Langsung ke konten utama

Kerangka Orang Eropa di Pemakaman Xiongnu Mongolia Kuno

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Orang mati membawa cerita. DNA yang diekstrak dari kerangka berusia 2.000 tahun yang lalu meletakkan keturunan Eropa di Asia Timur. Mengingat kerangka pria tua yang baru-baru ini digali pada salah satu dari 200 makam berusia 2.000 tahun di situs pemakaman Mongolia barat, dekat perbatasan utara China. DNA menunjukkan kerangka adalah keturunan Eropa atau Asia Barat.

Namun, Kyung-Yong Kim, genetikawan dari Chung-Ang University di Seoul, Korea Selatan, mengatakan bahwa orang itu memiliki posisi strata yang tinggi di era kekaisaran Xiongnu, Mongolia kuno.

Berdasarkan penggalian sebelumnya dan deskripsi dalam teks-teks China kuno, para peneliti berpikir bahwa Kekaisaran Xiongnu (yang menguasai luas wilayah di dalam dan sekitar Mongolia dari tahun 209 SM hingga 93) termasuk beragam etnis linguistik suku-suku nomaden. Kekaisaran Xiongnu pernah menguasai rute perdagangan utama yang dikenal sebagai Jalan Sutera Asia, membukanya untuk menjalin kontak budaya Barat dan China.

David Anthony, arkeolog dari Hartwick College di Oneonta, NY, mengatakan bahwa para peneliti belum merujuk pada aturan bahasa Xiongnu yang digunakan oleh para penguasa dan elit politik. Tetapi bukti genetika yang baru tersebut menunjukkan bahwa orang tua yang hidup pada 2.000 tahun ini "memperlihatkan multi-etnis, seperti pemerintahan Xiongnu itu sendiri sendiri," komentar Anthony.

Kematian individu memiliki seperangkat mutasi genetik pada kromosom Y yang diwarisi dari leluhur paternal, di mana biasanya muncul pada laki-laki zaman untuk etnis keturunan Eropa di Eropa Timur, Asia Tengah, dan utara India. Kim bersama timnya melaporkan di American Journal of Physical Anthropology bahwa orang yang sama menampilkan pola mutasi mitochondrial DNA yang diwarisi dari leluhur maternal.

"Kami tidak tahu apakah pria yang berusia 60 hingga 70 tahun ini menuju Mongolia sendirian ataukah keluarganya sudah tinggal di sana selama beberapa generasi," kata Charles Brenner, analis DNA yang berbasis di Oakland, California. Dua kerangka lainnya dari pemakaman Xiongnu di Duurlig Nars menunjukkan link genetik pada orang-orang yang tinggal di timur laut Asia. Anggota tim lain termasuk Kijeong Kim dari Chung-Ang University dan Eregzen Gelegdorj dari National Museum of Mongolia di Ulaanbaatar.

Sidik genetik pria di situs Duurlig Nars mendukung teori bahwa keturunan Eropa bermigrasi ke timur laut Asia dimulai sebelum 2.000 tahun yang lalu. Peter Underhill dari Stanford University mengatakan bahwa asumsi ini masuk akal, tetapi belum dikonfirmasi. Penelitian lebih lanjut dari frekuensi mutasi kromosom Y dari populasi modern akan memungkinkan untuk melacak secara lebih tepat akar geografis manusia Duurlig Nars ini.

Para ahli telah lama berusaha untuk menelusuri asal-usul dan keterkaitan penyebaran linguistik yang sekarang ditemukan di Eropa, India, dan bagian lain di Asia. Satu hipotesis menyatakan bahwa bahasa keturunan Eropa berkembang melalui beberapa gelombang ekspansi dan penaklukan oleh para nomad yang dikenal sebagai Kurgan yang telah menjinakkan kuda sehingga dapat melakukan perjalanan jarak jauh. Dalam teori ini Kurgan meninggalkan tanah air di utara Laut Hitam yang sekarang Rusia sekitar 6.400 tahun yang lalu.

Teori lain mengatakan bahwa petani dari Turki kuno menyebar etnis linguistik keturunan Eropa tongues karena mereka memotong wilayah demi wilayah dimulai sekitar 9.000 tahun yang lalu.

Sejak tahun 1978, berbagai temuan dari 2.400 hingga 4.000 tahun seperti mumi dengan fitur Eropa di barat laut China (tidak jauh dari Mongolia) telah memicu hipotesis Kurgan. Sisa-sisa roda gerobak ditemukan bersama dengan individu-individu yang berambut pirang secara kontroversial meningkatkan kemungkinan bahwa orang asing ini memperkenalkan gerobak dan kereta ke China.

Ditambah dengan temuan-temuan genetik manusia yang dilaporkan pada bulan September 2009. Christine Keyser, genetikawan dari University of Strasbourg di Perancis dan rekan-rekannya menemukan sembilan dari 26 kerangka yang sebelumnya digali pada 11 situs Kurgan di timur laut Rusia memiliki pola mutasi kromosom Y sehingga menandai awal perluasan keturunan Eropa ke timur. Sidik genetik yang sama dengan karakteristik manusia Duurlig Nars.

Anthony mengatakan bahwa pada 2.000 tahun yang lalu, etnis linguistik keturunan Eropa paling timur mungkin telah diucapkan di barat laut China. Jadi, percakapan keturunan Eropa bisa selaras dengan kekuatan besar politik Xiongnu dan mendapat tempat peristirahatan yang abadi di pemakaman elite Xiongnu.

Kim setuju bahwa pria yang dikubur di makam Duurlig Nars terletak berdekatan dengan makam orang-orang dari level tinggi kekaisaran Xiongnu ini mungkin telah melayani dalam beberapa cara. Kim bersama tim berencana untuk lebih banyak mengekstrak dan mempelajari DNA dari kerangka Duurling Nars. Anthony komentar bahwa untuk saat ini, "baru studi dari Mongolia ini yang paling penting karena menambah satu lagi titik terang dari gelapan sejarah."
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar