Mengurai Komposisi Racun Syaraf Bebek Platypus, Ornithorhynchus anatinus

Tinuku
(KeSimpulan) Anda sebaiknya mengabaikan setiap pemikiran bahwa bebek platypus (duck-billed platypus, Ornithorhynchus anatinus) adalah hewan lembut yang suka digendong seperti Perry the Platypus di kartun Ferb Phineas. Platypus ini terkenal sebagai salah satu dari sedikit mamalia yang bertelur, juga merupakan salah satu dari hanya beberapa mamalia yang berbisa. Jantan dapat memberikan sengatan dahsyat yang menyebabkan rasa sangat menyakitkan secara langsung, seperti ratusan lebah menyengat, membuat anda membolos kerja selama berminggu-minggu.

Sekarang para ilmuwan melaporkan komposisi racun kimia dengan identifikasi pertama kali dari selusin blok bangunan protein di Journal of American Chemical Society. Masaki Kita, Daisuke Uemura, dan rekannya mencatat bahwa taji di kaki belakang platypus jantan dapat memberikan racun, suatu campuran zat yang menyebabkan rasa sakit luar biasa. Para ilmuwan sebelumnya menunjukkan bahwa racun kimia tertentu memicu perubahan dalam kultur sel-sel saraf manusia yang dapat menimbulkan sensasi rasa sakit. Sampai sekarang, bagaimanapun para ilmuwan tidak tahu persis komponen racun yang bertanggung jawab atas efek ini.

Untuk membuka rahasianya, para ilmuwan mengumpulkan sampel racun platypus dan menggunakan teknologi tinggi instrumen analisis untuk memisahkan komponennya. Mereka mengidentifikasi 11 peptida baru atau protein subunit di dalam racun tersebut. Penelitian menggunakan sel-sel saraf yang menunjukkan bahwa salah satu zat ini (yang disebut Heptapeptide), adalah agen utama yang bertanggung jawab untuk memicu rasa sakit. Substansi muncul untuk bekerja berinteraksi dengan reseptor tertentu di sel-sel saraf. [Kita et al. Duck-Billed Platypus Venom Peptides Induce Ca2 Influx in Neuroblastoma Cells. Journal of the American Chemical Society, 2009; 131 (50): 18038 DOI: 10.1021/ja908148z]
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment