Skip to main content

Kromosom Y Genome Simpanse yang Cepat Berubah-ubah

(KeSimpulan) Genome simpanse menunjukkan tingkat perubahan yang cepat. Kromosom seks laki-laki (telah lama dianggap menjadi kerdil sehingga memiliki kemampuan rendah dari genome), kini telah sepenuhnya diurutkan pada simpanse. Juga dibandingkan dengan rekan mereka yaitu manusia (satu-satunya kromosom Y yang telah diurutkan sedemikian detail) menunjukkan tingkat perubahan yang ditempatan dalam genome.

"Common chimp (Pan troglodytes) dan kromosom Y manusia, secara hereditas berbeda satu sama lain. Sepertinya sudah ada renovasi yang dramatis atau dimunculkan kembali dari kromosom Y dalam garis keturunan simpanse dan manusia," kata David Page dari Whitehead Institute for Biomedical Research di Cambridge, Massachusetts, yang memimpin genome sequencing.

Kromosom seks berkembang sekitar 200-300 juta tahun yang lalu, tetapi garis keturunan simpanse dan manusia menyimpang hanya pada 6-7 juta tahun yang lalu. Perbandingan dari genome simpanse dan manusia menyarankan bahwa tidak banyak yang telah berubah di antara garis spesies.

Tetapi mereka mengecualikan analisis kromosom Y, banyak dari urutan genetik yang terdiri dari palindrom dan rumit yang menghindari seluruh teknik sekuensing genome terstandart. Bagian dari kromosom Y simpanse telah diurutkan oleh peneliti beberapa tahun yang lalu, tetapi baru sekarang diperoleh hasil secara komplit, setelah Page dan timnya justru mengurutkan segmen besar kromosom, kemudian disulam bersama-sama. Mereka melaporkan temuan dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Nature 13 January.

Studi sebelumnya menyarankan, banyak perubahan mencolok kromosom antara simpanse dan manusia yang disebabkan oleh hilangnya gen pada simpanse, dan gen ini justru yang menguntungkan pada manusia. Page bersama tim mengidentifikasi bahwa kromosom Y simpanse hanya memiliki dua-pertiganya karena banyak gen yang berbeda atau satu keluarga dengan gen kromosom Y pada manusia, serta hanya memiliki sebanyak 47% elemen pengkode protein dibandingkan manusia. Sisa dari genome simpanse dan manusia diperkirakan dalam jumlah gen kurang dari 1%.

Bahkan lebih mencolok terhadap hilangnya gen adalah penataan ulang sebagian besar kromosom. Lebih dari 30% dari kromosom Y simpanse tidak memiliki pemerataan dibanding dengan rekannya yaitu kromosom Y manusia, dan sebaliknya, secara nyata memiliki sisa genome kurang dari 2%. Bahkan bagian-bagian barisan telah mengalami relokasi tidak menentu. Satu-satunya kromosom lain yang telah diurutkan ke tingkat kelengkapan yang sama pada kedua spesies, kromosom 21, karena lebih sedikit proses penataan ulang.

"Jika anda berjalan di sepanjang kromosom 21 manusia, anda mungkin juga akan berjalan di sepanjang kromosom 21 pada simpanse. Ini seperti tidak terputus. Tetapi hubungan antara manusia dan kromosom Y simpanse telah hancur berkeping-keping," kata Page. Evolusi yang cepat pada kromosom Y ini bukan merupakan kejutan, karena kromosom Y tidak mempunyai pasangannya selama pembelahan sel dan begitu banyak menghindari pertukaran DNA yang terjadi di antara mitra kromosom serta terus memodifikasi.

"Diharapkan mereka akan lebih menunjukkan hasil perbandingan genome yang berbeda, tetapi sejauh ini sangat menakjubkan," kata Christine Disteche, genetikawan dari University of Washington di Seattle.

Kromosom Y juga rentan terhadap perubahan karena sebagian besar gen terlibat dalam memproduksi sperma, yang berada di garis depan dalam stamina reproduksi, terutama pada simpanse, reseptif betina akan sering kawin dengan banyak pejantan dalam satu sesi, sehingga pejantan dengan sperma yang paling kuat yang memiliki kemungkinan keberhasilan tertinggi.

"Y adalah penuh kejutan. Ketika kami mengurutkan genome simpanse dan membandingkannya dengan manusia, orang berpikir bahwa kami akan banyak menulis puisi. Tapi salah satu perbedaan yang paling dramatis ternyata produksi sperma."

The Chimpanzee Sequencing and Analysis Consortium. Nature 437, 69-87 (2005) | Hughes, J.F. et al. Nature 437, 100-103 (2005) | Kuroki, Y. et al. Nature Genet. 38, 158-167 (2006) | Hughes, J.F. et al. Nature doi:10.1038/nature08700 (2010).
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Comments