Langsung ke konten utama

Varian Genetik pada Panjang Telomeres Terkait Percepatan Proses Penuaan Biologis

loading...
bisnis online
(KeSimpulan) Varian yang dibawa individu memiliki telomeres yang lebih pendek, membentang dari DNA pada setiap ujung kromosom yang melindungi mereka sehari-hari dan juga penuaan. Tidak ada jawaban yang tepat ketika seseorang bertanya kepada anda, "Menurut anda berapa usia saya?" Menghadapi dilema seperti itu, kebanyakan dari kita memberi angka rendah sebagai sanjungan daripada kejujuran.

Tapi sebenarnya, secara akurat untuk menebak usia seseorang adalah tugas yang sulit. Mengapa hanya sebagian orang saja yang tampak lebih tua (atau lebih muda) daripada usia yang sebenarnya? Ilmuwan mungkin telah menemukan jawabannya.

Usia kronologis sangat berbeda dari usia biologis, kondisi masing-masing divisi sel kromosom, demikian menurut Nilesh Samani dari University of Leicester yang melaporkan pada edisi 7 Februari di Nature Genetics. Usia biologis, berkaitan dengan panjang telomeres untaian DNA di ujung kromosom, yang melindungi paket gen dari pemakaian sehari-hari. Kita dilahirkan dengan panjang telomeres tertentu, dan ini bisa lebih pendek seperti sel-sel membelah, mengakibatkan penuaan.

Tapi tidak semua telomeres dilahirkan sama. Panjang telomere berbeda dari orang satu dengan orang yang lain, tetapi mirip seperti saudara kandung. Ini menyarankan kemungkinan berada di bawah kontrol beberapa genetik. Samani dan rekan-rekannya menganalisis lebih dari 500.000 variasi genetik (terjadi secara alami, perbedaan nucleotide tunggal) yang mencakup genome dalam sel darah yang dikumpulkan dari hampir 3.000 orang.

Para peneliti menemukan bahwa individu-individu yang membawa varian genetik tertentu dengan telomeres yang lebih pendek di miliki orang-orang dengan gen yang lebih rapuh. Varian terletak di dekat sebuah gen yang disebut telomerase RNA component (TERC), dan penelitian sebelumnya pada hewan telah menunjukkan bahwa ekspresi rendah TERC dikaitkan dengan telomeres yang lebih pendek, dan lebih cepat proses penuaan biologis.

Telomeres dari orang yang membawa satu salinan varian nampak pada rata-rata 3 sampai 4 tahun lebih tua, daripada usia kronologis pada orang yang sama tanpa varian. Juga ada efek dosis gen, bahwa dua salinan varian (satu warisan dari masing-masing orang tua) mengakibatkan efek penuaan aditif 6 sampai 8 tahun, artinya pada orang yang berumur 50 tahun yang membawa dua salinan varian memiliki telomeres seperti orang yang berumur 58 tahun.

Tim Spector, kepala peneliti dari King's College London, mengatakan hasil ini menunjukkan bahwa beberapa orang secara genetik terprogram untuk usia di tingkat yang lebih cepat.

Kemungkinan membawa varian ini relatif tinggi. "Dalam populasi yang kami pelajari, sekitar 38 persen orang yang hanya membawa satu salinan," kata Samani. Tapi tidak diketahui apakah telomeres yang lebih pendek secara fisik pembawa mereka tampak lebih tua daripada yang sebenarnya. "Kami belum melihat hal itu, tapi pertanyaan menarik," kata Samani yang merenungkan bagaimana mengukur usia seseorang dalam studi lanjutan. "Mungkin kita akan mengambil fitur dari para peserta dan memiliki panel untuk menebak usia mereka," kata Samani bercanda.

Samani adalah profesor kardiologi yang menekuni pada masalah apakah orang-orang yang membawa varian tertentu berada pada risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit terkait usia seperti penyakit jantung. "Saya melihat orang-orang pada tahun kedelapanpuluhan memiliki arteri sangat normal, sedangkan orang-orang pada usia empat puluhan memiliki penyakit jantung," kata Samani.

Proyek studi sebelumnya yang diterbitkan oleh Samani telah mengaitkan telomere pendek dengan penyakit jantung, menunjukkan bahwa usia biologis mungkin lebih relevan dengan penyakit yang berkaitan dengan usia daripada usia kronologis. "Kita punya sidik untuk penuaan biologis (panjang telomere), jadi kita belajar apakah kita bisa menghubungkannya dengan peningkatan risiko terkena beberapa penyakit terkait umur. Itu pasti akan menempatkan biological aging pada tempatnya," kata Samani.

Samani sekarang berencana untuk meneliti bagaimana varian membuat telomeres yang lebih pendek. "Itu bisa mengatur TERC, tapi harus ditunjukkan dalam studi lebih lanjut," kata Samani. Orang-orang yang membawa varian mungkin lebih mempercepat proses penuaan biologis jika mereka merokok, mengalami obesitas atau tidak olahraga yang semuanya berita buruk bagi telomeres.
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar