Skip to main content

Tumbukan Antar Bulan Merubah Struktur Cincin Jupiter

(KeSimpulan) Yupiter mungkin memiliki cincin baru yang tercipta oleh tabrakan antar bulan yang mengorbitnya. Cincin yang muncul sebagai garis samar di dekat bulan Jupiter yaitu Himalia dalam foto yang diambil oleh NASA's New Horizons spacecraft. Kamera teleskopis membidik cincin pada saat perjalanan untuk menuju Pluto pada bulan September 2006 di mana pesawat ruang angkasa tersebut mampir sejenak di Jupiter hingga Februari.

"Kami mengambil gambar Himalia untuk menguji instrumen dan sama sekali tidak menduga bahwa ada sesuatu yang lain di sana," kata Andy Cheng dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory, Maryland, juga kepala ilmuwan untuk Long Range Reconnaissance Imager (LORRI ) yang mengontrol kendali kamera.

Tidak jelas bagaimana cincin baru mencapai orbit cincin di sekitar planet. Tidak ada satupun ilmuwan yang tahu kapan terbentuk, tetapi lebih penting lagi bahwa sebelumnya pesawat ruang angkasa Galileo juga tidak pernah melihatnya hingga akhir misinya untuk Yupiter pada tahun 2003. "Kalau kita benar bahwa ini adalah objek baru dan kemungkinan tidak ada sebelum itu," kata Cheng.

Studi Cheng dan koleganya menyampaikan presentasi pada awal bulan ini saat Lunar and Planetary Science Conference di Houston, Texas. Cheng menyarankan bahwa struktur yang begitu dekat dengan Himalia, kemungkinan sebagai dampak dari tumbukan material yang dialami oleh bulan yang memiliki lebar 170 kilometer tersebut.

Tim studi Cheng menyatakan, jika demikian, puing-puing dampak akan cepat menyebar dan menjadi tidak terlihat. Sedangkan salah satu bulan Jupiter yang bertubuh lebih kecil dengan lebar hanya 4 kilometer yaitu S/2000J11 yang ditemukan pada tahun 2000 telah hilang. Ada kemungkinan menabrak Himalia dan menghancurkan dirinya sendiri dalam proses tersebut.

Tabrakan ini menjadi yang ketiga kali dalam serangkaian peristiwa baru-baru ini terlihat di angkasa. Sebuah komet atau asteroid menghantam Jupiter tahun 2009 dan sebuah objek seperti komet ditemukan di sabuk asteroid pada bulan Januari 2010 yang diduga awan dari puing-puing hasil tabrakan antara dua asteroid.

Jupiter semakin lama semakin memiliki lebih sedikit bulan dengan diameter kurang dari 16 kilometer. Para peneliti sebelumnya menyarankan bahwa bulan-bulan kecil telah terkikis habis oleh serangan micrometeorite. Tapi mungkin tabrakan dari objek yang lebih besar juga memainkan peran.

"Kami melihat tata surya telah berubah. Ini bukan lagi tempat di mana hal-hal yang statis tetap sama untuk selama-lamanya," kata Cheng. Dia dan rekan-rekannya berharap dapat mempelajari lebih lanjut tentang kemungkinan cincin Jupiter baru dengan mengambil lebih banyak gambar menggunakan teleskop berbasis darat.
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Comments