Langsung ke konten utama

Aroma Payudara Ibu Menjadi Kenangan Abadi Bagi Bayi

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Aroma selama perjumpaan sementara dalam masa menyusui tetap menjadi favorit bagi bayi hingga balita. Seminggu setelah lahir, bayi menghirup kenangan baru terhadap panyudara ibu-ibu. Benoist Schaal, fisiolog yang mempimpin tim peneliti dari European Center of Taste Sciences di Dijon, France, melaporkan bahwa bayi yang baru lahir menyukai bau-bau tertentu saat menyusui, bahkan jika mereka mencium bau tersebut hanya selama delapan hari, tetap memilih bau yang sama terhadap orang lain untuk satu tahun kemudian.

Seperti bayi lain pada mamalia misalnya tikus dan babi, bayi manusia dengan mudah mempelajari dan mengingat bau yang berhubungan dengan menyusui, para ilmuwan menyimpulkan dalam makalah yang dipublikasikan di jurnal Developmental Science. Jenis kenangan bentuk bau yang paling kokoh adalah bau selama minggu pertama setelah kelahiran. Bau kenangan yang diperoleh selama menyusui dapat diaktifkan kembali dan mempengaruhi pandangan dan perilaku sampai setidaknya masa balita.

Penelitian yang berfokus bayi pada: 'Memories for food flavors, which simultaneously engage the brain’s taste and smell systems', Julie Mennella, biopsikolog dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, berkomentar "Temuan baru ini dimasukkan ke dalam pertimbuhan tubuh dari data ilmiah yang menunjukkan salitilat dari aroma untuk interaksi ibu-bayi dan untuk membentuk kenangan sepanjang masa kanak-kanak". Mennella mencatat hal lain dalam kajian terbaru ini menunjukkan bahwa aroma bayi dan pengalaman rasa nikmat pre-natal dalam cairan ketuban sebagai hasil dari makanan ibu.

Carolyn Rovee-Collier, psikolog dari Rutgers University's Busch di kampus Piscataway, NJ, menyebut temuan baru ini sebagai "bukti kuat dari masa penuh semangat belajar pada awal masa bayi ketika secara cepat mengaitkan peristiwa-peristiwa baru yang terjadi secara simultan." Rovee-Collier berpendapat temuan ini mendukung teori kontroversial bahwa bayi dapat membentuk memori asosiatif, sama seperti yang dilakukan orang dewasa.

Schaal bersama timnya memanfaatkan bidan praktik di salah satu bagian di Perancis merekomendasi ibu yang menyusui menerapkan balsem chamomile dengan aroma apel seperti pada dada mereka untuk mencegah nyeri puting. Peneliti menawarkan balsem untuk ibu menyusui bayi yang baru lahir di bangsal bersalin Prancis.

Dari 37 ibu-ibu yang setuju untuk berpartisipasi dalam penelitian, 20 menggunakan ramuan chamomile. Mereka menerapkannya setiap setelah sesi menyusui, menjaga daerah yang terkena efek dengan menutupi bantalan untuk sisa waktu untuk menjaga bau chamomile. Juga ibu-ibu lain yang menyusui tapi tidak menggunakan balsem sebagai kelompok kontrol.

Mulai satu sampai empat hari setelah melahirkan, ibu-ibu mengoleskan balsem aromatik untuk 8-120 hari berturut-turut selama keperawatan sesuai kebutuhan. Rasa dan bau dihubungkan karena chamomile memang memiliki beberapa rasa. Para peneliti mengajukan hipotesis bahwa aroma (balsem) pada bayi yang baru lahir jauh lebih mempengaruhi daripada apa pun yang mereka rasakan.

Pada usia 7 bulan, bayi-bayi menerima tiga ring untuk eksperimen, satu per satu diberikan secara acak untuk masing-masing satu menit. Ketiga ring memiliki aroma chamomile, aroma violet, dan tidak beraroma. Bayi yang ibunya menggunakan balsem chamomile secara substansial menghabiskan lebih banyak waktu menghisap dan memegang cincin chamomile dibandingkan dengan cincin lain. Bayi dari ibu yang tidak menggunakan balsem tidak menunjukkan preferensi.

Pada usia 21 bulan, balita yang telah terkena chamomile selama menyusui menunjukkan reaksi kecil ketika kapas yang disiram dengan chamomile ini dikipaskan di bawah hidung mereka. Sedangkan penyeka kapas chamomile menimbulkan tanda-tanda jijik, seperti mengernyitkan hidung pada balita lain yang tidak mendapat chamomile.

Juga, balita yang terkena chamomile (baik selama 8 hari atau lebih) lebih suka bermain dengan mainan beraroma chamomile melebihi balita dengan aroma violet dan tidak beraroma. Balita ini hampir selalu memilih untuk minum dari botol beraroma chamomile daripada botol beraroma violet. Sedangkan rekan-rekan mereka tidak menunjukkan kecenderungan yang berhubungan dengan aroma.

Schaal mengatakan bahwa agenda penelitian lebih lanjut tentu harus meneliti apakah komponen ASI atau bahkan kontak ibu, mempromosikan bau kenangan abadi pada bayi yang baru lahir. Para ilmuwan juga perlu membandingkan untuk bayi yang menyusu ASI dan Bayi dengan susu botol dan menentukan apakah bau kenangan hingga melebihi masa balita.
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar