Langsung ke konten utama

Update Semburan Lumpur Panas Porong Sidoarjo Jawa Timur

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Pada 29 Mei 2006, lumpur panas mulai mengalir dari perut tanah di dekat sebuah sumur eksplorasi gas yang menggenangi desa-desa di wilayah Sidoarjo Jawa Timur, Indonesia. Meskipun upaya untuk menghentikan aliran, lumpur terus menyembur, menjadi seperti gunung dengan semburan lumpur tercepat di dunia. Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer (ASTER) dari NASA’s Terra satellite menangkap gambar pada 20 Oktober 2009, letupan-letupan lumpur benar-benar menyerupai gunung berapi.

Dinding mengandung semburan lumpur ke wilayah persegi panjang di tengah gambar. Pemandangan di luar dinding masih tertutup tanaman, yang diberi warna merah pada gambar sebagai warna buatan. Air biasanya berwarna biru tua pada gambar satelit jenis ini, sedangkan putih keperakan berasal dari pantulan sinar matahari. Kotak terang di sisi kanan gambar adalah tambak udang, dan pita putih di bagian bawah gambar adalah Kali Porong. Cerminan warna sinar matahari juga berada di luar semburan lumpur yaitu di tepi yang memancar perak dan tekstur gundukan yang muncul di atas lubang di tengah-tengah gunung berapi itu. Gundukan tidak terlihat dalam gambar ASTER pada akhir 2008.

Para ilmuwan dari Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia mengatakan bahwa semburan tiba-tiba gunung berapi yang terbentuk pada Mei 2006 karena pengeboran di dekat sumur gas. Sehari sebelum letusan, gas dan cairan bertekanan mengalir ke dalam sumur, sehingga meningkatkan tekanan. Fluida dan gas melarikan diri ke bumi di sekitarnya, memaksa lumpur ke permukaan di dekatnya sepanjang retakan. Sampai Juni 2008, sebanyak 100.000 meter kubik lumpur mengalir dari gunung berapi ini setiap hari. Gambar ini menunjukkan bahwa letusan terus ke berlangsung hingga kini.

Gunung berapi lumpur ini membiarkan gas dan cairan untuk membentuk geologi lanskap oleh lapisan demi lapisan tanah yang disimpan (sedimen cekungan). Pembentukan semburan memaksa lebih dari 30.000 orang mengungsi, menghancurkan lebih dari 10.000 rumah, sekolah, dan struktur lainnya, dan mungkin memiliki dampak yang lebih luas pada ekosistem pesisir dan laut.

  1. Davies, R. J., Brumm, M., Manga, M., Rubiandini, R., Swarbrick, R., Tingay, M. (2008, June 5). The East Java mud volcano (2006 to present): An earthquake or drilling trigger? Earth and Planetary Science Letters. doi:10.1016/j.epsl.2008.05.029. Accessed February 3, 2010.
  2. Davies, R. (2008, May 28). World’s fastest-growing mud volcano is collapsing. Durham University. Accessed February 3, 2010.
  3. Center for Remote Imaging, Sensing, and Processing. (2009, December 5). Mud flow in East Java. National University of Singapore. Accessed February 3, 2010.
  4. Whitelaw, C. and Sanders, R. (2008, June 9). Javan mud volcano triggered by drilling, not quake. UC Berkley News. Accessed February 3, 2010.
Laporan Penelitian
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar