Langsung ke konten utama

Fosil Bos buiaensis Membuka Kembali Missing link 2,5 Juta Tahun Sapi Purba

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Fosil tengkorak banteng yang baru ditemukan mengkonfirmasikan bahwa daging sapi telah "menjadi makan malam" leluhur manusia. Temuan baru sebagai "missing link" spesies banteng bertanggal satu juta tahun yang lalu di Eritrea. Meskipun tidak ada bukti bahwa manusia purba memelihara ternak pada awal 2,5 juta tahun yang lalu, leluhur manusia dan awal peternakan pasti bersama-sama dalam lansekap.

Bukti fosil adalah tengkorak dengan tanduk besar yang dimiliki oleh ternak genus Bos. Telah disusun kembali dari lebih seratus pecahan fragmen yang ditemukan di sebuah penggalian yang juga berisi manusa purba awal, kata Bienvenido Martinez-Navarro, paleontolog dari Universitat Rovira i Virgili di Tarragona, Spanyol. Martinez melaporkan temuan pada edisi Februari di jurnal Quaternary International. "Ini berarti bahwa manusia telah memakannya Bos sejak awal dari genus Homo," kata Martinez yang merujuk pada genus yang termasuk manusia.

Fosil baru tengkorak spesies Bos yang berusia satu juta tahun ini dijuluki Bos buiaensis, memiliki semua fitur dari bentuk Bos yang ditemukan sebelumnya, sehingga menjadi dasar missing link antara spesies sapi yang lebih modern yang ditemukan di Eurasia dan yang di temukan di Afrika sebelumnya di samping hominid sejak 2,5 juta tahun yang lalu. "Yang paling penting bahwa ini menghubungkan spesies Bos Afrika dengan sapi jantan Eurasia," kata Martinez.

Sandra Olsen, kurator antropologi dari Carnegie Museum of Natural History di Pittsburgh mengatakan bahwa ada beberapa peneliti yang mungkin bertentangan dengan beberapa detail dari pohon keluarga ternak dari penjelasan Martinez dan koleganya, tapi tampaknya kesimpulan keseluruhan satu suara. "Salah satu model atau yang lain, hominid dihubungkan dengan makhluk-makhluk ini," kata Olsen. Tanduk khas Bos baru ini memiliki beberapa hal menarik lainnya, untuk satu hal bahwa hewan hidup di daerah terbuka, persis seperti manusia purba. Sangat sulit membayangkan hewan dengan tanduk yang panjang seperti ini hidup di hutan.

Lalu ada juga yang menggoda tentang kemiripan antara gambaran Bos yang baru ditemukan ini dengan sapi purba petroglyphs yang ditemukan di bagian barat Arab Saudi (di sepanjang rute yang pernah dilewati oleh manusia saat keluar dari Afrika). Ini menunjukkan sejarah panjang ternak bertanduk yang telah diburu oleh manusia dengan busur, panah, dan anjing. Petroglyphs setidaknya pada 5.000 tahun yang lalu tetapi sangat sulit untuk mengetahui tanggal secara persis.

"Spesies Bos baru ini terlihat begitu banyak fitur seperti yang ditemukan di Arab Saudi yang mana orang menilai hal ini membesar-besarkan," kata Olsen. Fitur purba juga termasuk gambaran dari beberapa binatang lain yang diketahui telah meninggalkan Afrika dengan rute yang sama yaitu singa, cheetah, dan hyena. Saran dari fosil baru yang ditemukan tentang hewan prasejarah lain, termasuk kuda, "kami telah melihat berulang kali, ini adalah rentang hubungan yang sangat panjang," kata Olsen.
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar