Langsung ke konten utama

Sekuens Genome Rambut Palaeo-Eskimo Ungkap Manusia Kuno Saqqaq Greenland

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Genome manusia kuno pertama menyoroti asal-usul orang Arctic. Rambut terjebak dalam permafrost sekitar 4.000 tahun yang lalu telah menghasilkan DNA untuk pertama kali sekuens genome manusia kuno. Sequencing pada Palaeo-Eskimo ini, dilaporkan pada edisi 11 Februari di Nature, hasil penelitian ini belum pernah terjadi sebelumnya yang akan memberikan wawasan ke dalam gerakan-gerakan dan wajah manusia awal.

"Sangat menarik. Ini berfungsi sebagai patokan untuk membuat peta dari variasi genetik pada waktu dan tempat yang berbeda. Anda kemudian dapat melihat evolusi terjadi," kata Brian Kemp, antropolog molekul yang membidik DNA kuno dari Washington State University di Pullman yang tidak terlibat dalam studi.

Sebuah tim arkeolog dari Denmark pada awalnya menemukan rambut pada tahun 1986 di sebuah situs arkeologi yang disebut Qeqertasussuk di Greenland, di mana sebagian besar disimpan sangat aman dan tidak terganggu di dalam lemari di ruang bawah tanah Natural History Museum of Denmark di Kopenhagen selama lebih dari dua dekade.

Pada tahun 2008, rambut juga ditemukan kembali oleh Eske Willerslev dari University of Copenhagen, yang kemudian memimpin tim penggalian dan sequencing DNA dari rambut. Secara keseluruhan, 79% dari genome itu diurutkan sebanyak lebih dari 20 kali (dua kali analisis lebih mendalam yang dilakukan dibandingkan sekuens genome manusia modern). "Mereka melakukannya dengan benar. Data yang masuk akal," kata Kemp.

Rambut berasal dari laki-laki dari budaya Saqqaq dan analisis genome menunjukkan bahwa pemilik rambut bertubuh kekar, kulit gelap, dan mata cokelat. Genome ini juga mengungkapkan kebotakan.

Willerslev yang juga direktur pendiri University of Copenhagen's Centre for GeoGenetics, mengatakan dirinya meneliti kromosom Y manusia ketika menyadari kualitas tinggi DNA yang terwetkan. "Saya tahu sampel itu benar-benar bagus dan penting, karena dari salah satu orang pertama ke Kutub Utara," kata Willerslev.

Dengan membandingkan genome dengan sekuens dari kelompok etnis modern, tim peneliti mengidentifikasi kerabat terdekat Saqqaq dengan Chukchis di Siberia timur.

Ini menunjukkan bahwa, sekitar 5.500 tahun yang lalu, Saqqaq bermigrasi melintasi Selat Bering dan di sekitar Lingkaran Kutub Utara, kemudian menetap di sepanjang pantai barat Disko Bay di Greenland sekitar 1.500 tahun kemudian. Kawasan itu kaya hewan seperti anjing laut, rusa kutub, dan rubah yang tercermin dalam spesimen lain yang terbungkus dalam permafrost yang mengawetkan rambut Saqqaq.

Menariknya, bahwa Saqqaq bukanlah leluhur Greenland's Inuits atau penduduk asli Amerika Utara, yang berarti bahwa migrasi Saqqaq berlangsung independen dari kelompok-kelompok nenek moyang asli. Detail genetik ini menawarkan pemahaman baru tentang migrasi ke Amerika Utara.

"Ini meniup pemikiran seberapa banyak informasi yang mampu mereka gali dari DNA Saqqaq. Ini benar-benar proyek studi yang signifikan," kata Michael Crawford, bioantropolog dari University of Kansas di Lawrence, salah satu tim peneliti yang memberikan sampel DNA komparatif.

Dengan bantuan dari para kolega di China yang dipimpin oleh Wang dari BGI (Beijing Genomics Institute) di Shenzhen, tim Willerslev mendorong maju dengan kecepatan yang berbahaya yaitu menyelesaikan sequencing dalam waktu sekitar dua setengah bulan dan menelan biaya sekitar US$500.000. Wang, wakil direktur BGI, menyediakan kapasistas akses sequencing tingkat tinggi bagi tim Willerslev.

Salah satu kejutan utama untuk Willerslev bahwa timnya adalah yang pertama untuk menerbitkan sebuah sekuens dari manusia kuno, karena mendekati genome manusia purba Neanderthal. "Saya pikir kami akan mengalami shock," kata Willerslev. Sekarang dia pindah ke proyek selanjutnya yaitu: mencoba sekuens spesimen manusia kuno dari iklim yang lebih panas, di mana DNA mungkin telah lebih terdegradasi dan lebih sulit untuk ditangkap. [Rasmussen, M. et al. Nature 463, 757-762 (2010)]
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar