Langsung ke konten utama

Dampak Pukulan Purba di Belahan Bumi Utara Lebih Parah

loading...
Tinuku
(KeSimpulan) Kepunahan tidak terlalu parah di selatan samudera setelah mega bencana. Benda luar angkasa menabrak Bumi pada 65 juta tahun yang lalu membunuh dinosaurus. Tetapi juga memusnahkan lebih dari 90% spesies plankton kecil yang membentuk jaraingan makanan di dasar samudera. Palaeoseanograper menyaring catatan sedimen geologi purba dari seluruh dunia sebagai petunjuk tentang bagaimana dampak yang menyebabkan begitu banyak malapetaka dan kemusnahan.

Laporan para peneliti di publikasikan di Nature Geoscience kemarin tentang kepunahan parah dari nannoplankton terjadi di perairan utara di mana ekosistem di sana membutuhkan 300.000 tahun untuk pulih, lebih lama daripada di laut selatan. Mengingat pola itu, para peneliti berspekulasi bahwa terjadi dampak jangka panjang dengan periode kegelapan dan keracunan logam berat di belahan Bumi utara.

Nannoplankton dan kerang berbasis kalsium adalah produsen fotosintetik utama di lautan hingga 65 juta tahun yang lalu, di perbatasan antara periode Cretaceous dan periode Palaeogene. Tetapi 93% spesies musnah bersama dengan ammonites, reptil laut besar seperti plesiosaurs dan dinosaurus. Petaka juga berdampak pada terbentuknya kawah Chicxulub yang terkubur di bawah Semenanjung Yucatán Meksiko.

Untuk melacak distribusi geografis dari kepunahan, Timotius Bralower dari Pennsylvania State University di University Park dan rekan-rekannya memeriksa catatan fosil nannoplankton pada 17 lokasi yang tersebar di seluruh dunia. Mereka mengidentifikasi bahwa kepunahan hingga 98% spesies di perairan Utara, sedangkan di laut selatan lebih rendah, pada situs paling selatan kehilangan 73% spesies nannoplankton.

"Ada korelasi yang sangat kuat antara tingkat kepunahan dan garis lintang," kata Bralower.

Belahan Selatan dan lautan Hindia bernasib lebih baik. Keanekaragaman jenis kurang terpengaruh dan spesies normal kembali dengan segera. Tetapi butuh hingga 300.000 tahun setelah dampak bagi keanekaragaman spesies untuk pulih pada lautan utara. Phytoplankton mungkin mempengaruhi pemulihan seluruh ekosistem laut. Pemulihan lambat di utara akan menghambat kebangkitan seluruh jaringan makanan laut utara.

Peneliti lain sebelumnya telah mendeteksi perbedaan latitudinal dalam bencana. Tumbuhan darat di Amerika Utara khususnya, lebih terpukul dibandingkan dengan spesies di selatan. Sidik jari geologis menunjukkan benda yang menghantam bumi adalah perjalanan dari tenggara ke barat laut. Tabrakan semacam itu (bersama dengan rotasi planet) akan melemparkan lebih banyak puing-puing di belahan bumi utara dan menghalangi sinar matahari untuk periode yang lebih panjang.

"Suppression of photosynthesis dan kegelapan, menjelaskan kepunahan dan jatuhnya keragaman," kata Bralower. Namun tertundanya pemulihan di utara adalah sebuah misteri. "Anda akan berharap bahwa setelah mendapat cahaya lagi, mereka akan mulai berkembang lagi. Mengapa waktu yang diperlukan hingga 300.000 tahun kemudian bagi keragaman normal di belahan bumi utara?" kata Bralower.

Tim mengajukan beberapa hipotesis, seperti pendinginan dan peningkatan keasaman laut, tapi memutuskan bahwa keracunan logam adalah satu-satunya mekanisme yang bisa menyebabkan penundaan. Peneliti menduga bahwa dampak muntahan logam berat di langit dan yang mendarat ini sebagian besar di lautan utara. Konsentrasi tinggi logam berat dapat meracuni organisme hidup dan menghambat reproduksi. Penindasan fotosintesis di utara akan menyulitkan plankton dengan logam beracun dan membersihkan mereka ke permukaan laut.

"Sampai kajian ini, anda dapat membayangkan tidak adanya mekanisme lingkungan akan menghambat pemulihan kondisi cahaya plankton. Jadi apa yang kita lakukan adalah meletakkan angka-angka pada seberapa lama waktu yang dibutuhkan pada bagian-bagian penting dari rantai makanan untuk pulih," kata Bralower.

Meskipun beberapa geolog terkesan oleh perbedaan latitudinal yang dilaporkan, mereka bersikap skeptis tentang hipotesis logam. "Kenyataannya, laut adalah besar," kata Steven D'Hondt, oseanograper di University of Rhode Island, Narragansett. D'Hondt mengatakan bahwa laut akan bercampur dalam seribu tahun dan menyebarkan setiap logam berat di sekitarnya. Untuk menjelaskan tingkat yang berbeda pemulihan, D'Hondt akan "menusuk dengan asumsi evolusi ekologis dalam menemukan jawaban".

James Zachos, palaeoseanographer dari University of California, Santa Cruz, setuju. "Saya menduga temuan ini mungkin akan mengatakan kepada kita lebih lanjut tentang proses pemulihan ekosistem dari kepunahan yang parah dan bukan tentang proses kepunahannya," kata Zachos.

David Jabloński, paleontolog di University of Chicago di Illinois, mengatakan bahwa penelitian sebelumnya tentang moluska laut telah menunjukkan bahwa garis keturunan selamat dari kepunahan dengan lebih baik daripada dengan spesies yang lebih sedikit dan lebih banyak pada kisaran terbatas. Data Moluska menyatakan bahwa intensitas kegelapan cukup seragam di seluruh dunia. Tapi Jabloński menambahkan, "Jika mata anda juling sedikit dari data saya, garis lintang selatan tentang kepunahan moluska sedikit lebih ringan daripada di tempat lain."

Menurut Bralower, spesies yang hidup di lintang selatan yang tinggi menyesuaikan dengan cahaya rendah dan konsentrasi logam yang tinggi dan ini memungkinkan mereka untuk bertahan dari dampak langsung. "Adaptasi merupakan faktor penting dalam penyelamatan dan efek dampak dibangun di atasnya," kata Bralower.

Bahkan jika nannoplankton di bagian selatan kurang menderuta dari mereka yang di utara, itu "masih merupakan pukulan neraka. Tidak peduli apakah itu waktu yang buruk untuk menjadi phytoplankton pada akhir periode Cretaceous di mana pun di dunia," kata Jabloński.
  1. Jiang, S., Bralower, TJ, Patzkowsky, ME, Kump, LR & Schueth, JD Natur Geosci. DOI: 10.1038/ngeo775 (2010).
  2. Raup, DM & Jabloński, D., Science 260, 971-973 (1993).
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar