Mikroorganisme Hidup Nyaman di Danau Aspal

Tinuku
(KeSimpulan) Danau aspal penuh dengan mikroba. Sebuah danau di Karibia yang berisi aspal cair menjadi rumah yang nyaman bagi komunitas unik mikroorganisme yang dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana bisa bertahan hidup pada danau hidrokarbon di bulan Saturnus, Titan.

Titan adalah satu-satunya objek lain di tata surya selain bumi yang memiliki danau cair, awan dan hujan, sebuah fitur yang selalu menarik bagi ilmuwan untuk berburu kehidupan asing. Tapi bukannya air, bulan terbesar Saturnus dibanjiri cairan methane (Bahasa Indonesia menyebut metana) dan ethane (etana) serta molekul yang sama dengan aspal (tar pelapis jalan raya).

Beberapa ilmuwan mempelajari Pitch Lake di Pulau Trinidad, sebuah danau yang didorong oleh gerakan minyak dari bawah tanah. "Ini lahan terdekat kita di Bumi untuk melihat situasi bulan Saturnus," kata Steven Hallam, mikrobiolog dari University of British Columbia di Vancouver.

Hallam dan rekan-rekannya menganalisa sampel dari beberapa bagian yang berbeda dari Pitch Lake untuk melihat mahkluk apakah yang tinggal di sana. Mereka menemukan komunitas yang berkembang biak yaitu mikro organisme di dalam hidrokarbon yang dipompa metana dan logam. Para peneliti melaporkan pada 12 April di server arXiv (1004.2047) dan telah dikirim ke jurnal Astrobiology.

Menganalisis sampel bukanlah tugas yang mudah, seperti mencari molasses goop seluruh laboratorium dan karena minyak dan air tidak bercampur, air tidak bisa mencucinya, kata Hallam.

"Ini pekerjaan yang buruk," kata Dirk Schulze-Makuch, astrobiolog dari Washington State University di Pullman, yang memimpin studi lapangan. Jika gunk tebal menempel pada pakaian, sama sekali tidak bisa dibersihkan. Penelitian ini juga menciptakan tantangan di laboratorium. Karena tar dan air asam maka metode standar untuk mengisolasi DNA tidak bisa dilakukan. "Ada banyak kit komersial untuk mencuci DNA dari air laut atau dari tanah atau dari darah, tapi tidak ada untuk tar," kata Hallam.

Sebaliknya, Hallam dan rekan-rekannya membekukan bit tar dengan nitrogen cair dan meletakkan pada bahan bubuk untuk memaksanya terurai dalam suatu larutan. Solusinya berisi bahan kimia yang memecah sel-sel mikroba, membuat DNA keluar dengan sendirinya. Setelah DNA bebas dan tar dibersihkan, para peneliti baru bisa memurnikan DNA dengan menggunakan teknik standar.

Tim peneliti mengidentifikasi 20 garis keturunan yang berbeda dari bakteri dan sembilan baris archaea (organisme bersel tunggal yang tidak memiliki nuclei). Di antara mereka adalah anaerobic archaea yang memakan metana, Thermoplasmatales (pemakan logam), dan lainnya adalah jenis archaea baru yang belum pernah terlihat sebelumnya. Suatu kehidupan organisme dari dunia lain di planet bumi.

"Setiap sampel tunggal yang kita lihat adalah masyarakat bakteri berbeda," kata Hallam. Para peneliti berpikir bahwa mikroba membentuk jaringan kolaboratif di mana satu masyarakat mikroba memakan kotoran masyarakat mikroba yang lain. Schulze-Makuch mengatakan bahwa temuan ini semakin memperkuat impian yang diidam-idamkan para ilmuwan bahwa ada kehidupan di Titan.

Tapi astrobiolog lain meragukan. "Orang benar-benar meributkan masalah ini," kata Jonathan Lunine dari University of Roma Tor Vergata di Italia. Tidak seperti Titan, karena Pitch Lake masih memiliki beberapa air sehingga mikroba dapat hidup. "hidrokarbon adalah makanan. Danau di Titan, air digantikan hidrokarbon. Sangat berbeda," kata Lunine.

Chris McKay dari NASA Ames Research Center di Moffett Field, California, setuju. "Ini sangat cantik, jelas bahwa mikro organisme dalam penelitian ini memakan aspal, tapi masih tinggal dengan cairan air," kata McKay.

Kemungkinan mikroba memilih hidup di danau Pitch sebagai sebuah spekulasi maka akan "menjadi aneh dan tidak mungkin. Tapi ini masih merupakan opsi yang akan kita teliti," kata Schulze-Makuch.
Tinuku Store

No comments:

Post a Comment