Langsung ke konten utama

Peneliti UN Kembangkan Kolam Surya untuk Sistem Penyulingan Danau

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Terminal ekosistem danau di seluruh dunia dapat memperoleh manfaat dari sistem baru yang sedang dikembangkan di University of Nevada di Reno, untuk khusus menghilangkan garam di air dengan menggunakan kolam tenaga matahari berbiaya rendah dan sistem distilasi membran paten yang mendukung energi terbarukan. "Danau-danau (ratusan di seluruh dunia) seperti Great Salt Lake, Laut Salton, Laut Aral dan Danau Walker di Nevada, mengalami penurunan kuantitas air dan peningkatan salinitas dari kedua proses yaitu alami dan manusia," kata Francisco Suarez, mahasiswa program doktor ilmu hidrologi University of Nevada.

"Salinitas tingkat tinggi yang berbahaya dan tidak berkelanjutan untuk kehidupan akuatik," kata Suarez yang menyajikan sebagian dari penelitian kolam solar pekan lalu pada konferensi tahunan AGU (American Geophysical Union) di San Fransisco yang dihadiri 16.000 geofisikawan dari seluruh dunia. Sebuah makalah tentang proyeknya akan dipublikasikan di International Journal of Heat and Mass Transfer.

Suarez sedang mengembangkan proses stratifikasi gradien garam buatan yang memerangkap panas matahari di dasar kolam dan menggunakan energi yang dikumpulkan untuk menyalakan sistem distilasi membran yang baru-baru ini dipatenkan oleh pihak Universitas. Sistem ini dirancang untuk membantu mempertahankan ekosistem tertutup daerah baskom di mana tidak ada aliran keluar bagi air dan tingkat penguapan yang tinggi sehingga meninggalkan konsentrasi tinggi mineral garam.

Air garam yang panas di zona penyimpanan bawah kolam dapat mencapai suhu lebih dari 195 derajat Fahrenheit, mungkin kemudian dapat digunakan langsung untuk pemanas, thermal desalination, atau untuk aplikasi termal suhu rendah lainnya. "Hasil dari model kami menunjukkan bahwa dalam periode dua minggu, suhu di dasar kolam solar meningkat 68-126 derajat Fahrenheit dan meskipun lapisan isolasi yang terkikis oleh double-diffusive convection, kolam solar tetap stabil," kata Suarez.

Proses ini telah berhasil di laboratorium dalam skala kecil uji coba menggunakan tangki 400 galon, di mana padatan terlarut dan serat optik penginderaan temperatur yang digunakan untuk melacak proses seperti desalinates air. Langkah selanjutnya adalah membangun pilot-project, skala demonstrasi sistem desalinasi suhu rendah di lingkungan terbuka.

Suarez menggunakan pendekatan baru ini untuk produksi berkelanjutan air tawar dengan Amy Childress, profesor dan ketua Civil and Environmental Engineering Department, dan Scott Tyler dari Department of Geological Sciences and Engineering. Childress dan rekan-rekannya mengembangkan sistem distilasi membran yang dipatenkan sedangkan Tyler mengembangkan sistem penginderaan suhu terdistribusi yang menggunakan laser dan kabel serat optik untuk mencatat temperatur di kolam solar. "Kami bekerja dengan dana dan izin untuk membangun sebuah sistem di mana padatan terlarut di Danau Walker telah meningkat ke faktor lima sampai tingkat yang tidak sehat bagi kehidupan air, dan kadar air telah turun 140 kaki dari 100 tahun yang lalu," kata Tyler.

Biaya untuk menjalankan sistem dapat diabaikan karena Tyler menggunakan energi terbarukan dari sinar matahari, terperangkap sebagai panas di bagian bawah untuk sumber tenaga sebagian besar sistem. "Ini dapat beroperasi 24 jam sehari dengan menggunakan energi yang tersimpan. Sangat sedikit listrik akan digunakan. Untuk setiap acre permukaan kolam surya, kita dapat membuat tiga acre-feet air tawar dalam waktu sekitar satu tahun. Kelebihan utama dari sistem ini adalah menggunakan energi terbarukan, sistem pemeliharaan rendah, dan proses stratifikasi yang membantu mendorong proses garam dari danau itu sendiri." kata Suarez.

Tyler mengatakan bahwa proses berfungsi sebagai salah satu komponen dari suatu program pengelolaan salinitas dan dibarengi dengan upaya-upaya perbaikan yang lain, bisa menghilangkan garam dari Danau Walker yang cukup untuk membuat habitat perairan yang aman. Teknologi baru yang telah dikembangkan dapat diterapkan pada sistem air di mana saja dengan preferensi pada daerah yang memiliki sinar matahari yang baik.

Suarez juga mempresentasikan penelitiannya pada International Symposium on Terminus Lakes di University of Nevada, Reno, Oktober 2009, the 33rd International Association of Hydraulic Engineering & Research (IAHR) Biennial Congress di Vancouver, Agustus 2009, the Chilean Congress of Hydraulic Engineering pada Oktober 2009, dan the 24th Annual WateReuse Symposium di Seattle pada September 2009.

Suarez memenangkan "Outstanding Student Paper Award" 2008 pada pertemuan AGU dan "The George Burke Maxey Award in Water Resources Research" yang diberikan oleh DRI, sebuah lembaga penelitian di Nevada.
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar