dan jagad semesta sangat luas. Atas kesaksiannya itu mendorong berkembangnya teori-teori di masa kini seperti usia alam raya 13,7 miliar tahun, tiga kali lipat usia Bumi dan sekitar 100 ribu kali lebih tua daripada rentang kehidupan manusia sebagai sebuah spesies. Temuan Galileo jelas sebuah "wahyu" yang menyudutkan kalangan ortodoks dan gereja, mirip hukum seleksi alam dalam teori evolusi Darwin 150 tahun silam. Karena observasi dan kesimpulan itu Galileo akhirnya menghabiskan satu dekade terakhir hidupnya dalam tahanan rumah.

Kini, 400 tahun berselang dan Gereja Katolik mengakui kesalahan, Istituto e Museo di Storia della Scienza, Florence, Italia, menggelar pameran seputar Galileo dan observasinya. Koleksi atas ragam instrumen seperti manuskrip dan buku kuno, selain dua teleskop Galileo yang masih ada. Galileo menuangkan pandangan terhadap dunia yang heliosentris melawan geosentris ke dalam buku (Koran Tempo, Teleskop Galileo Dunia 400 Tahun Lalu dan Kini, Rabu 26 Agustus 2009)

Aristoteles
Jagad terdiri dari dua bagian yaitu Bumi (yang bisa korup) dan Surga (yang sempurna)

Ptolomeus (90-168)
Bumi adalah pusat alam raya dengan bulan, matahari, dan planet-planet bergerak mengitarinya.

Nicolaus Copernicus (1500)
Sistem planet berpusat pada matahari, bukan Bumi.

Gagileo (25 Agustus 1609)
Teleskop pertama dibuat. Observasi empat satelit planet Jupiter, Bima Sakti, Noktah di Matahari, dan Venus. Bumi dan planet lainnya berkelana mengitari Matahari.




Usain Bolt Pemegang Rekor Dunia 100 Meter dan 200 Meter Segera Jadi Legenda

(kesimpulan) Arena atletik Olimpiade Beijing 2008 memunculkan satu nama yang amat fenomenal. Sprinter Jamaika, Usain Bolt mengentak dengan tiga rekor dunia untuk melengkapi tiga medali emas yang dibawanya pulang. Usain Bolt jadi raja nomor lari jarak pendek dunia. Juara Olimpiade dan Kejuaraan Dunia sudah jadi bukti. Tapi, prestasi itu rupanya belum menjadi klimaks atas segala prestasi di dunia yang ditekuninya tersebut.

Dengan pose khas yang disebutnya sebagai pose "Lightning Bolt", bercanda di hadapan ratusan kamera foto dan televisi serta menyambut hangat sambutan para penonton di Olympic Stadium Berlin, Bolt kembali menjadi bintang di Kejuaraan Dunia Atletik 2009. Seperti di Beijing, Bolt mendominasi pemberitaan even tersebut berkat rekor dunia yang kembali diraihnya. Pelari 23 tahun itu memecahkan rekor atas namanya sendiri di 100 meter dan 200 meter.

Bolt mempertajam dua rekornya dengan lebih cepat 0,11 detik. Di 100 meter, catatan waktunya menjadi 9,58 detik, sementara di 200 meter jadi 19,19 detik. Tak diragukan lagi, Bolt masih layak menyandang julukan manusia tercepat di dunia atau Raja Sprint. Bolt datang ke Berlin melalui persiapan yang mungkin lebih keras jika dibandingkan dengan sebelum olimpiade. Beban untuk mempertahankan predikat juara jelas lebih berat baginya. Di tengah sikapnya yang hangat dan banyak bercanda, Bolt sukses menunjukkan keseriusannya yang berbuah manis.

Bolt mengatakan bahwa tahun 2008 di Beijing, dirinya adalah lelucon. Tapi, ia menunjukkan kepada orang-orang tak ada lagi lelucon di Berlin. Bolt melakukan hampir semuanya seperti yang dilakukan di Beijing. Memenangkan tiga emas, ia merasa bangga pada diri sendiri. Bolt meninggalkan kesan yang mendalam di Berlin. Dengan gaya khasnya yang suka bercanda, dia membuat banyak orang di Berlin tersenyum.

"Bagi saya, tak terlalu sulit melakukan apa yang telah saya tunjukkan. Sebab, saya hanya berusaha untuk menjadi diri saya sendiri dan bersenang-senang. Saya sangat ingin datang ke sini dan menunjukkan kepada siapa pun kepribadian saya. Ternyata, mereka suka itu" tutur Bolt. Kini, jalan Bolt untuk menjadi legenda dari arena atletik makin terbuka. Dia sudah memiliki prestasi yang menakjubkan dan dikenal bersih dari hal-hal berbau kontroversi, seperti doping, yang sempat menenggelamkan banyak atletik. Karena itu, nama dan prestasinya turut mengangkat kembali pamor atletik (Jawa Pos, 27 Agustus 2009).

Nama: Usain Bolt
Kebangsaan: Jamaika
Kelahiran: Trelawny, Jamaika, 21 Agustus 1986
Julukan: Lightning Bolt
Tinggi/Berat: 196 cm/86 kg

Waktu Terbaik:

100 m : 9,58 detik
200 m : 19,19 detik
400 m : 45,28 detik

Kemenangan

Olimpiade Beijing 2008 .
Emas 100 m
Emas 200 m
Emas 4 x 100 m estafet

Kejuaraan Dunia Atletik 2009, Berlin (Jerman)
Emas 100 m
Emas 200 m
Emas 4 x 100 m estafet

Kejuaraan Dunia Atletik 2007, Osaka (Jepang)
Perak 200 m
Perak 4 x 100 m estafet

Kejuaraan Dunia Junior 2002, Kingston (Jamaika)
Emas 200 m
Perak 4 x 100 m estafet
Perak 4 x 400 m estafet

World Youth Championships 2003, Sherbrooke (Kanada)
Emas 200 m

Rekor Dunia

Olimpiade Beijing 2008
100 m : 69 detik
200 m : 19,30 detik
4x 100 m estafet : 37,10 detik

Kejuaraan Dunia Atletik 2009, Berlin (Jerman)
100 m : 9,58 detik
200 m : 19,19 detik





Metode Diagnosis Penyakit Menggunakan Program Komputer Arman Djohan Diponegoro

(kesimpulan) Mendiagnosis penyakit melalui pemeriksaan darah di laboratorium sudah lazim dilakukan. Kini ada cara lebih cepat mendiagnosis suatu penyakit melalui darah, yakni menggunakan program komputer metode kecerdasan tiruan Hidden Markov Model. Arman Djohan Diponegoro, dosen dan peneliti metode diagnosis dari Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (UI), Kamis 20 Agustus 2009, mengatakan bahwa tidak sulit untuk memperoleh citra darah, yaitu tinggal menaruh sampel darah sebagai preparat mikroskop. Kemudian citra darah mikroskopis direkam dengan kamera digital.

Metode yang dikembangkan Arman sejauh ini masih sebatas untuk pendeteksian jenis penyakit leukemia atau kanker darah. Capaian akurasi antara 82,76 persen sampai 98 persen. Data dari kamera digital layaknya hasil-hasil foto digital lainnya yang dapat disimpan ke dalam perangkat memori tertentu, seperti flash disk. Seketika itu pula bisa dicolokkan ke komputer untuk diolah dengan program pendeteksian potensi jenis penyakit tertentu, seperti yang dikembangkan Arman mulai tahun 2007. Bahasa program Matlab digunakan untuk program mendeteksi data dari citra darah itu.

Jenis penyakit yang ingin dideteksi, menurut Arman, bisa ditempuh untuk berbagai jenis penyakit. Caranya dengan memperbanyak model untuk memperoleh basis data struktur sel darah jenis penyakit yang ingin dijadikan acuan. Berbagai tahapan untuk menetapkan acuan atau database, dengan terlebih dahulu menetapkan code word dari citra darah. Penentuan code word menggunakan tahapan analisis suatu citra darah, di antaranya mengetahui gelombang piksel citra darah terlebih dahulu.

Gelombang Piksel

Citra darah memiliki komposisi warna yang menunjukkan gelombang piksel yang dapat dirunut untuk menetapkan struktur sel darahnya. Komposisi warna dasarnya adalah merah (red), hijau (green), dan biru (blue), yang disingkat sebagai RGB, dan RGB ini menjadi suatu metode untuk melihat intensitas warna citra darah. Setelah gelombang piksel diketahui, metode itu berlanjut pada pemanfaatan kecerdasan tiruan (artificial intelligent). Metode ini merupakan inti dalam mempelajari berbagai penyakit yang sama dari banyak orang.

Kecerdasan tiruan dikenal memiliki tiga metode. Metode pertama adalah fuzzy logic yang berkemampuan membedakan sampel. Kemudian metode jaringan saraf tiruan dan Hidden Markov Model (HMM). HMM dalam hal ini yang paling akurat. HMM merupakan pemodelan probabilitas suatu sistem dengan mencari parameter-parameter yang tidak diketahui. Kemampuan itu pada akhirnya mempermudah proses analisis terhadap suatu sistem. Dari perolehan code word dan hasil analisis melalui HMM, kemudian dipergunakan untuk menetapkan nilai log of probability. Log of probability ini sebagai parameter untuk dibandingkan dengan database struktur sel darah jenis penyakit yang ingin dideteksi.

Lebih Cepat

Manfaat yang bisa dipetik dari penerapan program komputer yang dikembangkan Arman adalah mengetahui diagnosis jenis penyakit secara lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional saat ini. Namun, untuk masalah penerapannya, bukan menjadi tugasnya. Arman mengatakan, yang menjadi tugasnya sebagai seorang peneliti dan akademisi saat ini adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berikutnya. Arman pun memaparkan, ia kini sedang mengembangkan riset teknologi pendeteksian jenis penyakit lain dengan metode inframerah dekat (near infrared) yang hampir mirip dengan pendeteksian menggunakan citra darah.

Letak perbedaan ada pada sampelnya. Metode inframerah dekat membutuhkan sampel, seperti darah, yang tidak harus dikeluarkan dari organ tubuh sehingga metode ini tidak akan menyakiti pasien. Riset ini memberi manfaat penting bagi pasien bayi yang tidak tahan sakit ketika harus diambil darah. Melalui penyinaran inframerah ke dalam tubuh bisa diperoleh spektrum dari gelombang cahaya untuk menentukan log of probability. Arman mengembangkan metode inframerah dekat itu untuk jenis penyakit gula atau diabetes mellitus.

Sejumlah riset yang dikembangkan Arman menunjukkan bahwa darah yang beredar itu sekaligus sebagai petunjuk keadaan tubuh sedang sakit atau sehat. Penerapan teknologi praktis seperti pendeteksian dengan citra darah, terlebih lagi hanya dengan spektrum gelombang cahaya yang diperoleh dengan metode inframerah dekat, menjadi solusi yang efektif dalam mempercepat proses diagnosis. Arman mengatakan bahwa perawatan kesehatan yang paling baik adalah mencegah. Metode yang dikembangkan itu juga dapat diarahkan untuk mendeteksi gejala-gejala suatu penyakit (Kompas, Komputer Detektor Penyakit dari UI, Jumat 28 Agustus 2009)


Undang-Undang No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi Selayaknya Tidak Diteruskan

(kesimpulan) Ahli yang diajukan pihak pemerintah dalam sidang permohonan hak uji terhadap Undang-Undang No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi meminta agar undang-undang tersebut direvisi. Ahli komunikasi massa yang diajukan pemerintah, Tjipta Lesmana, dalam sidang di Mahkamah Konstitusi, Kamis 27 Agustus 2009, mengatakan bahwa undang-undang ini memiliki kelemahan, dan memang harus direvisi.

Permohonan pengujian terhadap Undang-Undang No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi diajukan oleh 47 pemohon. Pemohon tersebut terdiri atas perseorangan, lembaga swadaya masyarakat, dan kesatuan hukum adat Sulawesi Utara. Mereka meminta agar undang-undang tersebut dikoreksi karena dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal yang diminta untuk diuji adalah pasal 1 angka 1, pasal 4 ayat 1, pasal 10, pasal 20, pasal 21, dan pasal 23 dalam undang-undang itu. Pasal 1, misalnya, dianggap tidak memberikan batasan jelas bagi pengertian pornografi.

Kesatuan hukum adat daerah Sulawesi Utara sempat mempertunjukkan sebuah tarian dalam sidang. Tarian tersebut dianggap terancam oleh Undang-Undang Pornografi. Tjipta mengatakan, kelemahan undangundang itu ada pada pasal 1, 4, dan pasal 10. Definisi yang tercantum dalam pasal tersebut harus ditambah dengan pengecualian bagi seni kebudayaan, sastra, ilmu pengetahuan, adat-istiadat, dan olahraga. Lima hal itu tidak dapat dikategorikan sebagai pornografi dengan alasan apa pun. Sesuatu hanya dianggap sebagai pornografi jika memenuhi unsur kesengajaan membangkitkan berahi penonton.

Revisi undang-undang dengan menambahkan pengecualian bagi lima bidang tersebut juga disetujui Sumartono, pakar seni yang diajukan pihak pemerintah. Perumusan definisi pornografi yang dapat diterima semua orang bisa dibuat seiring berjalannya waktu. Ahli filsafat yang diajukan pemohon, Rocky Gerung, menyatakan bahwa ketidakjelasan dalam undang-undang tersebut lebih banyak merugikan perempuan. Dalam masyarakat yang patriarkis, ini akan mengarah pada penindasan terhadap perempuan.

Mahkamah Konstitusi juga mendengarkan keterangan ahli yang diajukan pemerintah, antara lain Ade Armando (ahli media massa), Inke Maris (ahli komunikasi), Taufiq Ismail (budayawan), Elly Risman (psikolog), Andre Mayza (neurosainstis), Ida Ruwaida (sosiolog), dan Pery Umar Farouk (surveyer internet). Sebagian besar ahli mengungkapkan perlunya UU Pornografi memiliki kelemahan dalam pendefinisian kata pornografi. Untuk mencegah adanya bias tafsir dari definisi itu, seperti menganggap porno sebuah tarian atau relief candi.

Kuasa hukum pemohon, Anggara Suwahju, menyatakan bahwa UU Pornografi sudah tidak diperlukan mengingat Kitab Undang-undang Hukum Pidana sudah memuat ketentuan mengenai pelanggaran susila. Hanya saja, ketentuan itu bermasalah di tingkat penerapan/penegakan hukum. Kalau yang bermasalah penegakan hukumnya, jangan lantas menyatakan membutuhkan UU Pornografi. Rocky Gerung berpendapat, UU Pornografi tidak selayaknya diteruskan.




Koran Tempo, Ahli Minta UU Pornografi Direvisi, Jumat 28 Agustus 2009
Kompas, Definisi Pornografi Diminta Direvisi, Jumat 28 Agustus 2009

Jim Reed, Fotografer Legendaris Cuaca Ekstrem dan Pemburu Badai

(kesimpulan) Jim Reed, fotografer legendaris, sudah berhasil mendokumentasikan puluhan badai dan bencana alam lainnya. Paling merasa ngeri ketika mendengar suara seperti piton saat Badai Katrina. Akhir Juli 2009, Jim Reed kembali mempromosikan buku yang kali pertama diterbitkannya pada 2007. Yakni, Storm Chaser: A Photographer's Journey. Dalam kesempatan itu, dia tidak sungkan menyebut dirinya storm chaser alias pemburu badai. Selama sekitar 20 tahun menantang maut, berada sedekat-dekatnya dengan badai untuk menangkap gambar terbaik, Reed menolak dikategorikan dalam kelompok pemburu badai.

Reed yang kelahiran Kota Albany, Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat (AS) itu mengatakan bahwa dulu dirinya menghindari konotasi berlebihan yang menyertai kata pemburu badai. Karena itu, selama beberapa waktu, memilih disebut fotografer cuaca ekstrem. Tapi, belakangan, dia memaklumi penggunaan kata yang menjadi populer seiring dirilisnya film Twister dan serial tentang badai di Discovery Channel. Jadilah, dia menyelipkan kata storm chaser pada judul buku larisnya tersebut.

Menurut Reed yang tertarik pada cuaca ekstrem sejak anak-anak itu, dirinya menolak disebut sebagai pemburu badai karena tak mau disamakan dengan banyak pemburu badai yang belakangan muncul. Yakni, melalui tur-tur ekstrem yang mereka ikuti. "Mereka melakukannya untuk kesenangan dan demi petualangan. Mereka mengambil gambar, bukan menciptakannya," kata sarjana seni lulusan University of Southern California tersebut seperti dilansir welovedc.com.

Reed menyatakan sama sekali tidak mengejar apa pun. "Yang saya lakukan adalah persiapan, evaluasi, tebakan kedua, dan prediksi." Dia menuturkan, sebagai profesional, dirinya hanya berada di zona bahaya selama alarm peringatan belum dibunyikan. Tapi, biasanya, dia menempatkan diri pada zona paling berbahaya yang oleh pihak berwenang harus dikosongkan. Dengan demikian, dia benar-benar bisa berhadapan langsung dengan badai yang dinanti.

