Langsung ke konten utama

Astronom UBC Singkap Alam Semesta dari 12 milyar tahun lalu selama Pembentukan

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Astronom University of British Columbia menghasilkan gambar yang paling rinci ruang angkasa dari 12 miliar tahun yang lalu, dengan menggunakan data dari Herschel Space Observatory milik European Space Agency (ESA). Studi ini dipresentasikan pertama kali pada International Herschel Science Meeting di Madrid, Spanyol, gambar oleh Gaelen Marsden, mahasiswa pasca-doktoral UBC, mengungkap puluhan ribu galaksi yang baru ditemukan pada tahap awal pembentukan, hanya satu miliar tahun setelah Big Bang, ketika alam semesta yang baru berkembang terbentuk bintang-bintang.

"Gambar-gambar ini memungkinkan kita untuk melihat lebih dari 10 kali kejelasan galaksi daripada sebelumnya. Ini sangat bermanfaat untuk melihat sensitivitas dan resolusi tinggi data baru dari Herschel yang telah diaktifkan. Memungkinkan kita untuk melihat dari dekat bintang-bintang selama tahap-tahap vital proses awal pembentukan, dan dapat mengubah cara kita mempelajari pembentukan di masa depan," kata Marsden yang telah menghabiskan beberapa tahun terakhir bekerja sama namun dengan gambar resolusi rendah dari data yang dikumpulkan sebelumnya.

Herschel adalah adalah teleskop orbit terbesar dan paling mahal yang pernah dibangun, dilengkapi dengan tiga kamera inframerah: Spire, PACS, dan HIFI. Herschel diluncurkan pada 14 Mei 2009 oleh roket Ariane-5 dari pelabuhan antariksa Eropa di Guyana Perancis, selama dua bulan perjalanan ke titik pengamatan telah menempuh sekitar 1,5 juta kilometer di atas Bumi.

Data yang dikumpulkan oleh Herschel dianalisis oleh sebuah program penelitian terbesar, Multi-tiered Extragalactic Survey (HerMES). Proyek ini terdiri dari lebih dari 100 astronom dari enam negara, termasuk Profesor astronomi UBC Mark Halpern, Douglas Scott, dan rekan-rekan post-doktoral Ed Chapin, Gaelen Marsden, Elisabetta Valiante, dan Don Wiebe.

Proyek Hermes ini bertujuan untuk menghasilkan peta alam semesta seperti sejauh 12 miliar tahun yang lalu dan diperkirakan akan menemukan ratusan ribu galaksi baru pada tahap awal pembentukan mereka. Hasil pertama dari survei HERMES berasal dari kamera SPIRE, di mana Kanada terlibat melalui dukungan dari Canadian Space Agency (CSA).

Kamera infra merah SPIRE mampu mengintip ke dalam debu awan terdingin untuk melihat situs yang paling jauh formasi bintang. Tiga filter memungkinkan komposit warna gambar, di mana warna menunjukkan daerah suhu. Hal ini memungkinkan para astronom untuk belajar tentang kondisi-kondisi fisik di beberapa situs formasi bintang yang paling jauh dan mengurai misteri bagaimana bintang-bintang pertama terbentuk.

"Melihat gambar-gambar skan yang menakjubkan setelah hanya 14 jam dari pengamatan memberi kita harapan yang tinggi untuk pengamatan atas sebagian besar daerah di alam semesta. Ini memberi kita gagasan yang lebih jelas tentang bagaimana pembentukan bintang berkembang sepanjang sejarah alam semesta," kata Seb Oliver, pemimpin proyek.

Survei ini didahului oleh kesuksesan BLAST project yang menggunakan replika kamera SPIRE dan menyediakan sekilas tentang apa yang akan datang. "Sementara hasil BLAST yang disediakan menarik, kemampuan untuk pergi ke luar angkasa untuk jangka waktu lebih lama memungkinkan untuk survei ambisius alam semesta lebih jauh. Teleskop Herschel memiliki cermin terbesar yang diluncurkan ke luar angkasa," kata Douglas Scott, anggota tim BLAST.

Tujuan utama dari misi Herschel adalah untuk menemukan bagaimana galaksi terbentuk dan bagaimana berevolusi menjadi galaksi sekarang ini seperti Bima Sakti. Profesor Halpern dan Scott dari UBC Department of Physics & Astronomy adalah pakar dalam memahami formasi galaksi dengan menggunakan inframerah jarak jauh, panjang gelombang milimeter dan radiasi microwave, serta akan aktif berpartisipasi dalam proyek HERMES untuk hasil lebih banyak lagi.

"Kami memilih untuk menampilkan gambar-gambar ini dulu karena mereka menunjukkan apa yang kami percaya adalah hasil yang paling penting dalam ilmu pengetahuan saat awal peluncuran satelit ini, bintang awal sejarah pembentukan alam semesta," ujar Halpern.

Alam semesta diperkirakan berumur 13,7 milyar tahun. Cahaya yang diamati dari gambar-gambar ini mengambil 12 miliar tahun untuk mencapai bumi dengan 300.000 kilometer per detik. SPIRE adalah salah satu dari tiga perangkat pada Herschel Space Observatory. Kamera SPIRE beroperasi di tiga panjang gelombang band yang berpusat di 0.25mm 0,35mm dan 0,5mm. SPIRE adalah instrumen yang dipimpin oleh tim Inggris dengan terdiri dari konsorsium lembaga-lembaga di banyak negara, termasuk University of Lethbridge di Kanada dan melibatkan tim peneliti di Lethbridge, Universities of British Columbia, Calgary, McMaster, Toronto dan Victoria.

Multi-tier Herschel Extragalactic Survey (Hermes) adalah program inti Herschel dengan 900 jam pengamatan hingga saat ini dan dilakukan oleh SPIRE High-redshift Specialist Astronomy Group. HERMES akan mempetakan daerah-daerah besar langit dengan menggunakan kamera yang sensitif terhadap radiasi inframerah dan diperkirakan akan menemukan lebih dari 100.000 galaksi. Cahaya dari sebagian besar galaksi ini telah mengambil lebih dari 10 milyar tahun untuk mencapai Bumi, yang berarti kita akan melihat mereka sebagaimana mereka tiga atau empat miliar tahun setelah Big Bang. Karena kamera mendeteksi radiasi inframerah mereka dengan melihat formasi bintang yang tersembunyi bagi teleskop konvensional. Diharapkan kamera SPIRE akan menangkap banyak galaksi pada saat mereka sedang membentuk sebagian besar bintang.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi:

http://research.uleth.ca/spire untuk website Canadian SPIRE (University of Lethbridge)
http://www.hermes.sussex.ac.uk/ untuk wesite HERMES
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar