Menguji Kandidat Obat Menggunakan Media Sel-sel Induk

Tinuku
(KeSimpulan) Industri beralih ke baris sel untuk skrin atau ujicoba obat. Industri farmasi semakin tajam pada teknologi sel punca daripada sebelumnya dan tidak hanya sebagai sumber pengobatan baru. Gelombang kemitraan baru bertujuan untuk menggunakan sel induk sebagai cara untuk menyaring kandidat obat potensial lainnya.

Kabar terbaru, Roche minggu lalu mengumumkan kesepakatan bernilai US$20 juta dengan Harvard University di Cambridge, Massachusetts, dan Massachusetts General Hospital di Boston. Roche yang berbasis di Basel, Swiss, akan menggunakan jalur sel dan protokol yang dikembangkan oleh peneliti akademis untuk menyaring obat-obatan dalam mengobati jantung dan kondisi lain.

Karena relevansi jenis sel manusia seringkali tidak tersedia, skrin saat ini cenderung menggunakan sel-sel dari tikus atau jaringan manusia yang lain di mana menjadi target peneliti. Harapannya bahwa sel-sel induk bisa memberikan kesamaan jenis sel yang relevan untuk suatu alat testing.

Kesepakatan terbaru dalam serangkaian kemitraan serupa dalam 15 bulan terakhir, Pfizer dari New York dan GE Healthcare dari Chalfont St Giles, Inggris, menandatangani kesepakatan yang diarahkan menggunakan sel batang dalam menemukan obat dengan perusahaan di California, Novocell San Diego dan Geron dari Menlo Park. Pada tahun 2008, GlaxoSmithKline bekerja sama dengan Harvard Stem Cell Institut untuk penelitian dalam saraf, jantung, kanker, diabetes, musculoskeletal, dan obesitas. Kemudian pada tahun 2006, AstraZeneca London mulai berkolaborasi dengan Cellartis dari Gothenburg, Swedia, dengan menggunakan sel induk untuk membuat liver manusia dan sel-sel jantung.

Walaupun menggunakan sel induk untuk skrining obat dan penelitian awal harus lebih mudah daripada berkembang menjadi pengganti jaringan, bahkan pendukung paling bersemangat mengakui bahwa hal itu tidak akan mudah. "Semua benar-benar sangat awal," kata Stephen Minger, yang meninggalkan King's College London tahun lalu untuk mengepalai GE Healthcare sebagai upaya untuk mengembangkan tes skrining obat dengan sel yang berasal dari sel induk embrio manusia.

"Apa yang perlu dibuktikan adalah penerapan teknologi aktual," kata John Walker, kepala eksekutif iPierian, perusahaan sel batang di San Francisco, California. Perusahaan ini telah menciptakan motor neuron menggunakan sel-sel induced pluripotent stem (iPS) yang berasal dari manusia dengan dan tanpa atrofi otot tulang belakang, sebuah penyakit neurodegeneratif. Ilmuwan perusahaan sedang meneliti apakah kandidat obat dapat mengganggu gumpalan protein yang terlihat di neuron yang berasal dari individu yang terkena dampak. Akhirnya, eksperiman ini bisa disebut Walker sebagai "in vitro clinical trial" di mana sel-sel iPS berasal dari berbagai individu yang dapat digunakan untuk memprediksi respon pasien terhadap suatu obat.

Sebagian besar perusahaan obat tetap yakin bahwa skrin baru dapat memprediksi perangkat obat dan/atau lebih baik daripada metode yang ada. Namun mereka tidak tahu apakah dapat diproduksi sel-sel dalam jumlah yang cukup handal untuk memeriksanya, serta apakah para otoritas regulator akan menerima data yang dihasilkan dari sistem ini. Roche mengatakan bahwa skrining sudah berjalan yang didasarkan pada sel-sel induk untuk menguji farmasi cardiotoxicity dan efek pada neurogenesis.

Matthias Steger, direktur pengembangan bisnis global untuk aliansi sel induk, mengatakan bahwa di bawah perjanjian terakhir, Harvard dan Massachusetts General Hospital akan bekerja pada sel-sel induk embrionik dan sel-sel iPS yang berasal dari individu-individu dengan berbagai bentuk penyakit kardiovaskular. Lembaga itu akan menerima pembayaran seperti ketika skrin divalidasi, dan kolaborasi akan berlangsung 3-5 tahun.

Ruth McKernan, kepala ilmiah dari Pfizer's regenerative medicine unit, mencatat bahwa meskipun skrin didasarkan pada sel-sel induk akan berguna, namun mereka bukanlah alasan utama bagi Pfizer tertarik pada sel-sel ini. "Ini kemajuan, meskipun penting, jika dibandingkan dengan janji nyata dalam menggunakan sel-sel ini sebagai terapi," kata McKernan.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment