Katalis Kabut Pesisir Muncul di Daerah Pedalaman

Tinuku
(KeSimpulan) Mengurangi asap di daerah perkotaan sedikit lebih menantang. Para peneliti telah mengidentifikasi jumlah yang mengejutkan nitryl chloride di udara di atas Boulder, Colorado. Kawasan yang menyumbang asap seharusnya hanya ada di wilayah pesisir, sedangkan Boulder berjarak 1.400 kilometer dari laut. Molekul-molekul tertentu dengan mudah bereaksi dengan sinar matahari dan mengubah komposisi troposphere (lapisan terendah atmosfer).

Salah satu molekul adalah nitryl klorida. Matahari pecah menjadi nitrogen oxide dan chlorine, pada gilirannya chlorine bereaksi dengan senyawa organik di atmosfer untuk memproduksi ozon, O3, salah satu konstituen kabut asap. Biasanya asap terbentuk memerlukan banyak sinar matahari yang menjadi alasan mengapa terangkat di siang hari dan turun pada malam hari. Tapi nitryl chloride memulai proses.

Sampai sekarang, para ilmuwan berpikir nitryl chloride menghasilkan ozon hanya di daerah pantai, di mana garam dalam air laut terangkat ke udara oleh angin dan ombak. Chlorine dari garam cepat bereaksi dengan nitrogen oxides atmosfer tertentu yang hadir hanya di malam hari untuk membentuk nitryl chloride. Reaksi itu dianggap tidak relevan untuk daerah pedalaman yang kurang memiliki sumber chlorine secara signifikan.

Asumsi tersebut mulai berubah pada Februari 2008, ketika Joel Thornton, klimatolog dari University of Washington, Seattle, dengan rekannya Steven Brown dari National Oceanic and Atmospheric Administration di Boulder mempersiapkan penelitian. "Ketika kami menguji instrumen untuk mendeteksi nitryl chloride, kami menemukan bahwa pendahulu atom chlorine ini diproduksi di Boulder pada tingkat yang sama dengan di daerah pesisir. Ini mengejutkan," kata Thornton.

Februari lalu, Thornton, Brown, dan seluruh tim mulai mempelajari fenomena. Di sebuah situs di barat Boulder, mereka mengukur jumlah nitryl chloride sepanjang waktu selama 2 minggu. Tim melaporkan di Nature pada edisi pekan lalu bahwa tingkat nitryl chloride di situs tersebut hampir mencapai setengah jumlah tertinggi di wilayah pesisir. Ini sudah cukup untuk memberikan kontribusi yang signifikan untuk produksi ozon.

Chlorine di nitryl chloride mungkin berasal dari debu tanah asin yang tertiup angin, pembangkit listrik batu bara, garam pada permukaan jalan yang licin, atau kebakaran hutan dan semak-semak. Apa pun sumbernya, Thornton mengatakan bahwa temuan ini mengungkapkan kabut asap yang sebelumnya belum diketahui penyebabnya di wilayah perkotaan. Tapi nitryl chloride mungkin memiliki sisi yang baik yaitu membantu untuk memecah metana gas rumah kaca. "Kita perlu mengembangkan pemahaman yang kuat tentang kualitas udara dan iklim dari implikasi temuan kami," kata Thornton.

Nitryl chloride ditambahkan sebagai faktor kimia baru ke udara pedalaman, kata Geoffrey Tyndall, kimiawan atmosfer dari National Center for Atmospheric Research, juga di Boulder. Kimia dapat berkontribusi pada kabut asap segera setelah matahari terbit, jadi harus dipelajari lebih hati-hati ketika para regulator menyusun rancangan undang-undang ozon.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment