Batu Murchison Meteorite 1969 Masih Mengandung Rahasia Tata Surya Awal

Tinuku
(KeSimpulan) Sebuah analisa baru tentang Murchison meteorite yang jatuh ke Bumi lebih dari 40 tahun yang lalu, mengungkapkan puluhan ribu senyawa organik. Fragmen kimia dari meteorit primitif yang mendarat di dekat Murchison, Australia, pada tahun 1969 telah lama dikenal memiliki berbagai senyawa menarik, termasuk puluhan asam amino.

Tetapi dengan teknik analisis yang semakin lama semakin lebih canggih, meteorit Murchison terus mengungkapkan bahkan lebih beragam dengan kompleksitas di awal tata surya. Dalam studi yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences, Philippe Schmitt-Kopplin, kimiawan dari Helmholtz German Research Center for Environmental Health di Munich dan rekan-rekannya menggunakan spektrometri massa resolusi tinggi untuk melihat organik (basis karbon) yang terkandung pada tiga sampel Murchison.

Tim peneliti menemukan lebih dari 14.000 komposisi molekul yang unik atau kumpulan atom dalam sampel, mungkin ada 50.000 atau lebih komposisi, jika ruang lingkup terbatas dari analisis spektrometri massa diperhitungkan. Dan karena koleksi masing-masing atom dapat disusun dalam berbagai cara, para peneliti memperkirakan bahwa mungkin ada jutaan senyawa organik yang berbeda dalam meteorit.

Banyak peneliti telah menganalisis meteorit chondritic untuk asam amino dan prekursor lain yang mungkin hidup, karena beberapa teori berpendapat bahwa kehidupan di Bumi dimulai dengan pemberian senyawa organik prebiotik dari ruang angkasa melalui asteroid atau komet. Schmitt-Kopplin mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya mengambil pendekatan yang lebih bertarget untuk mencoba membuka kimiawi meteorit yang penuh kompleksitas, suatu kompleksitas kimia tata surya awal.

"Apa yang kita lihat dari hal ini bahwa kita memiliki semacam multi sinyal seperti yang kita tidak pernah melihat dalam sampel lain sebelumnya. Bahkan dalam minyak bumi, anda akan melihat material-material yang benar-benar kompleks, namun tidak rumit seperti ini," kata Schmitt-Kopplin.

Daniel Glavin, astrobiolog dari NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Md, yang tidak berkontribusi pada studi terbaru ini, telah bekerja di Murchison dan meteorit lain untuk mencari kemungkinan kehidupan perintis yang mungkin tiba di bumi dari ruang angkasa. "Saya pikir isu keragaman dan kompleksitas kandungan kimiawi adalah sesuatu yang telah dikenal untuk sementara waktu dengan meteorit. Saya tidak berpikir, seperti apa yang mereka tampilkan," kata Glavin.

Murchison meteorite yang populer untuk studi sebagian karena kira-kira 100 kilogram dari fragmen berbatu dengan cepat dikumpulkan pada tahun 1969, sehingga tidak mengalami terlalu banyak kontaminasi terestrial. Glavin membawa petunjuk tata surya dari sekitar waktu pembentukan matahari, sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. "Ini benar-benar dari beberapa condensat pertama saat awal tata surya. Pada dasarnya membeku dari beberapa kimiawi yang paling awal terjadi di tata surya," kata Glavin.

Glavin dan rekan-rekannya telah sukses serupa dalam menerapkan pendekatan analitik modern ke dalam meteorit Murchison yang ditargetkan untuk mencari senyawa yang lebih relevan dengan kehidupan, menemukan bukti untuk ratusan asam amino. "Ini benar-benar menunjukkan manfaat memiliki sampel ini dan menjaga mereka di sekitarnya sampai muncul teknik baru yang lebih maju untuk menganalisisnya," kata Glavin.

Glavin mencatat bahwa analisis akan membutuhkan waktu untuk mencocokkan senyawa spesifik jutaan kimiawi di meteorit Murchison. "Sungguh menggembirakan, tetapi juga membuat saya takut pada saat yang sama. Kami punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memahami hal ini," kata Glavin.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment