Dinosaurus Muda Mengawali Tumbuhnya Bulu

Tinuku
(KeSimpulan) Analisis fosil menyoroti perbedaan pemuda dan orang tua. Fosil yang menampilkan snapshot dari spesies dinosaurus pada tahap pertumbuhan yang berbeda, menunjukkan bahwa terjadi perubahan bulu secara dramatis dalam perkembangan, demikian laporan para peneliti di China dalam makalah yang dipublikasikan di Nature kemarin. Dua spesimen Similicaudipteryx yang ditemukan, satu adalah dewasa dan satu masih muda.

Keduanya milik sekelompok dinosaurus pencuri telur yang dikenal sebagai oviraptorosaurs dan tampaknya mengikuti pola pematangan yang tidak terlihat pada burung modern. "Ini bayi dinosaurus yang memiliki bulu sayap aneh, sangat berbeda dari mereka yang dewasa," kata Xing Xu dari Institute of Vertebrate Paleontology dan Paleoanthropology di Beijing.

Bulu sayap dan ekor dari dinosaurus yang lebih dewasa menyerupai pena bulu. Fitur 'pennaceous' atau kontur yang memiliki poros sentral yang menyusur di sepanjang helai. Sebaliknya, bulu dinosaurus muda memiliki batang, pita datar seperti di salah satu ujungnya, sedangkan bulu pennaceous lebih dikenal di ujungnya. Remaja awal juga memiliki bulu sayap yang lebih kecil dibandingkan bulu ekor, tetapi ukuran perbedaan ini kurang signifikan dalam spesimen purba.

Fosil dari 125 juta tahun tersebut "memperluas pengetahuan kita tentang evolusi bulu", kata Xu. Sampel yang dikumpulkan oleh para petani lokal dari Formasi kapur Lower Yixian, di barat Liaoning, China.

Palaeobiolog mengatakan jika penafsiran dari tim fosil ini benar, maka akan menjadi pertama kalinya bahwa dinosaurus remaja memiliki berbagai jenis bulu daripada yang lebih dewasa. "Burung modern tidak membuat transisi seperti ini," kata Mike Benton dari University of Bristol, Inggris.

Selain dari bayi berbulu halus yang baru lahir, pada semua tahap selanjutnya dari burung modern dicirikan dengan bulu sayap yang sama. "Laporan ini menandai langkah pertama dalam upaya untuk mengurai urutan evolusi perkembangan burung. Tetapi beberapa biologi perkembangan burung di mana bulu dipelajari dari pertanyaan apakah yang lebih muda menunjukkan fosil bulu seperti pita dari fase molting burung.

"Fitur yang rumit," kata Richard Prum, ilmuwan burung dari Yale University di New Haven, Connecticut. Ketika burung pertama kali menumbuhkan bulu-bulu mereka, bulu yang baru tumbuh tergulung dalam tabung. Prum mengatakan bahwa bulu fosil dinosaurus muda dapat ditafsirkan dari bulu yang baru saja muncul dari sarungnya (pada burung modern bulu ini mulai aktif meranggas).

Tetapi Xu berpendapat bahwa temuan ini "bukan artefak morfologi temporari" berdasarkan proporsi dari bulu. Jika bulu remaja itu meranggas aktif, maka bagian bulu seperti pita akan lebih pendek.

"Kita menepis keraguan. Ini akan menjadi demonstrasi pertama dari dinosaurus berbulu yang dapat mengalami perubahan plumages dalam hidup," kata Cheng-Ming Chuong, biolog perkembangan dari University of Southern California di Los Angeles. Menerapkan metode kerja yang dilakukan oleh Prum, Chuong dan lain-lain, Xu dan koleganya lebih lanjut menunjukkan bahwa sebagian bulu pennaceous biasa mungkin akibat dari ekspresi gen tertunda yang aktif pada burung modern.

"Dinosaurus telah bermutasi dengan bulu dan struktur untuk jangka waktu sedikitnya 25 juta tahun sebelum dinosaurus dipaparkan di sini. Hal yang indah tentang laporan ini adalah menyediakan petunjuk perkembangan yang mungkin memaksa palaeontolog, ilmuwan burung dan biologi perkembangan mengakui kemungkinan spektrum yang lebih luas daripada hanya mencari satu jawaban yang sederhana," kata Philip Currie, biopalaeontolog dinosaurus dari University of Alberta di Edmonton, Kanada.
  1. Xu, X., Zheng, X. & You, H. Nature 464, 1338-1341 (2010)
  2. Fang, J., Nature. doi:10.1038/news.2010.208 (28 April 2010)
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment