Fosil Homo erectus Java Man atau Manusia Jawa Merujuk Era Sebelum Homo sapiens

Tinuku
(KeSimpulan) Strata dating baru Manusia Jawa (Java Man) mendapatkan hasil yang jauh lebih tua, demikian analisis baru tentang usia fosil Homo erectus (H. erectus) dari pulau Jawa, Indonesia, oleh para fisioantropolog berdasarkan tengkorak. Setelah berusaha untuk meyakinkan sebagian besar para peneliti bahwa jika H. erectus tersebut hidup di pulau Jawa pada 30.000 tahun yang lalu adalah sangat terlambat untuk hidup berdampingan di Asia dengan manusia modern selama lebih dari 100.000 tahun.

Para antropolog yang menyajikan analisis baru pada 14 April menyarankan bahwa fosil tersebut kemungkinan ada sebelum Homo sapiens yaitu ratusan ribu tahun yang lalu. Analisis didasarkan pada metode radiometrik yang digunakan untuk menilai umur fosil, kata Susan Anton, antropolog dari New York University yang melaporkannya pada saat pertemuan tahunan American Association of Physical Anthropologists.

Sebelumnya, Anton dan rekan-rekannya dari Indonesia memimpin tim penelitian yang pertama pada tahun 1996 mengumumkan bahwa sedimen di dua tempat di Jawa merujuk tanggal antara 50.000 dan 30.000 tahun yang lalu. Mereka memiliki tanggal yang "sangat muda", berdasarkan analisis dari unsur-unsur radioaktif dalam sedimen bantalan fosil, menunjukkan bahwa H. erectus tersebut bertahan dengan baik ke dalam era yang didominasi oleh manusia modern, kata Anton. Banyak peneliti sekarang menerima tanggal tersebut.

Tetapi analisis baru berdasarkan pengukuran peluruhan radioaktif isotop argon batu vulkanik di atas dan di bawah fosil, menempatkan usia H. erectus di Jawa pada sekitar 550.000 tahun yang lalu. Tidak jelas mengapa hasil ini berbeda secara dramatis dan yang satu lebih akurat, kata Anton.

Namun, "sekarang ini membingungkan, tapi saya menduga bahwa usia H. erectus di Jawa masih relatif muda," kata Christopher Stringer dari London's Natural History Museum. Analisis baru sedimen di Jawa menunjukkan bahwa fosil hewan di pulau Jawa merujuk tanggal antara 200.000 dan 150.000 tahun lalu, memberikan kerangka kerja yang memungkinkan saat H. erectus hidup di sana, kata Stringer.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment