Langsung ke konten utama

Kandungan Bisphenol A atau BPA dalam Plastik berbahaya?

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Sebaiknya anda segera membuang botol, wadah, dan cangkir plastik untuk bayi. Jangan meletakkan cairan panas ke dalam wadah plastik untuk bayi. Paling penting, utamakan menyusui bayi dengan ASI jika memungkinkan. US Food and Drug Administration (FDA) dan badan kesehatan federal lainnya sekarang saling berbagi kekhawatiran tentang bisphenol A (BPA) dan melakukan lebih banyak riset.

Ini adalah salah satu dari rekomendasi yang dirilis hari Jumat lalu oleh US Department of Health and Human Services sebagai tanggapan terhadap keprihatinan atas BPA, sebuah bahan yang ditemukan dalam banyak plastik umum digunakan dalam kemasan dan kontainer konsumen, termasuk susu formula.

US Food and Drug Administration "tidak mengatakan bahwa hal itu tidak aman untuk menggunakan botol bayi dengan BPA. Tetapi kami merekomendasikan cara-cara tertentu dalam memberi makan bayi untuk meminimalkan paparan BPA," kata Josh Sharfstein, wakil komisaris utama FDA menjelaskan dalam konferensi dengan wartawan.

Studi pada hewan dan manusia telah menunjukkan bahwa BPA bisa dikaitkan dengan perubahan perilaku, obesitas, diabetes, gangguan reproduksi, beberapa kanker, asma, penyakit kardiovaskular, dan efek kesehatan yang mungkin diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, menurut Linda Birnbaum. "Ada semakin banyak bukti yang menyarankan BPA dapat menjadi perhatian," kata Linda Birnbaum, direktur National Institute of Environmental Health Sciences.

Program Toksikologi Nasional, yang juga dikepalai Birnbaum, menemukan BPA dengan beberapa kekhawatiran yaitu keracunan perkembangan pada janin, bayi, dan anak-anak-dengan efek pada otak, perilaku, dan kelenjar prostat. Warning pada tahun 2008 melaporkan bahwa kemungkinan bisphenol A menghambat pertumbuhan manusia. Kekhawatiran FDA ini menjungkirbalikkan sebuah penilaian pada rancangan Agustus 2008 yang menyatakan bahwa BPA sepenuhnya aman. "Penilaian keamanan kami pada BPA ini berkelanjutan. Kami akan melakukan studi tentang keamanan BPA selama 18 sampai 24 bulan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci dan menjelaskan ketidakpastian," kata Margaret Hamburg, komisaris FDA.

Fred Vom Saal, biolog reproduksi dari di University of Missouri, Columbia, yang telah mempelajari BPA selama lebih dari satu dekade, menyambut keputusan itu sebagai perubahan monumental. Ini berarti di masa depan kita dapat berharap lebih dari sekadar satu atau dua industri yang cacat penelitian untuk menjadi dasar penilaian risiko di FDA.

FDA juga mengevaluasi apakah mungkin menegaskan kendali kebijakan dengan lebih cepat dari bahan plastik "sehingga badan bisa bergerak cepat dan sebagaimana mestinya berdasarkan temuan baru," kata Hamburg.

Negara-negara seperti Kanada dan negara-negara bagian di Amerika Serikat termasuk Minnesota, Pennsylvania, dan Washington telah melarang atau sedang mempertimbangkan untuk melarang BPA dalam botol bayi. Banyak produsen utama mengklaim telah menghapus BPA dari produk mereka. Namun, seperti yang diakui FDA pada hari ini, tidak ada peraturan persyaratan untuk melaporkan bahan kimia seperti yang dianggap aman di bawah hukum yang ada. "Ada sekitar delapan (miliar) dengan sembilan milyar pon ini dimasukkan ke dalam pasar produk setiap tahun dan FDA tidak tahu di mana mereka," kata Vom Saal.

FDA bermitra dengan perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan alternatif selain BPA untuk penggunaan khusus ini. "Terutama prioritas pada susu formula dalam kaleng, tetapi ada juga upaya-upaya untuk jenis produk lainnya. Saya tidak dapat pergi ke banyak detail mengenai produk tersebut," kata Sharfstein. Di Jepang, BPA dilarang untuk digunakan di permukaan lapisan apapun sejak tahun 1999.

Masih belum jelas apa efek kesehatan yang mungkin disebabkan oleh BPA pada orang dewasa, termasuk wanita hamil, meskipun penelitian telah menunjukkan risiko di antaranya untuk kanker payudara dan prostat, obesitas, dan penyakit kardiovaskular. "Kami sekarang secara substansial mendapat bukti langsung dari studi risiko untuk orang dewasa. Kami sudah banyak tahu bagaimana risiko itu sangat kuat bagi janin," kata Vom Saal.

Laporan penelitian sebelumnya yang diterbitkan di jurnal Biological Psychiatry menunjukkan bukti bahwa kandungan kimia Phthalates dalam plastik menyebabkan gejala-gejala attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD). Sedangkan Phthalates DEHP dan DBP menyebabkan kerusakan saraf maskulinitas pada anak laki-laki.

Dan itu juga diketahui bahwa BPA menempel dari wadah ke makanan. "Kita tahu bahwa sejumlah jejak BPA dapat ditemukan dalam kontainer ini. Tapi BPA tidak terbukti menyakiti baik anak-anak atau orang dewasa," klaim William Coll, wakil sekretaris US Department of Health and Human Services.
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar