Langsung ke konten utama

Kafein atau Nikotin Lindungi Neuron Otak dari Parkinson

loading...
Tinuku
(KeSimpulan) Buruk bagi tubuh tapi baik untuk otak, kampanye bebas kopi dan tembakau nikotin di luar konteks yang terkait dengan sadar kesehatan. Para peneliti memberikan kopi dan tembakau kepada lalat yang memiliki form penyakit Parkinson telah mengungkapkan bahwa meskipun kafein dan nikotin tidak bertanggung jawab atas manfaat, namun kopi dan rokok dapat melindungi otak.

Jika senyawa untuk pertahanan otak ini dapat diidentifikasi akan menawarkan pencegahan dan pengobatan Parkinson di mana saat ini belum tersedia, kata Leo Pallanck, neurolog dari University of Washington di Seattle, yang memimpin tim studi terbaru. "Kami berpikir bahwa ada sesuatu yang lain dalam kopi dan tembakau yang benar-benar penting," kata Pallack.

Bukti efek perlindungan oleh kopi dan tembakau sebagian besar berasal dari studi epidemiologi yang menunjukkan bahwa peminum kopi dan perokok cenderung untuk sedikit mengembangkan Parkinson dibandingkan mereka yang bukan peminum kopi dan perokok. "Banyak bidang telah tertarik dengan hipotesis bahwa kafein dan nikotin [melindungi] otak mereka," kata Pallanck. Tapi karena senyawa ini berbahaya jika dalam jumlah besar, akan sulit untuk menemukan cara digunakan sebagai terapi.

Untuk melihat apakah bahan selain kafein dan nikotin mungkin memberikan manfaat, tim Pallanck merubah lalat buah dengan kondisi yang mirip dengan penyakit Parkinson. Lalat-lalat buah memiliki mutasi yang mematikan neuron dalam memproduksi dopamin yang menyebabkan mereka mengembangkan gerakan dan masalah kognitif seperti karakteristik Parkinson pada manusia. Mutasi yang sama berkaitan dengan bentuk keturunan Parkinson pada manusia.

Tim Pallanck menyiapkan makanan yang dibumbui dengan kopi biasa, kopi tanpa kafein, dan tembakau tanpa asap yang dirancang untuk memungkinkan penyerapan nikotin melalui mulut. Kemudian para peneliti mengangkat kelompok lalat pada berbagai pola makan.

Biasanya, neuron yang memproduksi dopamin pada lalat mutan akan mati karena usia. Namun asupan kopi dan tembakau membuat neuron terus hidup di semua kelompok lalat eksperimen pada usia 20 hari, baik mereka yang mengasup salah satu ataupun keduanya (kafein dan nikotin).

Tim peneliti terus untuk mengidentifikasi senyawa yang ditemukan baik kopi normal maupun kopi tanpa kafein yang disebut cafestol dimana tampaknya bertanggung jawab atas efek perlindungan neuron. Cafestol mengaktifkan protein yang diproduksi oleh lalat yang disebut Nrf2. Tim peneliti mengidentifikasi bahwa pemblokiran kopi berakibat pada berkurang efek perlindungan Nrf2 pada neuron dopamin.

Memblokir Nrf2 pada makanan lalat dengan kandungan tembakau juga mengurangi efek daya pelindung. Tim Pallanck sekarang sedang mencari bahan tembakau yang mengaktifkan Nrf2 dan senyawa lain yang memiliki efek sama dalam kopi. Senyawa ini mungkin suatu hari nanti dapat diberikan kepada orang-orang agar terlindung dari Parkinson. Atau, obat baru yang meniru proses perlindungan saraf yang muncul dari kopi dan rokok.
  • Journal of Neuroscience, DOI: 10.1523/jneurosci.4777-09.2010
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.

Komentar