Nyali Reed telah mengantarkannya pada jenjang penghormatan tertinggi fotografer. Tidak ada seorang fotografer pun di seluruh Amerika Serikat, bahkan dunia, yang layak menyandang status fotografer cuaca seperti dia. Sejauh ini, pria berkacamata tersebut sudah berhasil mendokumentasikan 17 badai. Termasuk, Badai Charley yang menyapu Jamaika pada tahun 2004 dan Badai Katrina yang menghancurkan New Orleans pada 2005. Juga, ratusan tornado, angin ribut, petir, serta peristiwa alam yang tidak biasa lainnya.

Sampai sekarang, hasil jepretan kamera Reed tentang fenomena alam masih mendominasi media-media besar AS. Di antaranya, The New York Times, Time, Reader's Digest, National Geographic, U.S. News and World Report, Discovery Channel, dan Nikon. Seburuk apa pun gejala alam yang menyertai kelahiran badai, Reed selalu bisa mengabadikannya secara apik. Gambarnya jelas, menarik, dan bermakna.

"Yang paling membuat saya tidak tahan adalah suaranya. Anda mendengar orang minta tolong, binatang berteriak-teriak. Salah satu suara paling mengerikan yang terdengar saat Katrina adalah suara desis ular seperti piton. Langsung tebersit di benak saya, Apakah benar ada ular? Suara apa ini?' Belakangan, kami sadar bahwa itu suara pipa-pipa gas yang bocor," kenangnya (Jawa Pos, Selalu Tempatkan Diri di Zona yang Harus Dikosngkan, Minggu 23 Agustus 2009)





Ingin Paket Wisata Ekstrem Berburu Badai Tornado dan Gunung Berapi Cukup Rp.59 Juta

(kesimpulan) Petualangan, termasuk yang sangat memicu adrenalin, mulai masuk paket industri pariwisata. Karena itu, tak heran jika belakangan ini biro-biro perjalanan di berbagai belahan dunia menawarkan paket wisata ekstrem kepada publik. Di antaranya, paket wisata badai dan paket wisata gunung berapi.

Adventure Travel Trade Association (ATTA), organisasi yang memayungi biro perjalanan penjual paket wisata petualangan, dalam situs resminya, menyebutkan bahwa banyak ragam paket wisata dan perjalanan, berpetualang merupakan jenis yang paling tahan resesi jika dibandingkan dengan lainnya. Selain tahan resesi, ATTA mengklaim bahwa jenis wisata petualangan juga bakal menjadi bisnis yang relatif langgeng karena tersegmentasi.

Memang tidak semua orang suka berpetualang. Tapi, mereka yang gandrung terhadap kegiatan kegiatan ekstrem biasanya lebih memilih petualangan. Bagi para turis petualangan, berwisata bukan sekadar senang-senang dan refreshing. Dr Paige Schneider, peneliti dari majalah National Geographic Adventure yang menjadi mitra ATTA, mengatakan bahwa para penyuka wisata petualangan menjadikan itu (perjalanan) sebagai bagian fundamental dan gaya hidup.

Di Benua Amerika, industri wisata petualangan tidak melulu bersepeda, menyelam, berlayar, berselancar, atau berpesiar dengan kapal. Petualangan ekstrem seperti memburu badai dan menyisir gunung berapi menjadi menu spesifik yang dikemas dalam paket perjalanan. Seperti wisata berburu tornado di kawasan Great Plains, Amerika Serikat (AS), yang ditawarkan Warren Faidley lewat situs stormchaser.com.

Berbeda dengan biro perjalanan atau perusahaan yang mengemas petualangan berburu tornado dalam kelompok, Faidley menawarkan petualangan solo. Dengan biaya mulai USD4.700 (sekitar Rp.47 juta) sampai USD5.900 (Rp.59 juta), Faidley menyediakan satu kendaraan khusus untuk masing-masing peserta tur. Padahal, rata-rata tur berburu badai dalam tim dijual pada kisaran harga USD2.600 (Rp 26 juta) (Jawa Pos, Nonton Bencana Siapkan Rp 49 Juta, Minggu 23 Agustus 2009)



Ditemukan Planet WASP-18b yang Mengorbit Bintangnya Sangat Berdekatan

(kesimpulan) Sejumlah astronom menemukan fenomena yang tampaknya merupakan aksi bunuh diri planet karena berada amat dekat dengan bintangnya dan menimbulkan gelombang dahsyat. Planet tersebut adalah WASP-18b yang telah berjuta tahun hidup dan ditemukan Coel Hellier, seorang profesor astrofisika di Keele University di Inggris.

Hellier menyampaikan laporannya pada jurnal ilmiah The Nature, Kamis 27 Agustus 2009. Dengan menciptakan gelombang itu, WASP-18b menghancurkan dirinya sendiri. Planet WASP-18b mengitari bintang WASP-18 dengan konstelasi Phoenix dan berjarak sekitar 325 tahun cahaya dari Bumi (satu tahun cahaya sekitar 9,3 triliun kilometer). Itu berarti dia ada di kawasan tetangga galaksi Bima Sakti.

Jarak planet tersebut dengan bintangnya adalah sekitar 1/50 jarak Bumi dengan Matahari. Ukuran planet tersebut sekitar 10 kali ukuran Planet Yupiter. Gelombang antara planet tersebut dan bintangnya bisa dianalogikan dengan relasi Bulan dan Bumi yang bisa membentuk dua kali gelombang. Sejauh ini para astronom telah menemukan lebih dari 370 planet di luar sistem Matahari. Penemuan planet bunuh diri amat jarang terjadi (Kompas, Ditemukan Sebuah Planet Bunuh Diri, Jumat 28 Agustus 2009)




Terorisme Bukan Disebabkan Oleh Ketidakadilan dan Kemiskinan

(kesimpulan) Bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juni 2009 telah ditanggapi secara serius oleh berbagai kalangan. Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa hukum terorisme dan bunuh diri adalah haram. Polisi mendesak pihak lain, termasuk organisasi masyarakat dan partai politik, ikut bertanggung jawab memberantas terorisme. Kalangan intelijen mendesak diberikannya kewenangan yang lebih luas untuk mengantisipasi dan mencegah aksi teror, sementara kalangan TNI mendesak untuk mengaktifkan desk antiteror.

Akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memandang perlunya pelibatan TNI dalam mencegah dan memberantas terorisme. Intinya, hampir semua pihak mengajukan penguatan peran represi untuk mengatasi terorisme. Yang jadi pertanyaan, meskipun diakui penting, apakah represi saja cukup untuk memberantas terorisme? Sebagai alternatif terhadap pendekatan represi, sejumlah kalangan ulama mengajukan argumen ketidakadilan dan kemiskinan: ketidakadilan terhadap dunia Islam terutama di Timur Tengah dan kemiskinan di pedesaan Indonesia disebut sebagai pendukung munculnya benih terorisme.

Meski terasa baik, argumen bahwa teroris muncul sebagai respons atas ketidakadilan jelas tidak dapat dipertanggungjawabkan baik secara etis maupun secara hukum. Alasannya:

  1. Argumen ini secara tidak langsung menempatkan teroris sebagai pejuang keadilan universal dan mempahlawankannya.

  2. Argumen itu sama sekali tidak mempertimbangkan kenyataan bahwa kebanyakan sasaran dan korban teroris justru adalah mereka yang tidak bersalah.

  3. Menyangkut ketidakadilan, tidak ada satu pun tempat di muka bumi ini yang betul-betul adil. Ketidakadilan terjadi tidak hanya di dunia-dunia Islam, tapi juga terjadi di dunia-dunia lain yang bukan Islam. Artinya tetap kita tidak bisa membenarkan cara-cara teroris mengatasi dunia yang tidak adil tersebut.

  4. Lebih jauh lagi, menyangkut argumen kemiskinan sebagai pemicu terorisme, jika dilihat dari motif pribadi, pelaku sama sekali tidak mendapatkan keuntungan ekonomis dari aksi yang dilakukannya. Terlebih jika ditimbang dari modal yang dikeluarkan dalam aksi teror yang tidak sedikit dan tidak membawa keuntungan pada kelompok teroris tersebut.

  5. Begitu pula asumsi terorisme yang disebabkan oleh buruknya penegakan hukum. Kelompok teroris sama sekali tidak mengincar pihak-pihak yang terlibat masalah hukum. Mereka dengan jelas menyatakan diri melakukan jihad penegakan ideologi dengan pihak Barat sebagai target operasi.

