KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Monday, January 25, 2010

Virus Serakah Vaccinia Membantu Pengembangan Vaksin

(KeSimpulan) "Milikku, semua milikku!" Itulah yang dikatakan virus vaccinia setelah menyerang sel dan mencegah rekan-rekannya. Tetapi perilaku itu hampir tidak egois. Para peneliti telah menemukan bahwa strategi vaccinia itu sebenarnya membantu mereka dalam penyebaran virus, karena kecepatannya dalam menargetkan suatu sel yang tidak terinfeksi. Mekanisme yang tidak diketahui sebelumnya ini dapat membawa bagi cara baru untuk memerangi infeksi virus.

Vaccinia tidak menyebabkan penyakit pada manusia, tetapi justru telah membantu kita melawan mereka. Berkat kemiripan dengan virus cacar, para peneliti dapat menggunakan vaccinia sebagai vaksin untuk penyakit, akhirnya mengarah pada pemberantasan pada akhir tahun 1970-an. Sejak itu, para ilmuwan terus belajar dari vaccinia sebagai platform untuk mengembangkan vaksin terhadap penyakit lainnya.

Geoffrey Smith, virulog dari Imperial College London mengatakan meskipun semua studi kasus ini, para peneliti telah kehilangan ciri yang aneh biologi virus. Sambil dengan hati-hati di bidang penghancuran sel yang disebabkan oleh virus (disebut plaques), Smith dan rekan-rekan memperhatikan bahwa vaccinia menyebar empat kali lebih cepat dibandingkan dengan siklus replikasi jika memungkinkan. "Tidak seorang pun tampaknya telah melakukan aritmetik," kata Smith.

Jadi Smith dan rekan-rekannya menggali sedikit lebih dalam. Mereka menemukan bahwa vaccinia memproduksi dua protein setelah menginfeksi sel. Protein bekerja sama untuk membentuk sebuah kompleks pada permukaan sel yang mencegah partikel virus vaccinia lain memasukinya (suatu proses yang disebut superinfection). Ketika virus vaccinia lain datang mengetuk (proyeksi panjang dari protein lain yaitu actin) akan menembaknya keluar dari selaput sel, sehingga menyebabkan virus lain itu terpental.

"Hal baru di sini, tentang vaccinia, bukan hanya mencegah virus superinfecting, tetapi secara fisik memukul mundur virus pergi," kata Smith dan timnya yang melaporkan temuan-temuan di jurnal Science.

Banyak virus, seperti herpes simplex virus, muncul infeksi dengan menggunakan strategi yang sama. Asumsi memanfaatkan kompleks protein yang sama seperti vaccinia, para peneliti mungkin dapat melawan infeksi tersebut dengan menghalangi interaksi di dua protein.

Michael Way, biologi sel dari London Research Institute sependapat bahwa virus lain juga dapat ditargetkan menggunakan strategi infeksi vaccinia. "Saya pikir mungkin lebih umum daripada yang disadari orang-orang."

Artikel Lainnya:

No comments :

Post a Comment