Dengan demikian jelaslah bahwa terorisme memang suatu gerakan yang berdiri di atas topangan pandangan ideologi kemurnian dan kebencian. Dengan demikian, sebagai ideologi dan gerakan, ancaman terorisme bukanlah hanya berasal dari pelaku bom bunuh diri, tapi juga dari penggagas, pemikir, serta lingkungan dan ajaran-ajaran yang berkembang dalam suatu lingkungan yang meyakini dan membenarkan kebenaran ideologi tersebut.

Dalam konteks Indonesia, pengalaman dan beberapa penelitian membuktikan bahwa ideologi dan gerakan terorisme tidak mendapatkan hambatan yang cukup berarti di Indonesia. Dan beberapa kasus diketahui bahwa perekrutan anggota untuk melakukan bom bunuh diri dilakukan dalam rentang waktu yang relatif singkat, hanya satu sampai tiga tahun.

Pertanyaannya, secepat dan semudah itukah penanaman ideologi? Tentu saja tidak! Namun, pelaku teror dapat dibentuk secara singkat oleh berbagai faktor yang kompleks, misalnya pengalaman dan latar belakang keterlibatan dalam konflik di berbagai daerah di Indonesia. Tapi, di luar itu semua, yang menjadi faktor utama adalah kemiripan nilai terorisme dengan nilai yang dipahaminya sebelum direkrut. Adanya aspirasi yang selaras antara si penganjur teror dan pelaku dengan masyarakatnya.

Ekonom dan pemikir kemanusiaan, Amartya Sen, mengungkapkan bahwa kekerasan terjadi karena manusia memahami dirinya semata-mata sebagai individu dengan identitas tunggal. Manusia terlampau memegang teguh satu identitas dan mengabaikan identitasnya yang lain. Ketertutupan dalam identitas tunggal ini yang kemuclian menjadi ilusi dan mendasari cara pandangnya terhadap keberadaan yang lain: antagonisme muslim-kafir; agamis-sekuler, dan lain sebagainya.

Dalam kerangka ini, terorisme yang berkembang di Indonesia juga bisa dimengerti dari kondisi masyarakat yang semakin terfragmentasi berdasarkan kepentingannya masing-masing. Sikap irasional, tak peduli, intoleran, dan pembiaran terhadap intoleransi serta penyebaran kebencian dan kekerasan terhadap golongan agama lain semakin menguat dan dibiarkan. Kepentingan bersama terasa alot untuk kembali dinegosiasikan demi kebaikan bersama.

Pihak yang merasa mayoritas sebisa mungkin menekan yang lemah. Sementara kepentingan dan mobilitas politik serta ekonomi juga berjalan bukan dibasiskan pada kapabilitas dan kemampuan individu dalam memperjuangkan kemaslahatan umum, namun terlebih diberikan pada identitas partikular dan religiositasnya. Situasi inilah yang kemudian memperkuat prasangka, yang memberikan lingkungan yang hangat bagi berbiaknya terorisme. Masyarakat kita berkembang dan makin hidup dalam buaian fanatisme, primordialisme, dan intoleransi. Inilah kiranya yang memberikan basis bagi berkembangnya terorisme.

Karena itu, pada akhirnya, selain penanganan yang bersifat represif, guna mencegah berulangnya terorisme di masa depan, perlu mengintegrasikan beberapa upaya, yaitu:

  1. Perlu meningkatkan kerja intelijen, baik intelijen kepolisian maupun intelijen negara.

  2. Harus makin membangun masyarakat terbuka yang toleran melalui mencegah dan memberantas gejala, aktivitas intoleransi, menghukum penyebaran kebencian dan pelaku kekerasan terhadap suatu golongan. Untuk itu perlu menerapkan hukum yang kuat.

  3. Pemerintah harus mencabut segala jenis hukum dan peraturan, baik di tingkat nasional maupun peraturan daerah, yang menjadi selubung bagi fanatisme, intoleransi, dan disintegrasi.

Pada akhirnya perlu merevitalisasi pendidikan kewargaan. Pembentukan sikap warga untuk mengutamakan dan mewujudkan kemaslahatan umum secara paralel dapat meningkatkan sikap toleransi dalam masyarakat. Ini bisa dilakukan melalui media massa maupun elektronik, baik secara eksplisit maupun implisit. Evaluasi pada sistem pendidikan juga diperlukan guna merumuskan sistem pendidikan yang menghasilkan manusia beradab (Rizki Setiawan, Memutus akar Sosial Terorisme, Rabu 26 Agustus 2009)


Situs redd-indonesia.org Sediakan Informasi Program REED atau Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation

(kesimpulan) Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (Cifor), Selasa 25 Agustus 2009, meluncurkan situs yang menyediakan informasi mengenai REDD (reducing emissions from deforestation and forest degradation). Dalam pengelolaan situs ini, Cifor bekerja sama dengan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI)-Green Network dan WWF-Indonesia, serta David and Lucile Packard Foundation.

Dalam situs yang beralamat di http://redd-indonesia.org/ itu terdapat hitung mundur Conference of Parties (CoP) ke-15 di Kopenhagen, Denmark. CoP atau Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim di Kopenhagen, yang berlangsung pada Desember 2009, sangat penting karena akan menentukan apakah mekanisme REDD dimasukkan dalam kesepakatan iklim global pasca 2012, ketika Protokol Kyoto berakhir.

Selain itu, terdapat rubrik konsultasi yang diasuh Yani Saloh dari Cifor, Muchamad Muchtar dari PILI, dan Fitrian Ardiansyah dari WWF-Indonesia. Pam E. Minnigh, Direktur Eksekutif PILI mengatakan bahwa pihaknya ingin ada interaksi dengan publik. Skema REDD merupakan salah satu pendekatan untuk mengurangi 20 persen emisi gas rumah kaca yang berkaitan dengan hutan setiap tahunnya. Skema ini memperbolehkan konservasi hutan untuk berkompetisi secara ekonomis dengan berbagai kegiatan ekonomi lainnya yang memicu deforestasi.

Mengiringi peluncuran situs, dilakukan diskusi dengan pembicara Agus Purnomo (Kepala Sekretariat Dewan Nasional Perubahan lklim), Nur Masripatin (Departemen Kehutanan), Daniel Murdiyarso (Cifor), dan Fitrian Ardiansyah. Moderator diskusi adalah Goenawan Mohamad (Komunitas Salihara). Daniel, ilmuwan Indonesia yang tergabung dalam Intergovernmental Panel on Climate Change, mengatakan bahwa banyak negara sedang mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam skema REDD.

Untuk mempersiapkan konferensi di Kopenhagen, bulan Juli 2009 berlangsung pertemuan di Bonn. Menurut Agus Purnomo, telah disepakati definisi, kebijakan, dan insentif REDD. Dokumennya setebal 20 halaman. Diharapkan pada pertemuan di Bangkok dan Barcelona bulan September 2009, makin banyak kesepakatan tercapai (Koran Tempo, Situs Pengurangan Emisi dari Hutan Diluncurkan, Rabu 26 Agustus 2009)


India Akan Bangun Icon Landmark Patung Chhatrapati Shivaji Liberty di Pantai Mumbai

(kesimpulan) India akan memiliki icon baru yang tingginya mengalahkan Patung Liberty. Bensley Design Studios, sebuah perusahaan asal Bangkok, akan bekerja sama dengan perusahaan Mumbai, Team One, untuk membuat karya patung kesatria India yang hidup di abad ke-17, Chhatrapati Shivaji. Patung monumental itu bakal dibangun di lepas pesisir pantai Mumbai, ibu kota India tersebut.

Chhatrapati Shivaji bisa jadi lebih spektakuler daripada Liberty. Tingginya 98 meter (321 kaki) bila diukur dari alas berbentuk persegi empat. Sedangkan tinggi Liberty di Kota New York, Amerika Serikat, tersebut 92 meter atau setara dengan gedung berlantai 22. Terdiri atas dua bagian, yakni patung setinggi 46 meter dan landasan juga 46 meter. Persetujuan untuk membangun landmark India di Laut Arab tersebut sudah didapat dari kementerian lingkungan. Times India dan sejumlah media lokal mengabarkan, keputusan itu diambil dalam rapat kabinet di Negara Bagian Maharashtra Selasa 25 Agustus 2009.

Sosok yang dibangun menjadi monumen Chhatrapati Shivaji adalah kesatria yang mendirikan sebuah kerajaan di bagian barat India, yang merdeka dari cengkeraman kekaisaran Islam Mughal. Shivaji merupakan ikon perjuangan kelompok Hindu di Mumbai dan Maharashtra, yang berpendapat bahwa apa yang mereka lakukan belum cukup untuk melindungi kepentingan penduduk lokal berbahasa Marathi. Proyek yang ditaksir bernilai USD61 juta (sekitar Rp.610 miliar) termasuk untuk museum dan taman (Jawa Pos, Shivaji Bakal Salmi Liberty, Kamis 27 Agustus 2009)


Tayla Reynolds, Remaja 9 Tahun Sudah Kuasai 600 Gerakan Bahasa Isyarat

(kesimpulan) Pencapaian Tayla Reynolds sungguh mengagumkan. Bayangkan, di usia yang baru sembilan tahun dan waktu belajar yang cuma enam bulan, dia mampu menguasai 600 gerakan level dasar bahasa isyarat. Dia pun tercatat sebagai gadis termuda se-Inggris Raya, bahkan mungkin dunia, yang mampu melakukan hal tersebut. Sumber inspirasi Tayla tak lain adalah sang ibu, Debbie Reynold, 35, yang menderita gangguan pendengaran.

Tayla, Rabu 26 Agustus 2009, mengatakan bahwa suatu hari dirinya melihat ibu mempraktikkannya (bahasa isyarat) di depan cermin dan sepertinya menyenangkan untuk dilakukan. Pelajarannya amat sulit. Tapi, ia menjadi bersemangat ketika tahu bahwa bisa menolong orang untuk berkomunikasi satu sama lain jika menguasai bahasa ini.

Gerakan favorit Tayla di antara 600 gerakan yang dikuasainya itu adalah bahasa isyarat yang menunjukkan warna biru. Caranya hanya dengan menunjuk pembuluh darah (berwarna) biru di pergelangan tangan. Menurutnya gerakan itu amat pintar, kata gadis yang kini sedang menjalani pembelajaran level dua itu. Debbie pun sangat bangga atas pencapaian buah hatinya tersebut.

Selama empat tahun terakhir, Debbie telah mengajar bahasa isyarat kepada 10.000 orang dari segala usia. Debbie kerap tampil di kanal televisi ITV untuk menyuarakan karakter dalam acara animasi Creature Comforts. Dia juga telah menyelesaikan enam kompetisi bahasa isyarat internasional. Bahasa isyarat British secara formal mulai dikenal pada 2004. Tapi, sebenarnya bahasa tersebut ada sejak abad ke-16. Bahkan, di Leicester telah ada pernikahan khusus yang menggunakan bahasa isyarat pada 1576. Hingga saat ini, setidaknya 250.000 warga Inggris Raya menggunakan bahasa isyarat sebagai salah satu cara berkomunikasi (Jawa Pos, Usia 9 Tahun Kuasai 600 Gerakan, Kamis 27 Agustus 2009)


Mohamad Jibril Pemilik Situs Ar-rahmah.com Terkait Jaringan Teroris Al-Qaidah

(kesimpulan) Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri, di acara buka puasa bersama di Istana Negara, Kamis 27 Agustus 2009, membenarkan dugaan bahwa Mohamad Jibril terkait dengan jaringan Al-Qaidah. Jibril ditangkap Selasa sore 25 Agustus 2009 dalam perjalanan menuju rumah ayahnya, Muhammad Iqbal alias Abu Jibril, di Perumahan Witanaharja, Pamulang, Tangerang Selatan. Pada malam harinya, polisi menggeledah kantor PT Ar-rahmah Media di Bintaro. Kantor ini membawahkan situs Arrahmah.com, yang didirikan Jibril.

Jibril dekat dengan jaringan Al-Qaidah. Ia pernah tiga tahun menjalani pendidikan di Pakistan dan selama itu aktif dalam kelompok studi Al-Ghuraba, suatu kelompok penghubung Al-Qaidah dengan jaringan Jamaah Islamiyah. Aktivis Al-Ghuraba lainnya adalah Abdul Rahim, anak Abubakar Ba'asyir, dan Rusman Gunawan alias Gun Gun, yang juga adik Hambali, tahanan tersangka teroris di Guantanamo, Amerika Serikat.

Di Indonesia, Jibril mendirikan situs Arrahmah.com, yang mempropagandakan jihad. Di dunia maya juga bisa ditemui blog Ghuraba-United berbahasa Indonesia, yang mengajak melakukan hal serupa (Koran Tempo, Kapolri: Jibril Terkait AI-Qaidah, Jumat 28 Agustus 2009)


Densus 88 Sita CPU Situs Ar-rahmah.com Media Jihad Milik Muhamad Jibril alias Prince of Jihad

(kesimpulan) Situs berita Ar-Rahmah Media (ar-rahmah.com) terpaksa tutup. Itu terjadi karena empat CPU (central processing unit) komputernya disita Densus 88 Selasa malam 25 Agustus 2009. Polisi menggeledah kantor Ar-Rahmah Media yang berada di Jalan Pisok, Blok EB X No 45 A, Sektor V, Bintaro, untuk mencari dokumen terkait pendanaan terorisme yang disangkakan kepada Muhamad Jibril. Penggeledahan terjadi di semua ruang kantor Ar-Rahmah. Terdapat empat kamar yang dibongkar. Dua kamar merupakan ruang kerja dan dua kamar lain tempat tinggal M. Jibril yang online dengan nama sandi "Prince of Jihad" itu.

Staf Marketing Ar-Rahmah, Hendra Setiadi, mengungkapkan bahwa penggeledahan itu terjadi saat kegiatan up-load berita berlangsung. Saat itu hanya ada tiga karyawan. Salah seorang di antara mereka adalah Pemimpin Redaksi Ar-Rahmah Media Mohammad Fachri. Karyawan yang lain sudah pulang. Empat CPU dibawa petugas. Kegiatan Ar-Rahmah Media memang tak hanya menyampaikan syiar Islam. Sejumlah kegiatan yang terkait pengembangan dakwah juga dilakukan. Situs Ar-Rahmah setiap hari update dengan perkembangan terbaru jihad di dunia. Mereka bahkan mengupload video penyembelihan seorang warga Iraq. Selain itu, informasi perkembangan gerilyawan As Sahab Al Mujahidin di Somalia juga dikabarkan tiap jam.

Prince of Jihad alias M. Jibril juga baru raja melakukan wawancara eksklusif dengan seorang bernama Muhammad Al Mujahid yang menjadi salah seorang komandan jihad Taliban, Pakistan, di Lembah Swat:

"Di Lembah Swat seluruh mujahidin yang syahid ada 200 dan tentara (murtadin) yang terbunuh 1.200 dengan pimpinan mereka yang terbunuh berjumlah 65, Alhamdulillah. Jumlah seluruh mujahidin dari seluruh kelompok yang berada di Swat adalah 1.500. Jadi, jika total dari kami yang terbunuh (seperti yang dikatakan tentara murtadin) berjumlah 7.000, itu adalah bohong besar," ujar Muhammad Al Mujahid kepada M. Jibril.

Pada Rabu, 26 Maret 2008, M. Jibril juga diketahui pernah mewawancarai Imam Samudra sebelum aktor bom Bali 1 itu tewas di tangan regu tembak. Saat itu M. Jibril datang sebagai pimpinan majalah Jihad Magz yang didirikannya dengan dana ayahnya (Jawa Pos, Densus Sita CPU Ar-Rahmah Tutup, Kamis 27 Agustus 2009)


Thursday, August 27, 2009

Adrenalin Junkie Para Pemburu Badai

(kesimpulan) Kecanggihan satelit tak cukup untuk memantau badai mematikan. Kehadiran manusia-manusia supernekat masih diperlukan untuk mendeteksi kekuatan serta memprediksi jalur yang akan dilintasi amukan angin sangat kencang yang kecepatannya bisa mencapai 200 kilometer per jam. Merekalah disebut "pengejar badai". Pekerjaan bergengsi yang hanya dilakukan oleh orang bernyali dan peduli kepada penyelamatan bencana. Hanya para ilmuwan, militer, fotografer, dan operator tour yang menggeluti itu, setumpuk fulus pun menanti sebagai imbalan atas tekad dan komitmen.

Di Amerika Serikat, "pasukan badai" itu tergabung dalam 53d Weather Reconnaissance Squadron. Tim yang bermarkas di Pangkalan AU di Biloxi, Masschusset, itu bertugas menembus pusat badai dan meletakkan alat demi mendapatkan data kecepatan, arah, dan kekuatan angin. Data diperlukan untuk mengetahui jalur yang akan dilintasi badai sehingga bisa diantisipasi. Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan The National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), badan federal yang mengurusi kondisi laut dan atmosfer, juga ikut berpartisipasi di dalam misi tersebut

Pasukan khusus pengejar badai akan tetap eksis, karena teknologi satelit yang telah berkembang, dinilai tidak bisa menentukan dan menginformasikan tekanan barometrik topan dan kecepatan angin secara akurat. Perlu ada yang terjun langsung ke "pusat bencana". Dan, itu hanya bisa dilakukan dengan pesawat yang harganya USD22 juta (sekitar 220 miliar).

Awal terbentuknya tim khusus itu amat unik. Pada tahun 1943, ketika muncul persaingan di antara dua pilot pasukan AU AS, yang saling menantang adu keberanian terbang mendekati badai. Dari situlah, tim penerbang badai terbentuk. Wilayah penerbangan mencakup area di sekitar Lautan Atlantik, Lautan Karibia, Teluk Meksiko, dan Samudra Pasifik bagian pusat dan timur. Tak selamanya misi skuadron itu sukses. Tim berjuluk Swan 38 dengan enam orang anggota hilang pada 12 Oktober 1974, saat memburu topan Bess. Mereka berangkat dari Basis Clark di Filipina.

Selain pasukan khusus resmi, ada sejumlah pemburu badai yang bertindak dengan alasan hobi semata. Warren Faidley, jurnalis karir terjun pemburu badai pada tahun 1980. Ketertarikannya dimulai saat menekuni profesi sebagai fotografer profesional dan sinematografer badai. Dari keahliannya itu, diangkat menjadi dosen dan penulis. Jepretan dan video pria yang menjadi salah seorang yang berhasil bertahan hidup dalam serangan Tornado F-5 dan badai kategori tingkat 5 itu, telah dipakai oleh National Geographic, Time, majalah Life, USA Today, Scientific American, hingga Wall Street Journal.

Pengalaman berbeda dialami Allan Detrich, yang terobsesi menaklukkan badai karena menyimpan dendam saat pabrik tempat ayahnya bekerja di Attica, Ohio, dihancurkan badai pada 3 April 1974. Kini Allan memiliki tim terdiri lima "orang gila" pemburu badai, yaitu Nancy Bose seorang manajer marketing di New York; John Griswold teknisi nirkabel dari Florida; Brian McNoldy asal Colorado; Chris Howell seorang pengantar pesan dari Michigan.

Ada juga Hurricane Hunters, pesawat yang melayang di atas siklon tropis di utara Samudera Atlantik dan bagian tenggara Samudera Pasifik untuk mengumpulkan data di antara badai yang terjadi. Para adrenalin junkie juga menggilai gunung berapi. Khusus vulkano, lebih banyak ilmuwan yang terlibat. Sejumlah ahli gunung berapi menemui ajal saat mereka bertugas untuk memprediksi kapan terjadinya letusan.

David Alexander Johnston menjadi korban letusan Gunung St Helens Washington pada 1980; Katia dan suaminya, Maurice Kraff, tewas di Gunung Unzen, Jepang, pada 1991. Salah seorang ilmuwan gunung berapi yang tiada lelah memburu letusan adalah John Seach. Lebih dari 21 tahun pria itu melanglang buana ke gunung-gunung berapi. Tokoh yang lama bekerja sama dengan banyak stasiun televisi ternama itu telah menyaksikan 130 letusan selama melakukan perjalanan membahayakan (Jawa Pos, Tembus Jantung Badai dengan Pesawat Rp 220 M, Minggu 23 Agustus 2009)




Situs Online www.eol.org Encyclopedia of Life Mendeskripsikan Semua Tipe Flora dan Fauna di Dunia

(kesimpulan) Sebuah ensiklopedia online yang bertujuan mendeskripsikan setiap tipe binatang dan tumbuhan di dunia kini telah mencapai 170 ribu entry. Situs berisi data tentang penuaan, perubahan iklim, bahkan penyebaran hama serangga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan riset.

"Encyclopedia of Life" (http://www.eol.org), sebuah proyek senilai US$100 juta yang diluncurkan pada tahun 2007. Rencananya, ensiklopedia itu akan mendeskripsikan seluruh 1,8 juta spesies flora dan fauna yang telah diketahui dalam satu dekade. James Edwards, Direktur Eksekutif EOL, yang berbasis di Smithsonian Institution di Washington menyatakan bahwa pihaknya akan mempercepat tugas tersebut. Seluruh entry berikut akan dievaluasi oleh para pakar.

Tahun 2008, ensiklopedia itu baru memiliki 30 ribu entry. Semua orang, dari para pakar sampai pelajar, dapat menggunakan EOL sebagai panduan lapangan atau menyumbang foto. Mereka juga dapat berkontribusi memasukkan hasil pengamatan terhadap binatang di sebuah daerah yang sebelumnya tak pernah terdapat binatang itu, yang dalam beberapa kasus merupakan sinyal perubahan iklim.

Ensiklopedia ini juga membantu para ilmuwan yang meneliti proses penuaan pada manusia, karena EOL juga memeriksa perbedaan masa hidup berbagai spesies yang saling berhubungan. Kelelawar Amerika Latin Tadarida brasiliensis, misalnya, hidup dua kali lebih lama daripada tikus, yang sama ukuran tubuhnya, mungkin karena tubuhnya mempunyai mekanisme yang membatasi kerusakan protein dalam sel-selnya.

Kini EOL berusaha membantu memerangi hama, seperti ngengat Cameraria ohridella yang menyebar dengan cepat dari wilayah Balkan ke seluruh Eropa dalam dua dekade terakhir. Serangga itu menyerang daun pohon horse chestnut dan membuat daun menjadi cokelat pada pertengahan musim panas. David Lees dari Natural History Museum di London dan kelompok riset pertanian Prancis, INRA, mengatakan bahwa serangga itu adalah ancaman bagi ekosistem di Asia Tenggara, Amerika Utara, di mana pun pohon horse chestnut tumbuh.

EOL berharap informasi yang dirangkumnya dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan publik akan kehadiran spesies invasif melalui pemetaan dan deskripsi yang detail, membantu memperlambat penyebaran hama (Koran Tempo, Ensiklopedia Kehidupan Perangi Hama, Rabu 26 Agustus 2009)


Rancang Bangun Roket dengan Banyak Fungsi dan Biaya Murah

(kesimpulan) Pengembangan roket mulai menyedot perhatian dunia ketika difungsikan sebagai peluru kendali pada Perang Dunia II dan menjadi wahana pengorbit Satelit Sputnik pada tahun 1957. Di luar itu masih ada beberapa aplikasi lain yang dapat dimuatkan pada roket uji cobanya dilakukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) medio Agustus 2009 di Bantul. Pagi itu sekitar pukul 7 langit di Pandansimo, Kabupaten Bantul, masih sedikit berkabut, angin pun berembus lemah. Kembali di pantai selatan Bantul itu untuk tahun kedua akan dilakukan uji coba peluncuran roket bermuatan. Di kejauhan tampak jajaran roket-roket menghadap ke laut lepas Samudra Hindia. Roket itu tergolong kecil karena hanya berdiameter 100 milimeter dan panjangnya sekitar 1 meter. Roket-roket tersebut, meski satu ukuran, ternyata tak semuanya bermuatan serupa.

Modifikasi Cuaca

Pada kesempatan pertama akan diluncurkan roket yang dimuati tabung flare (suar) untuk modifikasi cuaca. Roket itu rancangan Prof Dr Untung Haryanto, peneliti dari Unit Pelaksana Teknik Hujan Buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Roket itu dapat menjangkau ketinggian hingga 3 kilometer, tepat berada di dasar awan hujan. Pada posisi itu gas didasar tabung roket akan mendorong keluar pipa flare di atasnya yang dilengkapi dengan parasut sehingga terjadi separasi. Flare itu bergaris tengah 6,5 sentimeter dan panjangnya 20 sentimeter.

Di salah satu ujung pipa flare terdapat bahan pemicu untuk membakar flare. Flare itu mengandung berbagai senyawa antara lain kalsium, kalium, dan klorida. Ketika melayang dengan parasut di dekat dasar awan, unsur-unsur tersebut akan masuk ke dalam awan terdorong arus udara naik. Bahan kalsium klorida (Ca-C12) yang bersifat higroskopis akan mengikat butiran-butiran uap air hingga membesar menjadi butiran air hujan.

Penggunaan kalsium klorida untuk TMC (Teknik Modifikasi Cuaca) pada musim kemarau, yang tingkat kelembabannya kurang dari 50 persen, lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan garam natrium klorida. Karena itu, tingkat keberhasilan flare yang menggunakan CaC12 lebih besar dibandingkan penyemaian awan menggunakan NaC1 dari pesawat terbang.

Penggunaan roket, juga memiliki beberapa keuntungan. Untuk TMC, dengan roket akan menggeser penggunaan pesawat terbang, yang selain memerlukan landasan, juga terbatas beroperasi pada pagi dan siang hari. Dengan roket, penyemaian awan dapat dilakukan juga pada sore dan malam hari serta di kawasan pegunungan. Selain mudah, roket hujan buatan juga murah pengoperasiannya. Untuk membuat dan menerbangkan flare seberat 500 gram diperlukan dana sebesar Rp.500.000. Adapun pengoperasian dengan pesawat terbang menelan biaya Rp.700 juta. Di beberapa negara, seperti di China, pengoperasian roket hujan buatan karena mudahnya, dapat dilakukan oleh para petani sendiri tanpa melibatkan institusi resmi.

Roket Suar

Dengan teknik yang sama dengan roket hujan buatan, diuji coba pula roket suar. Selama ini suar ditembakkan dengan menggunakan pistol ke udara hingga mencapai ketinggian 100 meter. Adapun dengan menggunakan roket, suar dapat dilontarkan hingga jarak 1,2 kilometer ke udara. Menurut Mayor Teknik M Zuhnir P, perancang roket suar dari Departemen Aeronautika Akademi Angkatan Udara, suar yang berupa pipa, seperti pipa flare, di dalamnya seperti terdiri dari bahan berdaya ledak rendah, sulfur, zat pewarna, seperti stronsium dan barium, serta unsur yang mengeluarkan cahaya, seperti fosfor.

Penggunaan roket dengan muatan suar tersebut sudah merambah ranah keamanan, bukan hanya udara, tetapi juga persoalan kelautan. Pembuatan sekitar 40 roket suar untuk mendukung operasi Badan Koordinasi Keamanan Laut di Indonesia. Sekretaris Bakorkamla, Dicky Munaf, mengatakan akan dilakukan Lapan setelah penandatanganan MOU oleh kedua belah pihak pada Juni lalu. Roket suar diharapkan dapat membantu pencahayaan saat penindakan pada malam hari ketika melakukan operasi penangkapan pelaku pencurian kayu, pencurian ikan, dan pencemaran laut di kawasan yang rawan, seperti di kawasan Selat Malaka dan Selat Makassar.

Di Pantai Pandansimo juga dicobakan penggunaan robot kendali pada roket. Robot ini merupakan hasil rancangan Dr Ir Endra Pitowarno, MEng. Endra adalah salah satu dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institut Teknologi 10 Nopember yang telah berkutat dengan dunia robot sejak akhir tahun 1980-an. Penggunaan robot kendali ini bertujuan untuk mengarahkan parasut yang membawa instrumen atau muatan penting seusai separasi pada roket, agar muatan tersebut jatuh pada tempat yang aman. Robot tersebut, yang juga tergantung di parasut, dilengkapi baling-baling di setelah kiri dan kanan, dan juga dilengkapi dengan pengendali mikro sehingga dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Lomba Muatan Roket

Selain muatan roket hasil rekayasa peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lapan, juga diadakan lomba rancangan, muatan roket karya para mahasiswa. Kepala Pusat Teknologi Terapan Lapan, Handoko Slamet Riadhi mengatakan, kompetisi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada dirgantara kepada generasi muda. Pada tahun-tahun mendatang Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) akan digelar di tingkat kawasan, tidak hanya di Pulau Jawa. Pada tahun 2009, dari 62 proposal, terpilih 27 proposal yang dapat lolos sebagai finalis lomba.

Korindo diadakan Lapan bekerja sama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Departemen Pendidikan Nasional, Universitas Gadjah Mada, Akademi Angkatan Udara, dan Pemerintah Kabupaten Bantul. Indonesia merupakan negara pertama di Asia Pasifik yang menyelenggarakan lomba seperti ini.

Tahun 2009 topik yang diangkat adalah Payload Meteorologi. Dalam lomba, peserta diwajibkan mempersiapkan muatan roketnya (payload) yang terdiri atas sensor tekanan, suhu, kelembaban, dan percepatan. Penilaian lomba akan didasarkan pada performa, inovasi, manufaktur, rekayasa, dan desain. Para peserta harus mengikuti uji prakualifikasi, yang meliputi pengukuran dimensi muatan, pengukuran daya, uji funggionalitas, uji telecommand, dan uji g-shock.. Untuk bisa lolos pada tahap ini, muatan roket harus dapat mengirim sensor ke ground segment (stasiun bumi) secara utuh.

Tim peserta kemudian harus mempresentasikan hasil rancang bangun muatannya kepada Dewan Juri Korindo 2009, yang diketuai Dr Susetyo Mulyodrono (Lapan). Terpilih sebagai Juara I adalah Tim Aermania dari Universitas Satya Wacana (Salatiga). Juara kedua dan ketiga diperoleh UGM (Yogyakarta), yaitu tim By P dan Gatot Koco. Adapun tim Astronic System Institut Teknologi Bandung (ITB) terpilih sebagai Juara Harapan I. Juara Harapan II dan III diraih oleh tim-tim roket dari UGM dan Tim Universitas Tarumanegara secara berturut-turut.

Dengan mengadakan lomba tersebut, tentu muncul pula harapan bahwa dirgantara Indonesia dapat mencapai kedaulatan sendiri dan tidak bergantung pada pihak-pihak luar. Dengan kemampuan sendiri diharapkan semua persoalan yang dapat dipecahkan melalui rekayasa di dirgantara dapat dilakukan bangsa ini sendiri (Kompas, Membawa Muatan Multimanfaat, Selasa 25 Agustus 2009)


Tanaman Karnivora Raksasa, Kantong Semar atau Nepenthes attenboroughii Makan Tikus dan Katak

(kesimpulan) Di puncak tertinggi Gunung Victoria di Pulau Palawan yang terpencil di Filipina, hidup sejenis tanaman karnivora raksasa. Sementara kantong semar kebanyakan sebatas merengkuh dan menyantap serangga, jenis kantong semar yang satu ini bisa menelan hewan sebesar tikus. Kantong semar Nepenthes attenboroughii ini ditemukan sekelompok misionaris di saat mereka berjalan kaki.

Mereka terkejut, bertanya-tanya, dan melaporkannya kepada media setempat. Kantong semar itu lalu muncul dalam Botanical Journal of the Linnean Society setelah dilaporkan Stewart McPherson, ahli botani dari Red Fern Natural History Productions, yang menelitinya sejak 2000. Nepenthes attenboroughii, yang bisa tumbuh setinggi lebih dari 1 meter dengan struktur kantongnya yang berisi cairan, adalah tanaman karnivora kedua terbesar di dunia. Tanaman itu mensekresikan nektar di sekitar mulut kantong sebagai umpan untuk menarik perhatian tikus, serangga, dan mangsa lainnya.

Begitu ada "daging" yang masuk perangkap, enzim-enzim dan asam-asam dalam cairan akan berperan menghancurkan jasad korbannya yang mati tenggelam itu. McPherson mengatakan bahwa semua tanaman karnivora sebenarnya telah berevolusi dengan hanya menyantap serangga, tapi jenis yang besar seperti ini bisa memangsa tikus, kadal, dan kodok. Sungguh luar biasa bahwa selama ini hidup satu jenis tanaman sebesar ini dan tidak ada yang mengetahuinya.

Kantong semar terbesar di dunia, Nepenthes rajah, ditemukan naturalis Inggris, Hugh Low, di Borneo pada 1858. Perilakunya yang bisa menelan seekor tikus terungkap empat tahun setelah penemuannya ketika kolega Low, Spenser St. John, menemukan bangkai tikus di dalam satu spesimennya. McPherson tidak yakin jenis-jenis tanaman kantong semar raksasa itu bisa dimanfaatkan sebagai alat perangkap tikus seperti ada yang pernah bertanya kepadanya.

Tikus dan celurut memang mudah datang ke manis nektar yang dihasilkannya, tapi tanaman itu hanya menjebaknya di saat tertentu. Memanfaatkannya sebagai alat perangkap menjadi tidak praktis. Lagi pula akan ada terlalu banyak tikus yang harus ditangkap tanaman itu (Koran Tempo, Ada Tanaman Makan Tikus dan Kodok, Selasa 25 Agustus 2009)



Proyek Paleo Angola yang Memiliki Museum Bawah Tanah Dinosaurus

(kesimpulan) Angola selama ini dikenal karena minyak dan berliannya terbaik. Namun, para pemburu dinosaurus menyatakan, negara itu memiliki "museum di bawah tanah" fosil langka, beberapa di antaranya muncul ke permukaan menunggu untuk ditemukan. "Angola merupakan bagian final paleontologi," kata Louis Jacobs dari Southern Methodist University di Dallas, Texas, yang merupakan bagian dari proyek Paleo Angola yang memburu fosil dinosaurus.

Di banyak area, ada banyak fosil benar-benar terlihat di bebatuan layaknya sebuah museum di bawah tanah. Laporan penelitian pertama tentang dinosaurus di Angola dibuat tahun 1960-an, tetapi perang berdarah melawan Portugis diikuti tiga dekade perang sipil menyebabkan tidak ada wilayah untuk peneliti. Setelah tercapai perdamaian tahun 2002, daerah itu terbuka bagi para pemburu fosil. Temuan terbesar terjadi tahun 2005 ketika Octavio Mateus dari Universitas New Lisbon menemukan 5 tulang dari lengan kiri depan dinosaurus sauropod di Iembe, yang dianggap sebagai temuan awal dari fosil di kawasan itu (Kompas, Jurassic Park Angola Terbuka, Selasa 25 Agustus 2009)




Industri Menolak Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal

+ Kewajiban sertifikasi halal adalah kebijakan yang berlebihan
+ Kebijakan yang memberatkan produsen dan konsumen
+ Kontraproduktif dalam upaya pembangunan industri

(kesimpulan) Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menolak kewajiban sertifikasi halal yang akan diberlakukan pemerintah. Kewajiban sertifikasi halal hanya akan berdampak negatif dibandingkan dampak positifnya dalam kegiatan usaha. Saat ini pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sedang membahas Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal. Label halal wajib ditempel pada produk makanan, obat-obatan, kosmetik, serta produk lainnya. Pemerintah akan memberlakukan sanksi administratif dan pidana kepada produsen yang tak mencantumkan label halal.

Wakil Ketua Umum Kadin Haryadi B. Sukamdani mengatakan, kewajiban tersebut akan berdampak pada penambahan biaya usaha. Industri, khususnya usaha kecil dan menengah, tidak siap. Sertifikasi halal berlebihan. Industri kecil menengah tidak memiliki modal besar untuk membangun proses produksi memenuhi persyaratan halal. Padahal sertifikasi tidak hanya menyangkut kehalalan bahan baku, tapi seluruh proses produksi hingga produk jadi. Proses produksi belum siap, belum lagi terbatasnya sumber daya manusia dan lemahnya mata rantai pasokan baku.

Sertifikasi juga membuat adanya biaya tambahan berkisar Rp.2 juta untuk setiap produk. Juga, patut dipertanyakan kemampuan lembaga pemeriksa sertifikasi. Kewajiban sertifikasi akan berpotensi terjadinya ledakan jumlah produk yang harus diaudit dan diperiksa. Akan ada kepanikan dari satu juta pelaku usaha makanan dan minuman. Bisa dibayangkan antreannya, belum lagi biaya yang dikeluarkan. Sertifikasi halal, sebaiknya secara sukarela, seperti yang selama ini telah berjalan. Kebijakan ini, terbukti efektif dengan diterbitkannya sertifikasi halal bagi lebih dari 8.000 produk dalam 11 tahun terakhir. Karena mengutamakan prinsip sukarela sehingga sertifikasi halal dapat dilaksanakan berdasarkan kebutuhan konsumen (Koran Tempo, Industri Tolak Wajib Sertifikasi Halal, Rabu 26 Agustus 2009)

Ilmuwan University of California Meneliti Daya Evolusi Spesies Hewan

(kesimpulan) Laporan penelitian yang dilakukan para ilmuwan University of California, Los Angeles, di Amerika Serikat memberi kesimpulan bahwa mamalia dan berbagai jenis burung serta ikan adalah para pemenang evolusi. Sedangkan buaya dan, tuatara (sejenis reptil kerabat ular), masuk kelompok pecundang. Michael Alfaro, asisten profesor ekologi dan biologi evolusioner, sekaligus peneliti utama riset tersebut, mengatakan riset yang dilakukan mengindikasikan bahwa mamalia sangat spesial.

Studi yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences itu juga memperlihatkan bahwa spesies baru muncul sesering mereka punah. Alfaro dan timnya menganalisis untaian DNA dan fosil 47 kelompok vertebrata utama mayor, serta menggunakan pendekatan komputasional untuk menghitung apakah kekayaan spesies dari setiap kelompok itu tinggi atau rendah. Riset tersebut memungkinkan para ilmuwan untuk pertama kalinya mengkalkulasi garis keturunan binatang yang memiliki tingkat kesuksesan luar biasa.

Beragam jenis burung modern, seperti burung penyanyi, burung paruh bengkok, merpati, elang, kolibri, dan punai, masuk ke dalam kelompok para pemenang evolusi. Para juara lainnya adalah mamalia dan sekelompok ikan, termasuk ikan yang hidup di terumbu karang. Mereka dikategorikan sebagai pemenang karena memiliki tingkat evolusi yang amat cepat.

Kelompok Boreoeutheria, yang beranggotakan berbagai mamalia seperti primata dan karnivora, termasuk kelelawar dan hewan pengerat, telah mengalami diversifikasi 7 kali lebih cepat daripada perkiraan semula, dimulai sekitar 110 juta tahun silam. Sebaliknya, mamalia berkantung semacam kanguru tidak memiliki variasi sekaya mamalia lain. Kecepatan diversifikasi burung modern mencapai 9 kali lebih cepat daripada yang diperkirakan. Proses itu dimulai 103 juta tahun lalu. Sedangkan kelompok ikan yang tinggal di terumbu karang berdiversifikasi sekitar 8 kali lebih cepat.

Buaya muara dan buaya air tawar dianggap sebagai pecundang karena dalam 250 juta tahun kelompok reptil ini hanya berdiversifikasi menjadi 23 spesies. "Diversifikasi mereka 1.000 kali lipat lebih lambat (Koran Tempo, Mamalia Ikan dan Burung Pemenang Evolusi, Rabu 26 Agustus 2009)


Laporan Penelitian Anett Keller dan Friedrich Ebert Stiftung Beri Kesimpulan Koran Tempo Paling Independen

(kesimpulan) Koran Tempo dinilai sebagai media yang memiliki otonomi redaksi dan isi berita paling independen. Independensi itu lahir dari struktur redaksional dan sistem kepemilikan Koran Tempo yang tidak memiliki pemegang saham mayoritas. Kesimpulan laporan penelitian itu diperoleh peneliti media dari Jerman, Anett Keller, yang meriset empat media massa nasional Indonesia yaitu Kompas, Koran Tempo, Republika, dan Media Indonesia, pada 2004.

Keller, saat peluncuran buku hasil penelitiannya berjudul: Tantangan dari Dalam, Otonomi Redaksi di Empat Media Cetak Nasional, di Hotel Ibis Tamarine, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Agustus 2009, mengatakan bahwa wartawan yang paling independen adalah mereka yang bekerja di surat kabar yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh yayasan. Tiga perwakilan dari media yang diteliti juga berbicara dalam forum itu. Masing-masing Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bagun, Wakil Pemimpin Redaksi Republika Nasihin Masha, dan Redaktur Pelaksana Koran Tempo Metta Dharmasaputra.

Rikard menjelaskan, pascareformasi 1998, media massa tidak serta-merta bebas dari tekanan. Tekanan ke media saat ini berasal dari kekuatan modal. Surat somasi memprotes isi berita, hampir setiap hari mereka terima.Ibaratnya, wartawan lepas dari mulut buaya, dan sekarang masuk mulut harimau.

Dalam penelitian yang didukung Friedrich Ebert Stiftung, sebuah organisasi nonpemerintah dari Jerman, Keller menemukan bahwa wartawan yang bekerja pada surat kabar yang pemiliknya tidak punya latar belakang jurnalisme menerima intervensi yang massif dari pemilik soal apa yang seharusnya ditulis atau diterbitkan. Pemilik media yang juga pengusaha cenderung mendahulukan kepentingan kelompoknya daripada kepentingan umum.

Metta menjelaskan, menjadi independen bukanlah hanya soal keberanian. Biaya untuk menjadi independen itu amat mahal. Dia mencontohkan bagaimana banyak perusahaan masih sering mengaitkan pemasangan iklan dengan kebijakan redaksional. Ada yang pernah terus terang menawarkan iklan sebesar Rp.5 miliar kepada Koran Tempo, asalkan berita negatif tentang perusahaannya tidak ditulis. Metta mengajak semua pihak mulai memikirkan bagaimana agar keterbatasan modal media tidak sampai mengorbankan otonomi redaksi (Koran Tempo, Riset: Koran Tempo Paling Independen, Rabu 26 Agustus 2009)